This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Showing posts with label Hijauan dan Konsentrat. Show all posts
Showing posts with label Hijauan dan Konsentrat. Show all posts

Tuesday, April 24, 2018

Tips Cara Menyimpan Ampas Tahu dan Ampas Bir Agar Tahan Lama

Ampas Bir
Ampas Tahu

Mengenal Bahan Baku Pakan Ternak Berupa Ampas Tahu dan Ampas Bir

Ampas tahu telah lama digunakan sebagai pakan ternak sapi andalan peternak sapi lokal. Kandungan nutrisi dari ampas tahu memang baik untuk mendukung usaha penggemukan sapi tetapi ada kendala umum tentang ampas tahu ini yaitu tidak bisa lama disimpan. Demikian juga dengan ampas bir termasuk bahan baku pakan ternak yang tidak tahan lama disimpan karena akan membusuk dan menimbulkan bau yang tidak sedap. Bagaimana cara agar ampas tahu dan ampas bir bisa lebih tahan lama saat disimpan?
Ampas tahu merupakan limbah dari pembuatan tahu. Bahan utama pembuatan tahu adalah kacang kedelai (Glycine max Merr) dengan kandungan protein sekitar 33-42% dan kadar lemak 18-22% (Rachtamianto, 1974). Sedangkan ampas bir adalah limbah dari pabrik bir. Bir dibuat dari bahan baku yang terdiri dari gandum, beras dan jagung. Untuk setiap kilogram bahan baku akan menghasilkan limbah yang sama banyaknya yaitu satu kilogram. Ampas bir cukup disukai ternak, dan mengandung kadar Protein Hingga 33% ketika ampas bir dalam keadaan yang baik.
Tips Cara Menggunakan dan Menyimpan Ampas Tahu dan Ampas Bir Agar Tahan Lama

Karena dalam kondisi basah, kadar air ampas tahu 80-an% dan ampas bir 70-an%, akibatnya daya simpannya sangat pendek, paling lama 3 hari saja. Selanjutnya sudah pasti busuk.

Kalau belinya dalam jumlah banyak dimana menurut perhitungan pemakaiannya habis dalam tempo 10 - 14 hari, maka sangat beresiko busuk, pasti, bila tanpa perlakuan.

TEKNIK
Sekarang saya ceritakan pengalaman pribadi cara mengatasinya, yaitu sekalian saja difermentasi secara tertutup. Sebelumnya, disiapkan formula konsentrat dengan bahan baku memakai ampas bir dan atau ampas tahu. Bila keberadaan tidak bersamaan, memang lebih mudah mengatasinya.

AMPAS BIR
1. Siapkan formula dimana porsi ampas bir sama dengan porsi katul. Total jumlah formula konsentrat 500 kg
Porsinya :
a) ampas bir basah ... 145 kg;
b) katul ...150 kg
c) air 4 liter + probiotika cair (Win_Prob) 1 liter = 5 liter.
Sub total 300 kg. Sisanya yang 200 kg diisi bahan lain-lain;

2. Campur di dalam mixer kedua bahan tersebut 295 kg + larutan probiotika 5 liter = 300 kg;

3. Setelah tercampur homogen, cek kadar air dengan cara diambil segenggam. Digenggam kuat. Kemudian genggaman dibuka. Bila menggumpal tetapi di telapak tangan tidak berair, itu tandanya kadar air yang sudah tepat untuk dilanjutkan ke tahap fermentaai tertutup, yaitu antara 25 - 30%.
3.1. Bila menggumpalnya 50% dan 50%-nya kepyar, kadar airnya kurang, maka tidak akan terjadi fermentasi. Tambahkan air 5- 10 liter. Dimixer ulang.
3.2. Bila menggumpal dan telapak tangan basah, kadar berlebih, maka akan terjadi pembusukan. Tambahkan katul 5 - 10 kg. Dimixer ulang.

4. Masukkan ke dalam karung atau zak kapasitas 50 kg yang telah dilapisi kantong plastik ukuran lebar 70 cm dan.panjang 110 cm sebagai inner (lapisan dalam). Sambil dipadatkan. Bobotnya bisa disetel @ 50 kg. Kemudian plastik inner ditali pocong sampai rapat supaya kedap. Zak juga ditali rapat.

5. Selesai pekerjaan mencampur dan mengemas, bisa disimpan dalam tempo lama. Bahkan bila kondisinya benar-benar kedap, bisa disimpan selama 24 bulan.

6. Saat mau membuat konsentrat, tinggal menambahkan bahan-bahan lain yang 200 kg, kekurangannya dari 500 kg;

7. Bila langsung mau dibuat pakan komplit untuk sapi potong penggemukan dengan bobot badan >300 kg, konsentrat 500 kg + rumput yang telah dilayukan dan sudah di-choper pendek-pendek 400 kg + air 100 liter. Total menjadi 1.000 kg.

8. Pakan komplit bisa diberikan langsung ke sapi. Tetapi seyogyanya difermentasi dulu secara tertutup selama minimum 4 minggu.
Tujuannya supaya nilai gizi pakan komplit meningkat secara signifikan (quality booster). Peningkatan itu disebabkan turunnya serat kasar (SK) - selulosa, hemi selulosa - dan serat sangat kasar (SSK) - lignin dan akibatnya TDN meningkat. Masih dapat bonus peningkatan kadar protein.
Maka, feed intake sapi akan turun 10 - 20% dibanding pakan komplit yang tidak difermentasi.

AMPAS TAHU
Karena kadar air ampas tahu >80%, maka porsinya :
1. Ampas tahu ... 120 kg;
2. Katul ... 175 kg.
3. Air 4 liter + probiotika cair (Win_Prob) 1 liter = 5 liter.
Sub total 300 kg. Sisanya yang 300 kg diisi bahan lain.
Prosedur selanjutnya sama dengan di atas sampai jadi pakan komplit.

AMPAS BIR DAN AMPAS TAHU BERSAMAAN

Porsinya :
1. Ampas bir ...... 85 kg;
2. Ampas tahu ... 60 kg;
3. Katul kering ...150 kg.
4. Air 4 liter + pribiotika cair (Win_Prob) 1 liter = 5 liter.
Sub total 300 kg. Sisanya yang 200 kg diisi bahan lain.

Prosedur selanjutnya sama dengan di atas.
Campuran ampas bir dan ampas tahu ini, nilai gizinya lebih baik. Saling melengkapi.

Sumber Prof. Mukti Abadi
Share:

Tuesday, April 17, 2018

Kandungan Gizi Ampas Tahu Yang Bermanfaat Untuk Ternak dan Ikan

Ampas Tahu Sumber Protein Untuk Ternak dan Ikan
Bahan Baku Pakan Ternak Sumber Protein Untuk Makanan Ikan dan Ternak, Ampas Tahu Memiliki Kandungan Protein Kasar Hingga 21%
Ampas tahu adalah sisa atau limbah dari pengolahan tahu. Umumnya, ampas tahu ini digunakan oleh masyarakat hanya sebagai pakan ternak dan pakan ikan. Hal ini disebabkan karena ampas tahu mengandung banyak gizi yang bermanfaat bagi tubuh ternak dan ikan, terutama sebagai sumber protein.
Barang limbah industri pangan, sebagai contoh ampas tahu, tidak selamanya merugikan atau tidak berguna. Hanya saja bagaimana kita dapat mensiasati limbah tadi menjadi sesuatu yang berguna. Oleh karena itu sebenarnya limbah limbah atau sisa sisa hasil produksi yang masih dinilai kurang memiliki nilai ekonomis dengan sedikit pemikiran maka akan berubah menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis.seperti halnya ampas tahu, dahulu dipandang sebelah mata tetapi sekarang punya nilai jual. Hal ini menguntungkan bagi semua pihak, bagi pemilik pabrik pembuat tahu dapat uang tambahan dari sisa produksi tahu (ampas tahu) yang dulunya dibuang, dan bagi peternak beruntung karena dapat mendapat pakan ternak murah dengan kandungan protein tinggi.

Komposisi zat-zat makanan ampas tahu


Bahan
BK
PrK
Serat kasar
Lemak kasar
NDF
ADF
Abu
Ca
P
Eb

%
%
%
%
%
%
%
%
%
%
Ampas tahu
13,3
21,0
23,58
10,49
51,93
25,63
2,96
0,53
0,24
47,30
Sumber: Pulungan, dkk., (1985)
*) Sutardi dkk, 1976
**) Arianto (1983)

Salah satu bahan pakan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan penyusun ransum adalah ampas tahu. Ampas tahu merupakan sisa hasil pembuatan tahu yang memiliki kandungan gizi yang cukup baik dengan protein kasar sekitar 21,29% (Airirsyah, 2001). Menurut Sudigdo (1983), ampas tahu dapat diawetkan dengan mengubahnya menjadi tepung. 
Prabowo dkk., (1983) menyatakan bahwa protein ampas tahu mempunyai nilai biologis lebih tinggi daripada protein biji kedelai dalam keadaan mentah, karena bahan ini berasal dari kedelai yang telah dimasak. Ampas tahu juga mengandung unsur-unsur mineral mikro maupun makro yaitu untuk mikro; Fe 200-500 ppm, Mn 30-100 ppm, Cu 5-15 ppm, Co kurang dari 1 ppm, Zn lebih dari 50 ppm (Sumardi dan Patuan, 1983). Di samping memiliki kandungan zat gizi yang baik, ampas tahu juga memiliki antinutrisi berupa asam fitat yang akan mengganggu penyerapan mineral bervalensi 2 terutama mineral Ca, Zn, Co, Mg, dan Cu, sehingga penggunaannya untuk unggas perlu hati-hati (Cullison, 1978).
Ampas tahu diperoleh dari hasil pembuatan tahu yang dimulai dari perendaman kedelai selama 24 jam, kemudian dicuci dan digiling. Hasil gilingan kedelai itu merupakan bubur pada proses pembuatan tahu yang kemudian dimasak lebih kurang 10 menit dan disaring sehingga diperoleh bagian filtrat yang berupa susu kedelai dan ampas tahu (Sudigno, 1983). 

Ampas tahu dalam bentuk aslinya dapat menimbulkan dampak atau permasalahan lingkungan karena hasil degradasinya dapat menimbulkan persenyawaan yang berbau busuk jika ampas tahu tidak dimanfaatkan.
Potensi ampas tahu cukup tinggi, kacang kedelai di Indonesia tercatat pada Tahun 1999 sebanyak 1.306.253 ton, sedangkan Jawa Barat sebanyak 85.988 ton. Bila 50% kacang kedelai tersebut digunakan untuk membuat tahu dan konversi kacang kedelai menjadi ampas tahu sebesar 100-112%, maka jumlah ampas tahu tercatat 731.501,5 ton secara nasional dan 48.153 ton di Jawa Barat. Potensi ini cukup menjanjikan sebagai bahan pakan ternak. 

