This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Showing posts with label Teknologi Peternakan. Show all posts
Showing posts with label Teknologi Peternakan. Show all posts

Monday, June 4, 2018

Mengenal Pakan Comboran Sapi dan Cara Membuatnya

Apa Yang Dimaksud Dengan Pakan Comboran dan Apa Manfaatnya Bagi Ternak Sapi.
Banyak sekali cara dan variasi pakan ternak sapi yang diberikan oleh seorang peternak kecil yaitu peternak sapi lokal. Cara-cara memberikan makanan dan juga jenis pakannya sangat terinspirasi dari pengalaman sekitarnya juga dari pengalaman orang tuanya karena kebanyakan peternak kecil di pedesaaan biasanya merupakan usaha turun temurun. Untuk peternak di pedesaan yang sehari hari mengandalkan hijauan hasil "ngarit", memberikan pakan comboran untuk sapi sangat perlu dilakukan agar perkembangan sapinya lebih cepat dan lebih bagus. Komboran sangat penting di berikan pada sapi,karena banyak kandungan Nutrisi yang terdapat di dalamnya,itu tentunya di dukung dengan bahan dan cara pembuatannya.

Jenis-jenis bahan pakan yang bisa dipakai sebagai comboran sapi sebenarnya beraneka ragam dan hampir semua jenis pakan yang berasal dari sisa industri pertanian seperti ampas tahu, ampas bir, onggok atau ampas gamblong bisa dimanfaatkan untuk campuran pakan comboran sapi. Dan dibawah ini hanyalah sebagian kecil contoh cara membuat pakan comboran sapi dengan bantuan bahan tambahan starbio untuk meningkatkan kualitas dan kandungan gizi pakan comboran yang akan diberikan pada ternak sapi.


Cara Membuat Pakan Sapi Comboran Sederhana I
Siapkan ember besar,air sumur,dedak halus ¨katul¨,garam dan star bio. Setar bio mudah di dapat,beli saja di toko peternakan atau pertanian. Star bio selain mengandung nutrisi yang cukup tinggi juga menambah nafsu makan pada sapi. Tapi yang lebih unik adalah berpengaruh pada kotorannya,setelah di kasih star bio kotoran sapi jadi tidak terlalu bau,tidak seperti kotoran sapi biasa.
Setelah ember besar,air sumur,dedak halus ¨katul¨,garam,dan star bio sudah tersiapkan semua,kita mulai langkah awal. Pertama siapkan ember besar lalu dedak halus ¨katul¨ di masukan,ukuran 25 liter ari,membutuhkan dedak halus ¨katul¨ 1 kg. Setelah dedak di masukan lalu garam,kurang lebih 2 sendok makan. Sesudah itu lalu star bio di masukan,ukurannya 2 sendok makan. Setelah dedak,garam,dan starbio di masukan kedalam ember besar baru di larutkan dengan air sumur yang sudah di sediakan. Aduk sampai rata dan siap di berikan pada sapi. Pemberian komboran pada sapi sebaiknya 1 hari 2kali,yaitu pagi dan sore setelah sapi selesai makan.

Manfaat starbio :
1. lebih banyak zat nutrisi yang dapat diurai dan diserap (meningkatkan daya
cerna pakan)
2. kotoran tidak berbau
3. dengan pakan yang sama akan dihasilkan produksi lebih banyak
4. kualitas produksi akan meningkat
5. Kumpulan mikroba yg terdapat dalam starbio akan membantu pencernaan pakan dalam tubuh ternak,membantu penyerapan pakan lebih banyak sehingga pertumbuhan ternak lebih cepat dan produksi dapat meningkat.Hasilnya , FCR ( feed convertion ratio ) atau konversi pakan akan menurun sehingga biaya pakan menjadi lebih murah

Contoh Ransum Comboran Pakan Sapi II
Komboran dibawah ini juga diberikan dua kali sehari, jam 8.00 dan 16.00, dengan komposisi:
  • Dedak 1 kg
  • Ampas bir 2 kg
  • Brand polar (dedak gandum) ½ kg
  • Ampas tahu basah 2kg
  • Ampas tempe ½ kg
  • Parutan telo afkir 3kg (400 rp/kg)
  • Air tempe 5 ltr.
  • Air 15 ltr. (kalau bisa dedak, brand polar, kulit kedelai dimasak
Campurkan semua bahan diatas, pakan comboran siap diberikan pada sapi. Jika ada salah satu bahan yang tidak anda miliki bisa diganti dengan bahan lain yang agak mirip atau serupa kandungan nutrisinya. Jangan terpaku pada satu dua jenis pakan tertentu karena banyak bahan-bahan pakan sapi yang memiliki manfaat hampir sama baik sebagai sumber karbohidrat dan juga sumber protein.

Penggunaan Starbio dan Manfaatnya Untuk Berbagai Jenis Ternak 

Starbio utk Sapi Potong 

  • Starbio 0,3 - 0,5 kg / 100 kg Pakan konsentrat
  • Protein kasar ( CP ) diturunkan 1-2 %
  • Jika protein kasar ( CP )pakan tidak diturunkan : FCR ( konversi pakan ) akan turun, panen lebih cepat ( PBB meningkat )
  • Bau kotoran tereduksi , kotoran lebih kering
  • Jerami Fermentasi dengan starbio dapat menggantikan rumput 100%
Starbio untuk Sapi Perah
  • Starbio 0,5 kg / 100 kg Pakan konsentrat
  • Protein kasar diturunkan 1-2 %
  • Jika protein kasar pakan tidak diturunkan  * produksi meningkat  +/- 10% * Kualitas produksi meningkat ( total solid / fad )
  • Bau kotoran tereduksi
  • Jerami Fermentasi dengan starbio dapat menggantikan rumput 100%
Starbio untuk Kambing 
  • Starbio 0,25 kg / 100 kg Pakan
  • FCR akan turun, PBB meningkat
  • Kotoran lebih kering, bau tereduksi
Starbio untuk Ayam Pedaging
  • Starbio 0,25 kg / 100 kg pakan
  • Crude protein pakan di turunkan 1- 2% ( dengan jalan penambahan jagung dan bekatul )
  • Jika CP tidak diturunkan : FCR akan turun, panen lebih cepat
  • Mortalitas berkurang
  • kotoran lebih kering, bau tereduksi
Starbio untuk Bebek
  • Starbio 0,25 kg / 100 kg pakan
  • Crude protein pakan di turunkan 1- 2% ( dengan jalan penambahan jagung dan bekatul )
  • Jika CP tidak diturunkan : FCR akan turun, panen lebih cepat
  • Bobot bebek Afkir lebih berat
  • kotoran lebih kering, bau tereduksi
 Starbio untuk Ayam Petelur
  • Starbio 0,25 kg / 100 kg pakan
  • Crude protein pakan di turunkan 1- 2% ( dengan jalan penambahan jagung dan bekatul )
  • Jika CP tidak diturunkan : FCR akan turun, panen lebih cepat
  • Bobot ayam Afkir lebih berat
  • kotoran lebih kering, bau tereduksi
diolah dari berbagai sumber
Share:

Wednesday, April 25, 2018

Potensi Tanaman Azolla Sebagai Pakan Ternak dan Ikan

Azolla
Manfaat Tanaman Air Azolla Bisa Digunakan Sebagai Hijauan Makanan Ternak dan Pakan Ikan Budidaya Serta Bisa Digunakan Sebagai Pupuk Alami Yang Ramah Lingkungan
Berdasarkan kaji terap di lapangan, dalam keadaan segar azolla bisa diberikan untuk pakan ikan gurami, tawes, nila dan karper. Dengan pemberian pakan berupa azolla, terbukti ikan tetap bisa tumbuh pesat. Tak kalah dengan ikan lainnya yang diberi pakan buatan berupa pelet. Di saat harga pupuk, pakan ternak dan ikan mahal seperti belakangan ini, tak ada salahnya bila azolla ini menjadi salah satu alternatif pilihan yang secara finansial cukup menguntungkan
Azolla merupakan salah satu trobosan baru bahan pakan yang dapat digunakan sebagai pakan alternatif bagi ternak unggas maupun ikan yang memiliki kadar protein tinggi. Azolla disamping harganya murah, tanaman ini juga mudah untuk dibudidayakan dengan media airSebagai pakan ternak, kandungan gizi azolla cukup menjanjikan. Kandungan protein misalnya, mencapai 31,25 persen, lemak 7,5 persen, karbohidrat 6,5 persen, gula terlarut 3,5 persen dan serat kasar 13 persen. Sehingga memudahkan peternak untuk menyediakan pakan alternatif secara efektif dan efisien yang tentunya bertujuan meraup keuntungan lebih dari penggunaan azolla ini. Sebagai pakan alternatif azolla memiliki beberapa keunggulan seperti daya hidupnya yang mudah serta kandungan protein kasar sangat tinggi di banding dengan bahan pakan alternatif yang lain.
Bila digunakan untuk pakan itik, penggunaan azolla segar yang masih muda (umur 2 - 3 minggu) dicampur dengan ransum pakan itik. Berdasarkan hasil penelitian, campuran azolla 15 persen ke dalam ransum ini, terbukti tidak berpengaruh buruk pada itik. Maksudnya, itik tetap menyantap pakan campuran azolla ini dengan lahapnya. Produksi telur, berat telur dan konversi pakan juga tetap normal. Ini bearti penggunaan azolla bisa menekan 15 persen biaya pembelian pakan itik. Tentu saja hal ini cukup menguntungkan peternak karena bisa mengurangi biaya pembelian pakan itik.
Azolla adalah paku air mini ukuran 3-4 cm yang bersimbiosis dengan Cyanobacteria pemfiksasi N2. Simbiosis ini menyebabkan azolla mempunyai kualitas nutrisi yang baik. Tanaman ini sudah berabad-abad digunakan di Cina dan Vietnam sebagai sumber N bagi padi sawah.
Tempat terbaik untuk budidaya adalah KOLAM TANAH, bila tidak memakai kolam tanah, tambahkan tanah dalam tempat itu (karena azolla suka media yg berlumpur), campurkan kompos/ pupuk kandang/ lumpur kurasan kolam ikan. Ketebalan media (-+)5cm sudah cukup  

Budidaya azolla tidak memerlukan sarat yang sulit, hanya membutuhkan media kolam atau wadah yang berisi air kemudian di berikan beberapa bibit dalam hitungan beberapa hari sudah tumbuh dengan baik. Di bidang aklademik, tanaman azolla sudah diteliti oleh salah satu dosen UMM Malang Bapak Ir. Syarifudin, Msi yang mengemukakan bahwa tanaman ini memiliki beberapa keunggulan dan dapat digunakan sebagai bahan pakan alternatif ternak unggas, ruminansia maupun ikan. Selain itu azolla juga dapat digunakan sebagai pupuk organik yang dapat meningkatkan kesuburan tanah sehingga baik bagi tanaman lain.
Azolla microphilla sangat membutuhkan  sinar matahari dan kurang bagus dibawah naungan yang tidak terkena sinar matahari sama sekali  tetapi  yang perlu diwaspadai adalah sinar UV yang tinggi, bila Azolla daunnya seperti terbakar(kecoklatan), maka sinar uv terlalu banyak(terjadi pada saat posisi matahari dekat dengan bumi), jadi perlu diberi naungan (bisa paranet).
Suatu penelitian internasional di mana Indonesia (Batan) ikut terlibat, menghasilkan temuan bahwa Azolla yang bersimbiosis dengan Anabaena azollae dapat memfiksasi N2-udara sebanyak 70 – 90%. N2 yang ‘ditambang’ oleh Anabaena dan terakumulasi dalam sel daun Azolla ini yang digunakan sebagai sumber N bagi padi sawah. Laju pertumbuhan Azolla dalam sehari 0,355 – 0,390 gram (di laboratorium) dan 0,144 – 0,860 gram per hari (di lapang). Pada umumnya biomassa Azolla maksimum tercapai setelah 14 –28 hari setelah inokulasi. 

Dari hasil penelitian Batan diketahui bahwa dengan menginokulasikan 200 g Azolla segar per m2 maka setelah 3 minggu, Azolla akan menutupi seluruh permukaan lahan tempat Azolla ditumbuhkan. Dalam kondisi tersebut, dapat dihasilkan 30 – 45 kg N/ha yang setara dengan 100 kg urea, yang notabene adalah pupuk kimia !! Lapisan Azolla di atas permukaan lahan sawah dapat menghemat penggunaan urea sebesar 50 kg urea/ha, kadangkala bila musim sangat baik Azolla dapat menghemat sampai dengan 100 kg urea/ha. Azolla tumbuh dan berkembang lebih baik pada musim penghujan daripada musim kemarau.