Ampas tahu merupakan limbah dalam bentuk padatan dari bubur kedelai yang diperas dan tidak berguna lagi dalam pembuatan tahu dan cukup potensial dipakai sebagai bahan makanan ternak karena ampas tahu masih mengandung gizi yang baik dan dapat digunakan sebagai ransum ternak besar dan kecil. Penggunaan ampas tahu masih sangat terbatas bahkan sering sekali menjadi limbah yang tidak termanfaatkan sama sekali  (Wiriano 1985). 

Ampas tahu dalam keadaan segar berkadar air sekitar 84,5% dari bobotnya. Kadar air yang tinggi dapat menyebabkan umur simpannya pendek. Ampas tahu kering mengandung air sekitar 10,0-15,5%, sehingga umur simpannya lebih lama dibandingkan dengan ampas tahu segar (Widyatmoko,1996). Ampas tahu basah akan segera menjadi asam dan busuk dalam 2-3 hari sehingga tidak disukai oleh ternak. Masalah itu dapat ditanggulangi dengan cara menjemur di bawah panas matahari atau dimasukkan dalam oven.

Menurut Listiyowati dan Roospitasari (1992), zat-zat makanan yang dibutuhkan puyuh adalah protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, dan air. Setiap aktivitas ternak, baik itu berjalan, bernafas, bertelur, dan lain-lain membutuhkan energi. Energi dipenuhi dari karbohidrat, lemak, dan protein yang semuanya itu berasal dari makanan di dalam tubuh. Energi digunakan untuk hidup pokok, gerak otot, sintesa jaringan baru, aktivitas kerja dan menjaga temperatur tubuh. Pada hewan muda, energi diberikan untuk kebutuhan pokok, untuk membentuk protein, sedangkan pada hewan dewasa kelebihan energi dibentuk menjadi lemak (Anggorodi, 1985). Vitamin dan mineral merupakan unsur gizi yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah sedikit tetapi mutlak.

Prabowo dkk., (1983) menyatakan bahwa protein ampas tahu mempunyai nilai biologis lebih tinggi daripada protein biji kedelai dalam keadaan mentah, karena bahan ini berasal dari kedelai yang telah dimasak. Ampas tahu juga mengandung unsur-unsur mineral mikro maupun makro yaitu untuk mikro; Fe 200-500 ppm, Mn 30-100 ppm, Cu 5-15 ppm, Co kurang dari 1 ppm, Zn lebih dari 50 ppm (Sumardi dan Patuan, 1983). Di samping memiliki kandungan zat gizi yang baik, ampas tahu juga memiliki antinutrisi berupa asam fitat yang akan mengganggu penyerapan mineral bervalensi 2 terutama mineral Ca, Zn, Co, Mg, dan Cu, sehingga penggunaannya untuk unggas perlu hati-hati (Cullison, 1978).

Jika kita mengkaji lebih lanjut dalam ampas sisa tadi masih bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak yang banyak kandungan proteinya. Saat ini belum banyak peternak yang memanfaatkan ampas tahu tadi sebagai pakan tambahan bagi ternaknya selain konsentrat. 

Pertumbuhan ternak yang di beri pakan ampas tahu lebih cepat dari pada yang tidak diberi. Jika dikalkulasi nilai ekonomi peternak akan mendapat untung yang lebih. Selama ini stok ampas tahu masih melimpah, harganyapun masih sangat murah. Lebih murah jika dibandingkan dengan harga konsentrat. Harganya kira kira sekitar 9-12 ribu per karung(±60-80kg). Sehingga masih sangat menguntungkan bagi para peternak. 

Peternak mengalani keuntungan yang lebih karena dengan sedikit pengeluaran tambahan buat membeli ampas tahu tetapi hasil yang di dapat akan lebih banyak. Waktu perawatan/pertumbuhan lebih cepat karena asupan protein bagi ternak lebih tinggi. Ampas tahu dapat dijadikan pakan bagi berbagai jenis ternak diantaranya:

Ampas Tahu Untuk Pakan Ternak Sapi
Pemanfaatan ampas tahu sangat efektif apalgi pada sapi potong pertambahan berat badan akan lebih cepat. Selain pertumbuhan lebih cepet karkasnya bisa mencapai 53% dari berat sapi hidup. Biasanya pemberianya dicampur dengan bekatul diberi air dan lebih baik lagi jika dicampur dengan ketela yang telah di cacah maka pertambahan atau pertumbuhan akan lebih optimal. Ampas tahu merupakan sumber protein yang mudah terdegradasi di dalam rumen (Suryahadi, 1990) dengan laju degradasi sebesar 9,8% per jam dan rataan kecepatan produksi N-amonia nettonya sebesar 0,677 mM per jam (Sutardi, 1983). Penggunaan protein ampas tahu diharapkan akan lebih tinggi bila dilindungi dari degradasi dalam rumen (Suryahadi, 1990). 

Surtleff dan Aoyagi (1979) melaporkan bahwa penggunaan ampas tahu sangat baik digunakan sebagai ransum ternak sapi perah. Di Jawa Barat ampas tahu telah banyak dan sudah biasa digunakan oleh peternak sebagai makanan ternak sapi potong untuk proses penggemukan. Di Taiwan ampas tahu digunakan sebagai pakan sapi perah mencapai 2-5 kg per ekor per hari (Heng-Chu, 2004), sedangkan di Jepang penggunaan ampas tahu untuk pakan ternak terutama sapi dan babi dapat mencapai 70% (Amaha, et al., 1996).

Pemanfaat Ampas Tahu untuk Pakan Ternak Kambing
Pemanfaatan ampas tahu sangat efektif apalgi pada kambing pertambahan berat badan akan lebih cepat dan juga rambut pada kambing lebih mengkilat dan halus. Pertumbuhan postur badan juga lebih cepat. Dengan asupan gizi dari ampas tahu maka produksi daging atau pun susu kambing akan menglami peningkatan. Knipscheer et al. (1983) melakukan penelitian pada kambing dan menyimpulkan bahwa pemberian ampas tahu dapat memberikan keuntungan dalam usaha peternakan kambing atau domba yang dipelihara secara intensif.

Bisa juga untuk Pakan Ternak Kelinci
Kelinci yang diberi pakn ampas juga mempunyai berat dan ukuran yang cukup optimum. Apalagi buat kelinci pedaging, daging yang dihasilkan lebih banyak, juga bulu menjadi lebih mengkilap dan perawatan pakan lebih praktis. Juga tidak ada efek samping dari penggunaan ampas tahu.

Sebagai campuran Pakan Ternak Bebek
Pada bebek pemberian ampas dapat diberikan sebagai pengganti konsentrat, selain harga murah ampas tahu juga mempercepat pertumbuhan bebek bebek yang kemudian juga menghasilkan daging dan telur. Dengan demikian biaya produksi telur bebek lebih ringan. Para peternak bebek dapat menghemat beaya, karena dengan pakan ampas sebagai pengganti konsentrat akan menekan beaya pemeliharaan sehingga keuntungan dapat meningkat. Ampas tahu bisa diberikan pada entok dalam bentuk kering (tepung) atau basah. Pemberian ampas tahu pada entok mungkin sudah dilakukan di masyarakat. Hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan ampas tahu adalah kandungan serat kasarnya yang tinggi, jadi pemakaiannya dalam ransum harus dibatasi, karena bangsa unggas kurang bisa mencerna serat kasar dan bila kelebihan bisa berpengaruh buruk pada performan. Performan biasa dimanifestasikan dalam besarnya konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, dan konversi ransum. Pada hasil penelitian dapat dilihat bahwa pada perlakuan ransum yang mengandung tepung ampas tahu 30% dengan kandungan serat kasar ransum 8,87%  masih menghasilkan pertambahan bobot badan yang tidak berbeda dengan ransum kontrol. Hal ini membuktikan bahwa entok bisa mentolerir kandungan serat kasar ransum yang lebih tinggi dari 8%. Dengan demikian, dengan pertambahan bobot badan yang tidak berbeda maka tepung ampas tahu dapat digunakan pada ransum entok sebanyak 30%.

Sebagai Tambahan Pada Pakan Ternak Puyuh
Menurut Anggorodi (1995), pada masa awal pertumbuhan burung puyuh tumbuh begitu cepat, sehingga pada umur 6 minggu burung tersebut mencapai 90-95% bobot tubuh dewasa kelaminnya. Ditambahkan oleh Tillman dkk. (1998), bahwa pertumbuhan mempunyai tahap-tahap yang cepat dan lambat, tahap cepat terjadi pada saat sampai pubertas dan tahap lambat terjadi pada saat kedewasaan tubuh telah tercapai. Puyuh yang diberi ransum dengan level protein 20%, dengan energi metabolis 2900 kkal/kg akan memberikan produksi, fertilitas dan daya tetas yang optimal dibandingkan dengan pemberian ransum dengan berbagai level. 

Pemberian ampas tahu sampai 10% tidak mempengaruhi palatabilitas pakan dan tidak menurunkan berat badan. Kesegaran dan palatabilitas serta tingkat energi dalam ransum menentukan banyaknya makanan yang dikonsumsi. Telur yang dihasilkan pun beratnya semakin meningkat seiring dengan bertambahnya umur induk.

Menurut wahyu (1992), pertumbuhan dipengaruhi oleh jumlah ransum yang dikonsumsi dan kualitas ransum itu sendiri. Pertambahan berat badan sangat dipengaruhi oleh kualitas dan kuantitas pakan yang diberikan. 

Hal ini menunjukan pemberian ampas tahu sampai 10% masih cukup palatabel dan tidak mengurangi efisiensi pakan serta konsumsi ransum. Menurut Rasyaf (1985), mineral-mineral yang dibutuhkan oleh puyuh adalah Ca, P, Na, dan Mg. Mineral Ca dan P berperan dalam pembentukan tulang pada saat puyuh sedang tumbuh, dan berperan juga dalam pembentukan kulit telur pada puyuh yang sedang berproduksi. Ransum puyuh mengandung 0,8% phospor dan 2,53% kalsium akan memberikan produksi telur maksimum sebesar 90% dan daya tetas yang baik, dibandingkan dengan ransum puyuh yang mengandung phospor 0,8% dan kalsium 1-2%.

Dapat Dimanfaatkan Sebagai Pakan Ternak Bandeng
Saat ini belum banyak yang menggunakan ampas sebagai pakan bandeng tetapi para pengelola tambak bandeng diderah pesisir utara sudah mulai menggunakan alasanya harga pellet melambung untuk menghemat pengeluaran digunakan ampas tahu.


Ampas Tahu Sangat Bermanfaat Sebagai Pakan Ternak
Mahalnya harga ransum yang akan diberikan terhadap ternak dapat disiasati dengan membuat ransum sendiri dengan bahan yang mudah diperoleh, harga lebih murah, mempunyai kandungan gizi yang cukup baik, dan juga tidak mengganggu produksi serta kesehatan ternak itu sendiri.

Penggunaan tepung ampas tahu sampai level 10% pada ternak puyuh tidak memberikan efek negatif terhadap performans puyuh serta produksi telur puyuh. Pada ternak entok pun penggunaan tepung ampas tahu sebanyak 30% tidak memberikan efek negatif. Namun demikian, pemberian ampas tahu sebesar 30% dalam ransum menghasilkan performan entok yang terbaik ditunjukkan dengan nilai konversi ransum yang paling efisien. Dan pada ternak ruminansia, pemberian ampas tahu sebagai ransum memberikan pengaruh yang baik terhadap performans ternak ruminansia.

Daftar Pustaka
1.      Tarmidi, A.R. 2009. Penggunaan Ampas Tahu dan Pengaruhnya pada Pakan Ruminansia. Karya Ilmiah. Universitas Padjadjaran.
2.      Tanwiriah, Wiwin, dkk. 2009. Pengaruh Tingkat Pemberian Ampas Tahu dalam Ransum terhadap Performan Entok (Muscovy Duck) pada Periode Pertumbuhan. Karya Ilmiah. Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran.
3.      Suparyanto. 2000. Pengaruh Pemberian Tepung Ampas Tahu dalam Ransum terhadap Produksi Telur Puyuh (Coturnix-coturnix japonica) Umur 20-32 minggu. Skipsi. Jurusan Peternakan, Universitas Bengkulu.
4.      Syaiful, F. L. 2000. Pengaruh Pemberian Tepung Ampas Tahu dalam Pakan terhadap Performans Puyuh (Coturnix-coturnix japonica) Umur 1-6 minggu. Skipsi. Jurusan Peternakan, Universitas Bengkulu.
5.      Purbosrianto, Titis. 2009. Pemanfaatan Ampas Tahu untuk Pakan Ternak. Artikel Ilmiah.
6.      Tarmidi, Ana. R. 2010. Penggunaan Ampas Tahu dan Pengaruhnya pada Pakan Ruminansia. Artikel Ilmiah.
7.      Dijaya, A.S. 2003. Penggemukan Itik Jantan Potong. Penebar Swadaya. Cetakan Pertama. Jakarta.
Sumber: DISNAK JATIM
Bonus:
Cara Membuat Pakan Lele dari Ampas Tahu:
Berikut ini adalah langkah-langkah dalam membuat pakan lele alternatif dari ampas tahu. Bahan-bahan yang diperlukan
  1. Ampas Tahu ±5 Kg
  2. Dedak Halus ±5 Kg
  3. Tepung Ikan ±1 Kg
  4. Tetes Tebu/Molase 1 liter
  5. Probiotik 200 ml
  6. Ragi Tempe ±2 sdm
Cammpurkan seluruh bahan dan aduk rata. Selanjutnya masukkan ke dalam tempat penyimpanan (drum/ember). Tutup tempat penyimpanan dengan memberikan lubang udara menggunakan selang yang ujungnya di tutup dengan plastik atau bekas air mineral dan jangan terlalu rapat untuk memungkinkan keluar masuknya udara. Simpan secara 5 hari untuk melakukan fermentasi.
Setelah 5 hari, pakan lele alternatif dari ampas tahu ini sudah bsa diberikan kepada lele dengan beberapa ketentuan berikut:
  1. Bisa diberikan langsung ke Lele dengan cara dikepalkan sehingga lele bisa mengkonsumsi secara langsung
  2. Disarankan diberikan ke Lele yang umurnya diatas 1 bulan dari penebaran ukuran benih 5-7, sebelumnya bisa diberikan dari hasil fermentasi dan pakan alami pupuk kandang
  3. Pemberiannya jangan bersamaan dengan pemberian pellet ikan
  4. Prosentase pemberian 5% dari Biomas Ikan (1,5 – 2 kali jumlah pemberian pakan Pellet).
  5. Frekuensi pemberian pakan lele organik dari ampas tahu ini bisa 2 – 3 kali sehari diberikan pada pagi/siang hari
(Sumber: matapencaharian.com)
Share:

Sunday, April 8, 2018

Macam-macam Jenis Hijauan Pakan Sapi

Mengenal Lebih Dalam Jenis Hijauan Pakan Ternak Sapi Sumber Protein:
  • Lamtoro
  • Indigofera Sp
  • Gamal
  • Alfalfa 
  • Turi
Daun Pohon Lamtoro
Wahyuni dkk. (1981) melaporkan hasil percobaan pada sapi PO (Peranakan Ongole) yang diberi ransum pokok rumput lapangan ditambah daun lamtoro sebanyak 0%, 20%, 40%, 60% dan 100% yang memberikan pertambahan bobot badan harian masing-masing sebesar 0,02 kg, 0,29 kg, 0,54 kg dan 0,57 kg dan 0,38 kg . Pemberian lamtoro 40% dan 60% adalah terbaik bila dibandingkan dengan pemberian lamtoro sebanyak 0%, 20% dan 100%. Selain itu selama 26 minggu (182 hari) dilakukan percobaan tidak terlihat adanya gejala keracunan pada ternak.
Lamtoro ( Leucaena leucacocephala ) merupakan jenis tanaman yang sudah dikenal sejak lama dengan nama petai cina. Tanaman ini berasal dari Amerika tengah, yang menyebar keberbagai pelosok perdesaan karena mudah tumbuh dihampir semua tempat yang mendapatkan curah hujan yang cukup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi hijauan tanaman lamtoro dapat mencapai 20 ton bahan kering/ha/tahun dengan total produksi protein kasar sebesar 3 ton/ha/tahun. Hasil penelitian menunjukkan kandungan nutrisi lamtoro hampir sama dengan glisiridae.


Menurut Muelen et. al., (1979) lamtoro dapat digunakan untuk makanan ternak dan mempunyai potensi besar untuk dikembangkan. Hal ini disebabkan karena lamtoro mudah ditanam, cepat tumbuh, produksi tinggi dan komposisi asam amino yang seimbang.

Eniolorunda (2011) melaporkan komposisi proksimat tepung daun lamtoro adalah 88,2% bahan kering, 21,8% protein kasar, 15,1% serat kasar, 3,1% abu, 8,6% ekstrak eter, dan 50,7% BETN. Ayssiwede, et al. (2010) melaporkan hasil penelitian dari beberapa peneliti bahwa lamtoro penting sebagai sumber bahan pakan karena kaya akan protein, asam-asam amino esensial, mineral, karotenoid dan vitamin. Lamtoro termasuk hijauan yang bernilai gizi tinggi namun pemanfaatannya sebagai pakan ternak pemberiannya perlu dibatasi.

Lamtoro mengandung zat anti nutrisi yaitu asam amino non protein yang disebut mimosin, yang dapat menimbulkan keracunan atau gangguan kesehatan apabila dikonsumsi dalam jumlah yang banyak dan terus menerus dalam jangka waktu yang cukup lama (Haryanto, 1993 dan Siregar, 1994). Mimosin mempunyai rumus kimia ß-N-(3hydroxypyridone-4)-a-amino-propenoic acid. Gangguan kesehatan tersebut biasanya ditandai dengan rambut rontok, pertumbuhan lambat, dan pembengkakan kelenjar gondok (Siahaan, 1982).

Zat anti nutrisi Iainya yang terkandung di dalam Iamtoro yaitu asam sianida (HCN) yang berpengaruh buruk karena dapat menyebabkan terjadinya pembengkakan kelenjar tiroid pada ternak. Asam sianida dapat menyebabkan keracunan akut (mematikan) dan keracunan kronis. Pada dosis rendah HCN yang masuk dalam tubuh ternak dalam jangka waktu yang cukup lama dapat menurunkan kesehatan ternak.

Penggunaan Daun Lamtoro pada domba
Menurut Wina (1982) penambahan daun Iamtoro sampai dengan 30% pada domba yang diberi ransum dasar rumput gajah menunjukkan nilai koefisien cerna protein, bahan organik dan energy yang lebih tinggi dari pada kaliandra dan gamal, namun tidak berbeda dalam pertambahan bobot badan dan konsumsi ransum (bahan kering, bahan organik dan energi).

Penggunaan Daun Lamtoro Pada Kelinci
Yurmiaty dan Suradi. 2007 menyatakan bahwa penggunaan 10% daun lamtoro dalam ransum dapat meningkatkan berat, luas dan tebal pelt, namun apabila penggunaan daun lamtoro ditingkatkan menjadi 20% akan diikuti dengan penurunan berat, luas dan tebal pelt (kerontokan bulu). Hal ini menunjukkan bahwa pemberian daun lamtoro dapat meningkatkan produksi kulit apabila diberikan sebanyak 10 % dalam ransum. (Pelt adalah bulu yang telah ditanggalkan dari tubuh ternak).

Penggunaan Daun Lamtoro Pada Ayam Pedaging
Dalam penelitiaanya Mandey et. al., 2015 yang berjudul Manfaat Daun Lamtoro (Leucaena Leucocephala Dalam Pakan Ayam Pedaging Diukur Dari Penampilan Produksi menyimpulkan bahwa pakan dasar ayam pedaging dapat digantikan dengan tepung daun lamtoro sampai 20%.

Penggunaan Daun Lamtoro Pada Sapi PO.
Wahyuni dkk. (1981) melaporkan hasil percobaan pada sapi PO (Peranakan Ongole) yang diberi ransum pokok rumput lapangan ditambah daun lamtoro sebanyak 0%, 20%, 40%, 60% dan 100% yang memberikan pertambahan bobot badan harian masing-masing sebesar 0,02 kg, 0,29 kg, 0,54 kg dan 0,57 kg dan 0,38 kg . Pemberian lamtoro 40% dan 60% adalah terbaik bila dibandingkan dengan pemberian lamtoro sebanyak 0%, 20% dan 100%. Selain itu selama 26 minggu (182 hari) dilakukan percobaan tidak terlihat adanya gejala keracunan pada ternak.

Daun Pohon Indigofera Sp
Tepung daun Indigofera zollingeriana mengandung protein kasar (PK) berkisar 23,66–31,1%, NDF 48,39-54,09%, ADF 47,25-51,08% (Suharlina 2010); Ca 3,08-3,21%, P 0,22-0,35%, (Abdullah & Suharlina 2010) dan koefisien cerna in vitro bahan organik dan protein masing-masing berkisar 65,33-70,64% dan 87,15-90,64% (Suharlina 2010). Uji coba palatabilitas dan penggunaan hijauan segar Indigofera zollingeriana pada kambing kacang menunjukkan peningkatan efisiensi pakan dan bobot badan hingga 45% (Tarigan 2009). 
Tanaman Indigofera sp. adalah salah satu genus legum pohon terbesar dengan perkiraan 700 spesies, 45 jenis tersebar diseluruh wilayah tropis (Schrire 2005). Spesies Indigofera kebanyakan berupa semak meskipun ada beberapa yang herba, dan beberapa lainnya membentuk pohon kecil dengan tinggi mencapai 5 sampai 6 meter. Ciri tanaman Indigofera memiliki daun yang menyirip dengan ukuran 3-25 cm, dengan bunga kecil berbentuk raceme dengan ukuran panjang 2-15 cm. Tanaman Indigofera sp. dapat beradaptasi tinggi pada kisaran lingkungan yang luas, dan memiliki berbagai macam morfologi dan sifat agronomi yang sangat penting terhadap penggunaannya sebagai hijauan dan tanaman penutup tanah (cover crops) (Hassen et al. 2006).


Ciri–ciri legum Indigofera sp. adalah tinggi kandungan protein dan toleran terhadap kekeringan dan salinitas (Skerman 1982), saat akar terdalamnya dapat tumbuh kemampuannya untuk merespon curah hujan yang kurang dan ketahanan terhadap herbivor merupakan potensi yang baik sebagai cover crop (tanaman penutup tanah) untuk daerah semi-kering dan daerah kering (Hassen et al. 2004, 2006).
Beberapa spesies di Afrika dan Asia telah dilaporkan dapat digunakan sebagai hijauan (I. hirsuta, I. pilosa, I. schimperi Syn, I. oblongifolia, I. spicata, I. subulata Syn, dan I. trita) dan tanaman penutup tanah (cover crop) (I. hirsuta dan I. trita) (Hassen et al. 2007).

Spesies lain, seperti I. arrecata Hochst.ex A.Rich., I. articulata Gouan, I. suffruticosa Mill. dan I. tinctoria L., juga digunakan sebagai bahan pewarna, pakan ternak, pastura Vol. 2 No. 1 : 30 - 33 ISSN : 2088-818X 31 pelindung tanah, tanaman penutup humus, kontrol erosi dan tanaman hias (Schrire 2005). Sekitar 50% jenis Indigofera spp. yang ada beracun dan hanya 30% yang palatable (Strickland et al. 1987), akan tetapi jenis yang palatable memiliki potensi yang besar sebagai hijauan pakan, sedangkan jenis yang tidak palatable (beracun) sangat cocok sebagai cover crop terutama pada daerah kering, semi kering dan gurun (Hassen et al. 2006).

Indigofera spp. memiliki banyak peran penting dalam bidang pertanian maupun industry. Indigofera sp. dalam bidang pertanian banyak digunakan sebagai sumber pakan hijauan,tanaman penutup tanah, pupuk hijau, mulsa, pengendali erosi dan tanaman hias, sedangkan dalam bidang industry digunakan sebagai pewarna alami dan obat-obatan.

Tanaman ini merupakan leguminosa pohon yang tersebar di daerah tropis Asia. Produksi bahan kering (BK) total Indigofera zollingeriana mencapai 51 ton hijauan kering/ha/tahun dengan interval defoliasi 60 hari dapat menghasilkan hijauan berkualitas (Abdullah & Suharlina 2010) dan kandungan asam amino yang lengkap serta vitamin larut lemak (Suharlina, belum dipublikasi).

Tepung daun Indigofera zollingeriana mengandung protein kasar (PK) berkisar 23,66–31,1%, NDF 48,39-54,09%, ADF 47,25-51,08% (Suharlina 2010); Ca 3,08-3,21%, P 0,22-0,35%, (Abdullah & Suharlina 2010) dan koefisien cerna in vitro bahan organik dan protein masing-masing berkisar 65,33-70,64% dan 87,15-90,64% (Suharlina 2010). Uji coba palatabilitas dan penggunaan hijauan segar Indigofera zollingeriana pada kambing kacang menunjukkan peningkatan efisiensi pakan dan bobot badan hingga 45% (Tarigan 2009).

Tanaman Indigofera zollingeriana termasuk tanaman yang responsif terhadap perlakuan nutrisi. Perlakuan pemberian pupuk cair organik yang dibuat sendiri dapat memperbaiki pertumbuhan (Budie 2010; Suharlina 2010) dan memperbaiki komposisi nutrisi dan kecernaan hijauan Indigofera zollingeriana (Suharlina 2010; Abdullah 2011) serta fermantabilitasnya dalam rumen kambing (Jovintry 2011).

Pengolahan hijauan Indigofera zollingeriana menghasilkan produk pelet daun murni (100%) bernama Indigofeed (Abdullah 2010), yang telah diuji daya simpan, daya kemudahan penanganan dan pabrikasinya (Izzah 2011). Penggunaan Indigofeed dalam ransum kambing menunjukkan terjadi peningkatan produksi susu hingga 26% dan terjadi peningkatan efisiensi pakan 15-23% dan efisiensi nutrisi 5-9% (Apdini 2011).

Daun Pohon Gamal / Gliricidea
Gamal atau Gliricidia merupakan jenis multiguna. Pada daerah tropika, digunakan sebagai pagar hidup. Kemampuannya bertunas setelah dipangkas cocok untuk pakan ternak, kayu bakar dan tiang. Pada kondisi di bawah optimal, produksi biomas mencapai 12 ton berat kering per hektar per tahun. Merupakan jenis pengikat nitrogen, daunnya dapat digunakan sebagai mulsa dan pupuk hijau sehingga cocok untuk agroforestry.
Pohon gamal, menurut beberapa literature sangat menarik karena beberapa hal : kemudahan ditanam, adaptif diberbagai daerah, bunga yang indah dan eksotik serta kemanfaatannya sebagai hijauan pakan ternak, pestisida alami, tanaman pagar dan penahan erosi.
Gamal
Dengan membudidayakan pohon gamal maka diharapkan saat musim kemarau pemenuhan hijauan makanan ternak tidak akan mengalami kesulitan. Sebagai makanan alami ternak terutama ternak ruminansia maka hijauan wajib ada dalam menu ration ternak ruminansia.

Meskipun Gamal dapat diperbanyak dengan biji, tapi lebih sering menggunakan setek batang dalam usaha mengembangbiakan Gamal. Alasan pertama adalah, sulitnya mencari dan mengumpulkan biji Gamal.Di berbagai tempat yang kami temui, jarang pohon Gamal yang dapat tumbuh sampai besar, berbunga dan berbiji. Hal ini disebabkan Gamal sudah secara berkala di panen daun dan batangnya, jarang yang dapat tumbuh sampai berbunga dan berpolong. Alasan lain, perbanyakan dengan setek batang lebih mudah dan lebih cepat daripada melalui biji.

Tanaman yang diperbanyak dengan setek sudah dapat dipanen perdana pada usia di bawah 1 tahun. Biasanya 8-10 bulan. Sedangkan pada tanaman biji, hasil biomasa baru dapat diperoleh pada usia sekira 2 tahun. Penanaman setek lebih baik berasal dari batang bawah tanaman yang cukup usia (diatas 2 tahun), diameter batang cukup besar (diatas 4cm) dengan panjang setek bervariasi mulai dari 40cm sampai 1.5m. Jarak tanam juga bervariasi, antara 40 -50cm sampai dengan 1.5 – 5m tergantung kebutuhan. Meskipun kadang-kadang menggugurkan daunnya pada musim kering dan kondisi udara dingin, Gamal dapat dikategorikan sebagai pohon yang selalu hijau (evergreen). Dapat dipanen setiap 3 – 4 bulan sekali, dengan hasil antara 1 – 2 kg hijauan basah per tanaman. G. sepium merupakan tanaman yang cocok untuk tanah asam dan marginal seperti diutarakan oleh Szott et al. (1991).

Gamal dalam taksonomi tumbuhan termasuk famili Fabaceae (Papilionoideae) yaitu salah satu jenis tanaman yang mudah ditanam dan tidak memerlukan sifat tanah khusus. (Manglayang Farm Online, 6 Maret 2006). Gamal adalah tanaman asli di kawasan Pantai Pasifik Amerika Tengah yang bermusim kering. Gamal diperkirakan masuk ke Indonesia sekitar tahun 1900 untuk digunakan sebagai tanaman pelindung pada areal perkebunan di daerah Medan (Harian Umum Suara Karya, 19 Mei 1992 dalam Manglayang Farm Online, 6 Maret 2006). Ciri umum Gamal adalah daun menyirip, dengan bentuk daun oval runcing yang agak lebar, dan bunganya cukup indah berwarna ungu keputihan. Tanaman Gamal tumbuh baik pada daerah dengan ketinggian 0-1300 meter dari permukaan laut dan dapat tumbuh mencapai ketinggian 10 meter.

Gliricidia merupakan jenis multiguna. Pada daerah tropika, digunakan sebagai pagar hidup. Kemampuannya bertunas setelah dipangkas cocok untuk pakan ternak, kayu bakar dan tiang. Pada kondisi di bawah optimal, produksi biomas mencapai 12 ton berat kering per hektar per tahun. Merupakan jenis pengikat nitrogen, daunnya dapat digunakan sebagai mulsa dan pupuk hijau sehingga cocok untuk agroforestry. Nama “ibu kokoa” muncul karena sering digunakan sebagai peneduh coklat, kopi dan teh. Kayunya keras dan awet, berat jenis 0,5-0,8g/cm3. Nilai kalorinya 4.900 kkal/kg. (Hanum dan van der Maesen, 1997).

Batang tanaman gamal adalah tunggal atau bercabang, jarang yang menyemak, tinggi 2-15 m. Batang tegak, diameter pangkal batang 5-30 cm, dengan atau tanpa cabang di dekat pangkal tersebut. Kulit batang coklat keabu-abuan dengan alur-alur kecil pada batang yang telah tua. Daun majemuk menyirip, panjang 19-30 cm, terdiri 7-17 helai daun. Helai daun berhadapan, panjang 4-8 cm dengan ujung runcing, jarang yang bulat. Ukuran daun semakin kecil menuju ujung daun. Bunga merah muda cerah sampai kemerahan, jarang yang putih, panjang 2,5-15 cm, susunan bunga tegak (Amara dan Kamara, 1998).

Alfalfa (Medicago sativa L)

Alfalfa (Medicago sativa L) merupakan tanaman perenial dan merupakan hijauan pakan yang populer di dunia. Alfalfa juga merupakan legume yang sangat selektif terhadap Rhizobium meliloti, simbiosis antara alfalfa dengan Rhizobium meliloti ini akan membentuk bintil akar yang berfungsi mengikat N sehingga dapat dimanfaatkan oleh alfalfa (Rao, 1994).


Alfalfa adalah tanaman tahunan berupa herba berakar dalam (dapat mencapai 4,5 meter) bercabang dan membentuk rhizome, membutuhkan sinar matahari dan kadar kapur yang cukup, tahan temperatur tinggi tetapi tidak tahan kelembaban tinggi. Memerlukan drainase baik, pH 6,5 atau lebih dengan kesuburan tanah yang baik.

Alfalfa dapat beradaptasi pada daerah kering dengan drainase yang baik. Alfalfa mempunyai batang mendatar, menanjak sampai tegak, berkayu di bagian dasar, cabang-cabang di bagian dasar dan menanjak setinggi 30-120 cm, satu tangkai berdaun tiga (“trifoliat”), panjang daun 5-15 mm, berbulu pada permukaan bawah, tangkai daun berbulu, bunga berbentuk tandan yang rapat berisi 10-35 bunga, mahkota berwarna ungu atau biru jarang yang berwarna putih (Mannetje dan Jones, 2000).

Alfalfa berkembang secara luas sebagai pakan dan seringkali dipanen untuk dijadikan hay. Hay adalah hijauan pakan, berupa rerumputan/leguminosa yang disimpan dalam bentuk kering berkadar air : 20-30%. Pembuatan Hay bertujuan untuk menyeragamkan waktu panen agar tidak mengganggu pertumbuhan pada periode berikutnya, sebab tanaman yang seragam akan memiliki daya cerna yang lebih tinggi. Waktu defoliasi (waktu panen) alfalfa lebih dipengaruhi oleh fase pertumbuhan daripada umur tanaman dimana alfalfa yang dipanen pada awal pertumbuhan mempunyai kandungan nutrisi lebih tinggi dibandingkan tanaman tua.

Menurut Bagg (2003) untuk mengoptimalkan produksi, kualitas dan kelangsungan produksi alfalfa diperlukan manajemen pemotongan yang tergantung dari tahap perkembangan tanaman, tinggi dan interval defoliasi. Tahap pertumbuhan dan perkembangan saat alfalfa dipanen menjadi faktor utama dalam menentukan kualitas hijauan dan produksinya

Tabel 1. Klasifikasi Alfalfa (Ildis, 2005)
Kingdom:Plantae
Division          :Magnoliophyta
Class  :Magnoliopsida
Order:Fabales
Family:Fabaceae
Subfamily:Faboideae
Tribe:Trifolieae
Genus:Medicago
Spesies          :M. Sativa
     
Alfalfa digunakan sebagai salah satu komponen hijauan pastura yang memiliki nilai ekonomi, dimanfaatkan sebagai sumber hijauan bagi ternak kuda, sapi penggemukan dan sapi perah serta domba Alfalfa tergolong sumber hijauan pakan yang potensial dimanfaatkan untuk ternak ruminansia karena produksinya tinggi serta didukung nilai nutrisi yang baik. Leguminosa Medicago sative L. (alfalfa) dalam bentuk hay maupun segar biasanya diberikan untuk ransum ternak ruminansia sapi, kerbau dan kambing sebagai sumber protein yang mempunyai palatabilitas yang cukup tinggi. Kebutuhan alfalfa untuk ternak sapi kurang lebih sebanyak 3 kg/hari, dan untuk ternak kambing sebesar 179.2 g/ekor/hari.

Tabel 2. Hasil Analisa Laboratorium Tanaman Alfalfa.
Analisa SegarBerat Kering %Analisa EkstrakBerat Kering (%)
Abu13,10Abu15,00
Lemak2,70Lemak6,50
Protein32,60Protein48,70
Serat Kasar21,40Serat Kasar4,80
Sumber. IAC 2005

Turi (Sesbania grandiflora syn)

Hijauan pakan ternak Turi adalah tanaman yang bisa tumbuh dengan cepat, mempunyai akar yang dangkal, serta mempunyai cabang cabang yang menggantung. Dengan kadar protein yang tinggi, tanaman hijau turi ini juga cukup potensial untuk pakan ruminansia serta non ruminansia. Hasil uji lab BPMSP Bekasi Tahun 2015 turi mempunyai protein kasar 27,59%. Akan tetapi dibalik kualitas nutrisi yang cukup memuaskan, turi mengandung zat anti nutrisi yang cukup berbahaya bagi ternak jadi dalam pemberiannya butuh proses pengolahan terlebih dahulu.

Share:

Daun Lamtoro Untuk Mempercepat Pertumbuhan Induk Sapi Sebelum Melahirkan


Agar Pertambahan Berat Badan Induk Sebelum Melahirkan Lebih Tinggi dan Pedet yang Dilahirkan Lebih Bagus Berat Badannya, Gunakan Tambahan Pakan Daun Lamtoro Sebesar 37,5% dari Total Ransum
Harga pakan sangat dipengaruhi oleh tinggi-rendahnya kadar dan kualitas proteinnya. Semakin tinggi kadar dan kualitas protein, maka harga pakan tersebut semakin mahal. Dalam tiga tahun terakhir, terjadi perubahan pola harga pakan ternak ruminansia. Harga pakan hasil ikutan agroindustri pertanian/perkebunan yang merupakan sumber energi dan/atau protein mengalami kenaikan harga cukup tinggi, melebihi tingkat kenaikan harga daging sapi; sementara itu harga pakan sumber serat berupa tanaman pakan ternak maupun hasil ikutan tanaman pertanian/perkebunan relatif tetap, tidak mengalami kenaikan harga.
Tanaman lamtoro sangat mudah ditemukan tumbuh liar didaerah pedesaan. Biasanya memang tanaman ini sering digunakan sebagai pakan hijauan untuk ternak terutama ternak kambing dan sebagian kecil untuk sapi. Lamtoro sebenarnya merupakan sumber protein yang cukup tinggi jika dijadikan ransum pakan untuk ternak sapi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ternak sapi yang berupa sapi indukan saat bunting dan menjelang melahirkan diberikan tambahan pakan berupa lamtoro akan memiliki pertambahan berat badan harian yang bagus. Satu lagi dampak positifnya adalah pedet yang dilahirkan memiliki berat yang bagus, hal ini sudah diujicobakan pada sapi indukan jenis PO. Tentunya tidak tertutup kemungkinan jika lamtoro ini juga bagus digunakan sebagai tambahan pakan untuk sapi jenis lainnya seperti jenis metal dan limousin.

Usaha perbibitan sapi potong cukup banyak dilakukan oleh masyarakat pedesaan yang memiliki modal minim. Sapi dianggap sebagai tabungan yang setiap saat bisa dijual jika ada kebutuhan yang mendesak. Jumlah sapi induk yang dipelihara setiap rumah tangga peternak antara 2-4 ekor. Pendapatan peternak dari memelihara sapi induk adalah pada saat pedet sudah disapih dan siap untuk dijual.

Beberapa permasalahan yang ditemui adalah kurangnya nutrisi pakan yang diberikan sehingga berdampak pada terlambatnya pertumbuhan pedet pra sapih dan lama birahi kembali setelah melahirkan. Salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan kombinasi pakan kualitas rendah (protein rendah) seperti jerami padi, rumput kering, dan jerami jagung dengan pakan kualitas tinggi (protein tinggi) seperti lamtoro yang murah dan mudah diperoleh.

Metode penambahan pakan lamtoro sebesar 37,5 % bahan kering dari total ransum dapat meningkatkan pertambahan bobot harian induk sebelum dan setelah beranak serta pedet yang dihasilkan. Lama birahi kembali induk pasca beranak lebih pendek yaitu kurang dari 90 hari.

Sumber: http://lolitsapi.litbang.pertanian.go.id
Share:

Wednesday, March 21, 2018

Jenis dan Kandungan Gizi Bahan Pakan Ternak


Berikut Ini Kandungan Nutrisi Berbagai Macam Bahan Baku Pakan Ternak Seperti Onggok, Jagung, Dedak. Pollard, Bungkil Kedelai, Tepung Ikan, Bungkil Sawit dll

Bahan Baku Pakan Ternak Dapat dikelompokkan dalam 3 Kelompok Besar berdasarkan nutrisi yang dikandungnya yaitu:
  • Bahan Pakan Ternak Sumber Energi
  • Bahan Pakan Ternak Sumber Protein
  • Bahan Pakan Sumber Vitamin dan Mineral

Bahan Baku Pakan Ternak Sebagai Sumber Energi

Hasil pengamatan organoleptik terhadap beberapa jenis bahan pakan yang menjadi sumber energi :
Bahan pakanwarnaTeksturbaurasaSumber
OnggokCoklat kremKasarSingkongSingkongEnergi
Dedak padiCoklatHalusPadiPahitEnergi
JagungOrangeButiranBau jagungManisEnergi
PollardCoklat mudaLembutTepung terigumanisEnergi

Jagung
Jagung adalah tanaman berkeping tunggal atau monokotil, akar jagung berupa akar serabut yang dapat mencapai kedalaman 8 m tapi rata rata pada kisaran 2 m. Pada jagung dewasa muncul akar adventif dari buku-buku batang bagian bawah yang membantu menyangga tegaknya tanaman.
Jagung merupakan tanaman semusim dengan siklus hidup 80-150 hari. Pada umumnya tinggi tanaman jagung mencapai 1-3m bahkan ada yang mencapai 6m. jagung meerupakan energi utama bagi ternak karena kandungan pati jagung lebih dari 60-80% dan mudah dicerna karena kandungan serat kasar relatif rendah. Pati jagung berbentuk amilosa amilopektin. Jagung mengandung xantofil yang berguna untuk meningkatkan kepekatan warna kuning pada kaki ayam dan kuning telur. Kandungan lemak jagung lebih tinggi 3% disbanding sorgum, gandum, gaplek dan beras. Protein pada jagung hanya 8,5%.

Berikut adalah besarnya persentase jagung dalam ransum :

– Jagung : 55% – minyak : 2%

– Dedak : 9% – fosfat : 1%

– Protein nabati : 25% – bahan lain : 4%

– Protein hewani : 4%

Sentra penghasil jagung terbesar di Indonesia adalah daerah Gorontalo sedangakan sentra pengolahan jagung terbesar di Indonesia berada di Lampung dan Jawa Timur. Sentra penghasil jagung terbesar di dunia berada di Meksiko selatan. Harga jagung per kg di daerah Sumatera Utara mencapai Rp. 2.100/kg, di jawa tengah Rp. 3.500/kg, di Yogyakarta Rp. 1.900- Rp.2.000/kg. harga jagung pipilan dengan kadar air rendah dijual dengan harga Rp. 2.200/kg – Rp. 2.350/kg.

Kandungan gizi dalam 100 gr jagung adalah sebagai berikut :

– Kalori : 355 kal

– Protein : 9,2 gr

– Lemak : 3.9 gr

– Karbohidrat : 73,7 gr

– Kalsium : 10 mg

– Posfor : 256 mg

– Besi : 2,4 mg

– Vitamin A : 510 SI

– Vitamin B1 : 0,38 mg

– Air : 12 gr

Permasalahan utama dalam produksi jagung :

– adanya kesulitan dalam pasca panen, sehingga jagung sulit dikeringkan.

– Komoditi jagung import lebih besar daripada jagung lokal.

– Harga jual jagung lokal rendah,karena kadar air masih mencapai 15%.

– Banyaknya tengkulak yang merugikan para petani jagung.

Solusi untuk mengatasi permasalahan jagung di Indonesia :

– Penetapan harga jual maksimum dan minimum

– Memperbesar hasil produksi agar hasil lokal dapat melebihi hasil import.

Onggok
Onggok adalah sisa giling tapioka yang berasal dari singkong atau ubi kayu. Dalam Bahasa Jawa seringkali disebut Gaber. Ada 2 (dua) jenis onggok yang lazim beredar yaitu onggok kering dan onggok basah.
Onggok adalah pakan sumber energi yang berasal dari sisa pengolahaan singkong menjadi tepung tapioka. Kandungan pada onggok antara lain :

– protein kasar : 2,89% – serat kasar : 14,73%

– abu : 1,21% – beta-N : 80,80%

– lemak kasar : 0,38% – air : 20,31%

Di Lampung timur harga per kg onggok kering asahan adalah Rp. 500/Kg,untuk onggok kering super harganya Rp. 950/kg. Untuk onggok basah asahan harganya sekitar Rp.12.000/karung dan untuk onggok basah super harganya Rp. 14.000/karung. Dalam ransum onggok digunakan sebesar kurang lebih 30%. Sentra penghasil onggok di dunia adalah Indonesia dan untuk sentra penghasil onggok terbesar di Indonesia adalah di daerah Lampung Utara.

Permasalan utama yang ada pada onggok adalah karena onggok memiliki kandungan protein yang rendah sekitar < 15 % dan memiliki kandungan serat kasar yang tinggi. Salah solusi untuk meningkatkan kualitas dari onggok tersebut. Fermentasi dilakukan secara semi padat dengan menggunakan Aspergillus niger secara inokulum dan campuran urea dan ammonium sulfat sebagai sumber nitrogen anorganik.

Pollard
POLLARD (dedak gandum-Triticum sativum lank), adalah produk samping dari proses milling gandum , yang berguna sebagai bahan baku untuk pembuatan produk pakan ternak karena memiliki kadar protein dan nutrisi yang tinggi Angka konversi pollard dari bahan baku sekitar 25-26%.
Pollard adalah hasil sampingan dari proses pembuatan tepung terigu. Komposisi dari pollard adalah sebagai berikut :

– bahan kering : 88,4% – lemak kasar : 5,1%

– protein kasar : 17% – BETN : 45%

– serat kasar : 8,8% – abu : 24,1%

Harga pollard per kg adalah sebesar Rp.1.900. Persenatase penggungaan pollard dalam ransum sebesar 35%. Penghasil terbesar pollard di dunia adalah Australia. Permasalahan utama pada bahan pakan ini adalah kandungan protein pada pollard cukup rendah sehingga keutuhan nutrient ternak tidak tercukupi. Salah satu solusi untuk meningkatkan kandungan protein pada pollard adalah dengan cara fermentasi dengan menggungakan kapang Aspergillus niger.


Dedak Padi
Dedak padi merupakan limbah pengolahan padi menjadi beras dan kualitasnya bermacam-macam tergantung dari varietas padi. Dedak padi adalah hasil samping pada pabrik penggilingan padi dalam memproduksi beras.
Dedak padi berasal dari sisa penggelingan padi. Komposisi kimia dari dedak padi adalah sebagai berikut :

– Air : 10% – serat kasar : 10%

– protein kasar : 7,5% – lemak : 2,25%

– abu : 7,5%

Harga dedak padi adalah antara Rp.1.800-Rp.2.200/kg. Dalam ransum dedak digunakan sebesar 15% pada ayam petelur, pada fase starter digunakan sebanyak 20%, untuk ayam broiler 5-20%. Maksimal pemberian dedak pada ransum adalah sebesar 20 % karena dedak padi bersifat pencahar. Sentral penghasil dedak padi terbesar di Indonesia adalah daerah Karawang, Jawa Barat.

Permasalahan dari dedak padi dalam pemakaiannya dalam ransum adalah kandungan serat kasarnya sangat tinggi, kandungan kalsiumnya menurun sekitar 0,05%, kandungan posfor meningkat sekitar 15%, mudah tengik karena mengandung enzim lipase. Solusi untuk mengatasi permasalahan dedak padi tersebut antara lain dengan menyimpannya dalam suhu rendah. Penambahan enzim kompleks ( phitase, carbohidrase, protease ) akan meningkatkan nilai cerna dilihat dari aspek pertumbuhan dan efisiensi ranum.

Bahan Baku Pakan Ternak Sebagai Sumber Protein

Berikut ini adalah hasil organoleptik terhadap bebrapa jenis pakan yang menjadi sumber protein :
BahanwarnaTeksturBauRasaSumber
Bungkil kedelaiKuning kecoklatanKasar, butiran kecilKedelaiManisProtein nabati
Tepung ikanCoklat tuaKasarIkan asinIkanProtein hewani
MBMCoklat tuaKasarAbon dagingDagingProtein hewani
Bungkil kelapaCoklat tuaKasarKelapa ongsengPahitProtein nabati
Bungkil inti sawitCoklat tanahButiran besarSawitAgak pahitProtein nabati

Bungkil Kedelai

Bungkil kedelai adalah produk sampingan dari industri pengolahan minyak kedelai yaitu suatu masa yang tersedia setelah minyak diambil berdasarkan metode pembuatannya terdapat dua tipe bungkil kedelai yaitu :
soybean meal dehulled : bungkil dari biji kedelai yang telah dipisahkan dari kulit bijinya.
soybean meal regular : kulit bijinya ditambahkan kembali pada pembuatan minyak kedelai

Biji kedelai adalah biji-bijian yang tertinggi kandungan proteinnya yaitu sekitar 42%. Sewaktu panen biji kedelai masih cukup tinggi kandungan kadar airnya. Oleh karena itu perlu diturunkan lagi kadar airnya menjadi sekitar 15% agar dapat lama disimpan. Bila digunakan sebagai pakan perlu digiling terlebih dahulu agar mudah dicampur. Bagi ternak non ruminansia ( babi muda dan unggas ) perlu adanay pemansan 1150C selama 10 menit sehingga tidak mengganggu proses pencernaan.

Komposisi kandungan kimia dari kedelai adalah sebagai berikut :

– kadar air : 12% – calsium : 0,4%

– protein kasar : 46% – fospor : 0,8%

– serat kasar : 6,5 % – aflatonin : 50 (ppg)

– abu : 7% – lemak kasar : 3,7%

harga dari bungkil kedelai bsa mencapai Rp. 5000/Kg. persentase penggunaan bungkil kedelai dalam ransum adalah sebesar 25%. Sentra penghasil bungkil kedelai terbesar di dunia adalah Amerika Serikat. Permasalahan utama dari bungkil kedelai adalah harganya yang mahal, kualitas kedelai lokal yang masih juah dari kualitas kedelai import. Beberapa solusi dalam menagatasi permasalahan bungkil kedelai ini antara lain adalah peningkatan kualitas dari kedelai lokal serta peningkatan pajak import dari kedelai.


Tepung ikan

Tepung ikan adalah pemanfaatan dari banyaknya produksi ikan. Komposisi kimia dari tepung ikan adalah :

– protein : 40-45% – lemak : 5,65%

– air : 8,72% – serat kasar : 2,38%

– abu : 7,19% – posfor :1,01%

Persenatase penggunaan tepung ikan dalam ransum berbeda-beda seperti pada ayam pedaging atau petelur tepung ikan digunakan sebesar 5-10%, itik petelur 5-10%, itik potong 5-12%, puyuh 5-10%, merpati 5%, kalkun 5-15%. Harga dari tepung ikan adalah sebesar Rp.4.000/Kg. sentral penghasil tepung ikan terbesar di Indonesia adalah di daerah Ponorogo,Jawa Timur.

Permasalahan dari tepung ikan adalah semakin lama disimpan aorama ikan akan menghilang oleh karena itu kandungan nutrisinya semakin kecil. Selain itu tepung ikan membutuhkan pengeringan yang tepat karena bila lembab mudah ditumbuhi jamur yang akan merusak kandungan nutrient. Beberapa solusi yang bisa dipakai dalam mengatasi permasalahan tepungikan diantaranya adalah penyimpanan tepung ikan dalam plastic untuk menghindari bakteri dengan jamur yang memicu kerusakan pakan. Penggungaan bahan pengawet agar tepung ikan menjadi lebih tahan lama.


MBM

Komposisi kimia pada MBM adalah sebagai berikut :

– bahan kering : 88,5% – lemak : 11,75%

– abu : 27,73% – serat kasar : 2,71%

– protein : 61,13% – kalsium : 7,6%

– BETN : 0,68% – posfor : 3,76%

Harga per kg dari MBM adalah Rp.36.000. Persentase penggunaan dalam ransum adalah sebesar 1-3%. Sentra pengahasil terbesar di dunia adalah di Australia, USA, New Zeland. Permaslahan terkait tentang MBM adalah karena MBM tersebut import maka dikhawatirkan bahan dasar dari MBM tersebut telah terkontaminasi penyakit seperti anthrax atau penyakit mulut dan kuku. Solusi untuk mengatasi permasalahan MBM adalah meningkatkan kualitas produk lokal, membatasi ketergantungan akan import.

Bungkil Kelapa

Bungkil kelapa adalah sisa sampingan dari proses pembuatan minyak kelapa. Komposisi dari bungkil kelapa adalah sebagai berikut :

– bahan kering : 88,5% – serat kasar : 15,38%

– abu : 6,36% – BETN : 37,26%

– protein kasar : 18,58% – kalsium : 0,08%

– lemak kasar : 12,55% – posfor : 0,52%

harga per kg dari bungkil kelapa adalah Rp.2000. dalam ransum bungkil kelapa dipakai sebanyak 10-15%. Pengahasil terbesar bungkil kelapa di dunia adalah Indonesia dan di Indonesia yang menjadi sentra penghasil bungkil kelapa terbesar adalah di daerah Lampung. Permasalahan utama pada bahan pakan ini adalah kekurangan asam amino lysine dan histidin sehingga pemakaiannya untuk ternak monogastrik perlu diperhatikan keseimbangan asam aminonya. Dengan protei kasar yang umunya 20% belum bisa dimanfaatkan secara optimum. Solusi untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan fermantasi menggungkan Aspergilus niger untuk meningkatkan kecernaannya. Penambahan urea atau ZA untuk meningkatkan kandungan protein.

Bungkil Inti Sawit

Ada dua tahap pengolahan kelapa sawit. Tahap pertama pengolahan sawit dari buah sawit yang menghasilkan minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil), inti kelapa sawit, serat kelapa sawit dan lampung kelapa sawit. Tahap kedua adalah pengolahan inti sawit yang akan menghasilkan minyak inti sawit dan bungkil kelapa sawit. Bungkil inti sawit bisa diberikan sebanyak 20% pada unggas dan babi dan 30-40% pada ruminansia.

Bahan pakan Sumber Vitamin dan Mineral

Berikut ini adalah hasil organoleptik beberapa bahan pakan yang menjadi sumber vitamin dan mineral :
Bahan pakanWarnaTeksturBauRasaSumber
PremixCoklat mudaAgar HalusPellet ikanPahitVitamin
Lime stoneKremSangat halusKapurHambarMineral
DCPPutihHalusSusuHambarMineral
GaramPutihKristalAir lautAsinMineral

Premix

Premix sangat berguna untuk kesehatan ertumbuhan dan produksi ternak yang optimal. Premix dilihat dari campuran berbagi macam mineral, makro ingredient ( bahan penyerta yang disatukan dalam suatu bahan pembawa yang diencerkan ). Premix terbagi menjadi tiga :

1). Premix V-M adalah feed supplement yang mengandung vitamin dan mineral

2). Premix V-A adalah feed supplement yang mengandung vitamin dan antibiotic

3). Premik V-A-M adalah feed supplement yang mengandung vitamin, mineral dan antibiotic.

Contoh premix adalah
top mix mengandung 12 macam vitamin ( A,D,E,K, Bkomplek ), metionin, dan lysine ( Mn, Fe, Zn, Co, dan Cu ) dan anti oksidan BHT.
Diamix mengandung vitamin A,D,E,K,B komplek, metionin,( Fe,Mg, Mo, Ca, Zn, Co,Cu ), antioksidan.
Mineral B12 mengandung CaCO3, FeSO4, Mn, SO4, KI, CuSO4 serta B12 ( sianokobalanin ).

Komposisi zat-zat makanan pada premix A adalah sebagai berikut :

– vitamin A : 10.000.000 IU – vitamin B12 : 4.000 mg

– vitamin D : 1.000.000 IU – DL-Metionin : 227.000 mg

– vitamin E : 7.000 mg – antioxidant : 125.000 mg

– vitamin K3 : 1.000 mg – Mg : 50.000 mg

– vitamin B1 : 1.000 mg – Fe : 10.000 mg

– vitamin B2 : 6.000 mg – Cu : 2.000 mg

– vitamin B6 : 500 mg – Mn : 15.000 mg

– Niacin : 10.000 mg – Zn : 10.000 mg

– Panthothenic acid : 500 mg – I : 100 mg

– Choline cloriene : 10.000 mg

Penggunaan premix dalam ransum hanya sebesar 0,4%. Perusahaan yang memproduksi premix dintaranya P.T. Priter Indonesia, Jakarta, Under Authority – Pritzer Inc, New York, USA. Harga perkilo dari premix adalah Rp. 16.000. permasalahan yang dihadapi bahan pakan ini diantaranya adalah masih importnya produk ini sertq harganya masil relative mahal. Solusi yang ditawarkan adalah pengoptimalan sumber vitamin dan mineral alami serta pengefisienan pemakaian.

DCP

Komponen kimia dari DCP diantaranya :

– posfat : 18%

– kalsium : 24%

– Pb : 0,003%

– As : 0,003%

– F : 0,15%

Harga dari DCP sebesar 1,200$/ ton. DCP dalam ransum hanya digunakan sebanyak 5 %. Sentra penghasil utama adalah China dan Thainland. Permasalahan utama untuk bahan pakan ini adalah Indonesia masih import DCP. Solusinya antar lain Indonesia harus bisa memproduksi DCP sendiri atau mengganti dengan bahan pakan yang kandungannya sama.

Kapur ( CaCO3 )

Kapur merupakan sumber kalsium bagi ternak. Penghasil kapur terbesar adalah Indonesia dengan Padalarang, Bandung sebagai tempat sentra produksi yang cukup besar. Harga kapur adalah Rp. 190/kg. kapur terbagi dalam dua ukuran yaitu ukuran 60 mesh dan 30 mesh. Dalam bentuk granular 1mm, 2-3mm, 3-5mm. Kapur mengandung 36-40% kalsium. Penggunaan dalam ransum 0,43% pada sapi dara. Permasalahan pada kapur antara lain penggunaan yang berlebihan pada dosis tinggi tanpa diikuti phosphor menyebabkan presipitasi garam kalsium pada berbagai jaringan terutama ginjal. Solusinya adalah dengan penambahan Phospor.

Garam ( NaCl )

Komposisi kimia dsaari garam adalah Na sebesar 39,34% dan Cl sebesar 60,66%. Harga perkilo dari garam adalah Rp. 300. Garam digunakan dalam ransum sebanyak 0,25-0,5%). Sentra penghasil garam terbesar di Indonesia yang terletak di daerah Madura sedangkan untuk penghasil garam terbesar di Dunia adalah China. Permasalahan produksi konsumsi nasional garam mencapai 1,7 juta ton/ tahun. Sedangkan saat ini produksi nasional hanya mencapai 1,2 ton/ tahun. Untuk mengatasi defisiensi mineral dimana mineral ini dalam ternak tidak disimpan dalam tubuh karena sebagian besar terdapat di dalam cairan tubuh. Sehingga dengan komposisi yang mengandung mineral esensial Na dan Cl membuat kita harus memberikan garam pada ternak.
Share:

Wednesday, March 14, 2018

Kandungan Gizi Pada Gaplek dan Kedelai Untuk Bahan Pakan Ternak

Bahan Pakan Alternatif Untuk Ternak, Gaplek
Pemanfaatan Gaplek sebagai bahan pakan ternak sapi potong sudah lama dilakukan. Tetapi untuk pakan unggas masih jarang karena pakan unggas lebih banyak mengandalkan bahan pakan dari jagung. Sebenarnya jika gaplek dikombinasikan dengan kedelai maka dari segi kandungan nutrisi sudah cukup untuk pakan unggas dan dari segi harga juga  bisa lebih murah. Tetapi kelemahan singkong ini karena mengandung senyawa anti nutrisi sehingga perlu dinetralisir terlebih dahulu. 
Banyak bahan pakan ternak yang jika berdiri sendiri atau diberikan secara individu kurang baik bagi ternak bahkan kadang beracun tetapi jika dikombinasikan dengan bahan lain maka efek negatif seperti efek racunnya bisa diminimalisir, salah satu contoh kombinasi bahan pakan untuk mengurangi pengaruh negatif pada ternak adalah penggabungan antara gaplek dan kedele untuk pakan ternak.

Netralisasi Sianogenik 
Akar dan daun cassava mengandung senyawa anti nutrisi yaitu glukosida linamarin dan lotaustralin. Jika senyawa tersebut terhidrolisa oleh aktivitas enzim linamarase akan membebaskan asam sianogenik yang dapat menyebabkan keracunan pada ternak apabila terdapat dalam jumlah di atas batas aman. Dalam reaksinya, linamarin plus air dengan bantuan enzim linamarase menghasilkan asam sianogenik plus aseton plus glukosa. Tinggi rendahnya kadar total glukosida sianogenik dalam akar atau daun cassava akan membedakan antara varietas pahit (lebih tinggi toksisitasnya) dan varietas manis. Metoda ekonomis yang sejauh ini paling efektif menghilangkan seluruh atau sebagian asam sianogenik adalah dengan pemberian panas. Perlakuan suhu antara 40 dan 800C efektif untuk menghilangkan asam sianogenik. Dehidrasi alami dengan pemanasan di bawah sinar matahari juga merupakan cara yang aman untuk menghilangkan asam sianogenik tanpa akan mengaktifkan enzim linamarase. 
Sebaiknya penggunaan cassava dalam pakan layer tidak lebih dari 20 %. Lebih tinggi dari itu akan berisiko menurunkan konsumsi pakan.
Gaplek sebenarnya merupakan salah satu upaya pengawetan produk singkong untuk tujuan (biasanya) non konsumsi. Cara pembuatannya sangat sederhana yaitu umbi akar dikelupas kulitnya, dipotong–potong, selanjutnya dijemur selama 2 – 3 hari tergantung intensitas sinar matahari. Bisa juga menggunakan alat pengering. Penjemuran dihentikan setelah kadar air turun menjadi 12-14%. Disebut kering apabila dipatahkan mengeluarkan bunyi yang khas. Racun sianogen sebagian besar terdapat pada kulit akar. Tindakan pengelupasan kulit, perendaman dan penjemuran, signifikan menurunkan kandungan sianogen. Standar spesifikasi minimum dari gaplek adalah kadar kanji minimum 65 %, serat kasar maksimum 5 %, pasir minimum 3 %, kadar air maksimum 14 %. Cara pengawetan lain, membuatnya dalam bentuk pellet. Cassava kering digiling menggunakan hammer mill lalu dimasukkan dalam mesin pelletmill dimana sebelumnya dilewatkan ke dalam conditioner yang memberikan uap air panas (steam). Dengan bentuk pellet, kualitas bahan dan ukurannya menjadi lebih seragam, mengurangi tepung yang timbul selama penanganan, mengambil tempat 25 – 30 % lebih efisien dibandingkan jika masih dalam bentuk potongan besar, memudahkan dan mengefisienkan proses pengangkutan.  

Kombinasi Cassava : Kedele 
Karena cassava rendah protein, dalam penggunaannya sebagai bahan baku pakan unggas dikombinasikan dengan bahan kaya protein lain (bungkil kedele).

Kombinasi 82 % cassava dan 18 % kedele mempunyai kandungan nutrisi setara dengan jagung. Tepung cassava dapat mensubstitusi 45 - 50 % jagung untuk pakan broiler starter tanpa menimbulkan efek yang merugikan terhadap laju pertumbuhan, konsumsi pakan dan konversi pakan. Percobaan lain menambahkan tepung cassava yang berupa campuran antara bagian akar umbi dan daun serta tangkai lunak untuk menggantikan 25 % dan 50 % jagung yang dipakai (dari level jagung 50 %). Pakan percobaan mengandung 12,5 % dan 25 % tepung cassava. Campuran tepung cassava terdiri bagian akar dan campuran daun / tangkai 2,5 : 1; sedangkan perbandingan daun terhadap tangkai 5 : 1. Hasil percobaan memperlihatkan meskipun cassava digunakan pada level tinggi tidak terlihat adanya gangguan kesehatan, meski laju pertumbuhan dan efisiensi pakan terganggu (13 % dan 19 % laju pertumbuhan dibandingkan pakan kontrol serta 14 % dan 26 % konversi pakan). Penggunaan tepung cassava dianggap masih bernilai ekonomis terlebih saat harga jagung tinggi.  

Efek Pigmentasi 
Mengingat pakan broiler kebanyakan diberikan dalam bentuk pellet atau crumble maka cassava bisa digunakan dalam jumlah yang lebih tinggi. Pada percobaan terhadap ayam broiler, bagian akar cassava dapat diberikan sampai level 45 – 50 % sementara bagian daunnya 5 – 6 %. Tabel 3 memperlihatkan contoh formulasi penggunaan cassava untuk mensubstitusi jagung dalam percobaan pada broiler starter (3.a) dan finisher (3.b). Penggunaan cassava level tinggi dan juga kedele utuh tidak memberikan pengaruh merugikan terhadap kondisi litter (kotoran) yang dihasilkan broiler. Hanya saja penggunaan cassava (bagian akar) mengganggu pigmentasi kuning pada bagian kaki, paruh, kulit dan perlemakan. Jika dilakukan ranking pigmentasi dari 1 (pigmentasi buruk) sampai 4 (pigmentasi baik), maka pakan yang mengandung campuran cassava akar dan daun memberikan kualitas pigmentasi yang sama dengan pakan kontrol (jagung) bernilai 4. Apabila pakan disajikan dalam bentuk tepung, sebaiknya penggunaan cassava tepung tidak lebih dari 20 % (starter) dan 25 % (finisher).  

Energi Metabolik dan Konsumsi Pakan 
Berbeda dengan pakan broiler yang mensyaratkan energi tinggi, pakan layer membutuhkan tingkat energi metabolik yang lebih rendah (2800 kcal/kg). Sebaiknya penggunaan cassava dalam pakan layer tidak lebih dari 20 %. Lebih tinggi dari itu akan berisiko menurunkan konsumsi pakan. Pada percobaan menggunakan cassava tepung untuk mensubstitusi jagung 10 – 20 %, diberikan pada beberapa fase umur ayam petelur memperlihatkan perbedaan tingkat produksi telur, meski tidak signifikan. Ada kecenderungan konsumsi pakan sedikit menurun (1 gr/ek/hari).

Share:

Wednesday, January 3, 2018

Jenis Mineral Penting Yang Dibutuhkan Ternak Sapi

Ransum Pakan Sapi Yang Baik, Wajib Memiliki Kandungan Mineral Yang Dibutuhkan Sapi Dalam Jumlah Cukup
Mineral Sapi
Apa saja Manfaat Mineral Bagi Sapi?
Secara umum fungsi mineral yang harus ada pada pakan ternak sapi adalah untuk:
  • Pembentukan dan penguatan tulang dan gigi sapi
  • Mempertahankan keadaan koloidal dan beberapa senyawa dalam tubuh ternak
  • Menjaga keseimbangan asam basa dalam tubuh sapi
  • Memelihara permeabilitas membran-membran dan keseimbangan ion dalam darah
  • Sebagai aktivator enzim jenis tertentu
  • Komponen sistem enzim, darah dll
  • Meningkatkan kepekaan saraf dan otot ternak sapi
  • Meningkatkan kinerja organ dengan baik
  • Membantu meningkatkan metabolisme dengan maksimal
  • Membantu memperbaiki pertumbuhan ternak
  • Sumber asupan nutrisi
  • Membantu mengatur hormon reproduksi
  • Berperan penting dalam pembentukan hemoglobin atau kekebalan tubuh
Produk-produk Mineral Pabrikan
Salah satu contoh produk mineral pabrikan untuk sapi potong dan sapi perah adalah produk dibawah ini: 

Ultra Mineral

Isi: 1 kg
Komposisi :
Calsium Carbonat 50%, Phospor 25%, Manganese0,35%, Iodium 0,20%, Kalium 0,10%, Cupprum 0,15%, Sodium Chlorine 15,00 %, Iron 0,80%, Zinc 0,20%, Magnesium 0,15%
Indikasi :
Sapi perah : meningkatkan produksi air susu, mencegah kelumpuhan, keguguran
Sapi potong : memacu pertumbuhan sapi potong agar cepat besar dan gemuk.
Aturan pakai :
Pencegahan : 1 kg ULTRA MINERAL untuk 100 kg makanan penguatnya setiap hari
Pengobatan : 2 kg ULTRA MINERAL untuk setiap penguatnya setiap hari.
Nomor registrasi: Deptan RI No. D 8205275 FTS


Mineral Blok

Deskripsi Produk

Garam Mineral Blok Sapi, Kerbau, Domba Mudah dan Praktis terdiri dari 4 Bata, berat masing masing 3 kg per bata / box

Indikasi :
Mineral Blok mempunyai manfaat lebih, karena disamping memenuhi kebutuhan mineral, juga dapat merangsang nafsu makan sehingga pertumbuhan sapi kerbau domba meningkat pesat
Cara Pemakaian sangat mudah dan praktis, Mineral Blok digantungkan atau diletakkan di depan mulut ternak, kemudian ternak akan menjilati mineral blok sampai kebutuhan mineralnya terpenuhi

KOMPOSISI :
Tiap kh Mineral-Blok mengandung :
- Phospor ............................... 1,80 %
- Calsium ............................... 2,33 %
- Magnesium ...................... 2567 mg
- Ferrum ( zat besi ) ........... 2211 mg
- Lodium ................................ 122 mg
- Manganese ......................... 650 mg
- Zincum ................................. 301 mg
- Cupri Sulfat ........................... 0,25 %
- Natrium Clorida ....................... 87

ATURAN PAKAI :
MINERAL BLOK dapat digunakan atau diletakkan didepan mulut ternak,
kemudian ternak akan menjilati Mineral Blok sampai kebutuhan mineralnya terpenuhi.

Mineral Sapi Kemasan 1 Kg

Deskripsi Produk
Mineral sapi merupakan mineral yang digunakan untuk sapi/babi (hewan besar) agar bisa memenuhi kebutuhan mineral secara manual

Manfaat :
-Menambah nafsu makan dan mempercepat pertumbuhan.
-Mencegah penyakit anemia (kekurangan darah hingga pucat, kurus, kurang nafsu makan)
-Memperlancar masa birahi
-Mengurangi lahirnya anak cacat pada babi dan sapi
-Mengurangi terjadinya parakeratosis (kulit bersisik)

Aturan pakai :
Campurkan 1-2 kg Mineral sapi kedalam 100 kg pakan, aduk secara merata atau 1-2 sendok makan/kg pakan. Berikan tiap hari

Mineral sapi hanya tersedia dalam kemasan 1 kg.

Dan masih banyak produk-produk lainnya yang bisa dipergunakan untuk melengkapi kandungan nutrisi yang berupa mineral pada produk ransum pakan ternak sapi anda.
Mineral yang cukup dalam ransum sapi akan membentuk tubuh sapi lebih kompak

Macam-macam Jenis Mineral dan Manfaat Serta Fungsinya Bagi Ternak

KandunganFungsi
1.       Kalsium ( Ca )proses pembentukan pertulangan baik pertulangan kaki, badan, kerangka maupun pertulangan gigi.
2.       Fosfor ( P )Pembentukan pertulangan dan gigi ternak
3.       Magnesium ( Mg )Membantu membentuk sel darah merah dengan mengikat oksigen dan hemoglobin.
4.       Natrium ( Na )Membentuk garam dalam tubuh dengan menghantarkan impuls dalam serabut syaraf dan membantu meningkatkan tekanan osmosis pada sel yang menjaga keseimbangan cairan sel.
5.       Klor ( Cl )Membentuk garam ( HCL ) pada lambung, dan juga menghambat pertumbuhan penyakit didalam lambung.
6.       Sulfur ( S )Membantu meningkatkan kinerja mikroba didalam rumen untuk membentuk asam amino.
7.       Besi ( Fe )Membantu menabsorpsi dan mentranspor oksigen kedalam sel seluruh tubuh dan juga sebagai oksidasi.
8.       Tembaga ( Cu )Pembentukan hemoglobin pada sel darah merah.
9.       Seng ( Zn )Membentuk enzim, hormon dan juga membantu meningkatkan pengecapan makanan.
10.   Mangan ( Mn )Mengatur pertumbuhan dan organ reproduksi ternak.
11.   Kobal ( Co )Pembentukan pembulu darah ternak.
Sumber data : Underwood and Sutlle, 1999., Ortolani, 2001

Sumber Bahan – Bahan utama mineral bagi ternak

Sumber Bahan MineralKandungan
1.       GaramNa dan CL penggunaan maksimal sebanyak 0,25 %
2.       Tepung kerangBETN 1,2 %, Protein kasar 43,4 %, dan bahan kering 86 %
3.       Tepung kulit telurProtein kasar 7.6 %, Abu 91.1 %, Kalsium 36,4 %, Fosfor 0,12 %, Na 0,15 % dan Fe 0,002 %
4.       Tepung kapurCa 33-38 %, P 0%
Sumber data : Yaman, 2010., Hartadi et all, 1991

Efek Negatif Akibat Defesiensi  Mineral

  • Pertumbuhan terhambat
  • Konsumsi ransum akan menurun
  • Laju metabolik basal akan meningkat
  • Aktivitas dan nafsu makan akan menurun
  • Peredaran darah akan terhambat
  • Produksi daging dan juga susu akan menurun
  • Bulu akan mengalami kerontokan
 Dari berbagai sumber
Share:

Definition List

Unordered List

Support