Azolla
Meski sudah diperkenalkan dan dipopulerkan sejak awal tahun 1990-an, ternyata belum banyak petani yang memanfaatkan tanaman azolla (Azolla pinnata) untuk usaha taninya. Padahal manfaat tanaman air yang satu cukup banyak. Selain bisa untuk pupuk dan media tanaman hias, azolla juga bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak dan ikan.

Di Bali, azolla biasa dan sering dijumpai terapung di perairan sawah dan kolam ikan. Karena dianggap gulma, para petani lantas menyingkirkannya. Ditumpuk dan dibuang begitu saja. Padahal, bila dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman padi di sawah, azolla ini bisa menekan penggunaan pupuk urea sampai 65 Kg/ha.

Manfaat Azolla Sebagai Pengganti Urea
Pemanfaatan azolla sebagai pupuk ini memang memungkinkan. Pasalnya, bila dihitung dari berat keringnya dalam bentuk kompos (azolla kering) mengandung unsur Nitrogen (N) 3 - 5 persen, Phosphor (P) 0,5 - 0,9 persen dan Kalium (K) 2 - 4,5 persen. Sedangkan hara mikronya berupa Calsium (Ca) 0,4 - 1 persen, Magnesium (Mg) 0,5 - 0,6 persen, Ferum (Fe) 0,06 - 0,26 persen dan Mangaan (Mn) 0,11 - 0,16 persen.

Berdasarkan komposisi kimia tersebut, bila digunakan untuk pupuk mempertahankan kesuburan tanah, setiap hektar areal memerlukan azolla sejumlah 20 ton dalam bentuk segar, atau 6-7 ton berupa kompos (kadar air 15 persen) atau sekitar 1 ton dalam keadaan kering. Bila azolla diberikan secara rutin setiap musim tanam, maka suatu saat tanah itu tidak memerlukan pupuk buatan lagi.

Hal itu dimungkinkan, karena pada penebaran pertama 1/4 bagian unsur yang dikandung azolla langsung dimanfaatkan oleh tanah. Seperempat bagian ini, setara dengan 65 Kg pupuk Urea. Pada musim tanam ke-2 dan ke-3, azolla mensubstitusikan 1/4 - 1/3 dosis pemupukan.

Dibanding pupuk buatan, azolla memang lebih ramah lingkungan. Cara kerjanya juga istimewa, karena azolla mampu mengikat Nitrogen langsung dari udara.

Azolla Untuk media tanam
Penggunaan sebagai pupuk, selain dalam bentuk segar, bisa juga dalam bentuk kering dan kompos. Dalam bentuk kompos ini, azolla juga baik untuk media tanam aneka jenis tanaman hias mulai dari bonsai, suplir, kaktus sampai mawar. Untuk media tanaman hias, selain digunakan secara langsung, kompos azolla ini juga bisa dengan pasir dan tanah kebun dengan perbandingan 3 : 1 : 1.


Untuk membuat kompos azolla, caranya cukup mudah. Buat saja lubang ukuran (P x L x D) 3 x 2 x 2 meter. Kemudian azolla segar dimasukkan ke dalam lubang. Seminggu kemudian azolla dibongkar. Untuk mengurangi kadar air menjadi 15 persen, azolla yang sudah terfermentasi tersebut lantas dijemur. Setelah agak kering, baru dikemas dalam kantong plastik atau langsung digunakan sebagai media tanam.


Pakan ternak dan ikan
Selain untuk pupuk dan media tanam, azolla juga bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak, khususnya itik dan beragam jenis ikan omnivora dan herbivora. Sebagai pakan ternak, kandungan gizi azolla cukup menjanjikan. Kandungan protein misalnya, mencapai 31,25 persen, lemak 7,5 persen, karbohidrat 6,5 persen, gula terlarut 3,5 persen dan serat kasar 13 persen.


Bila digunakan untuk pakan itik, penggunaan azolla segar yang masih muda (umur 2 - 3 minggu) dicampur dengan ransum pakan itik. Berdasarkan hasil penelitian, campuran azolla 15 persen ke dalam ransum ini, terbukti tidak berpengaruh buruk pada itik. Maksudnya, itik tetap menyantap pakan campuran azolla ini dengan lahapnya. Produksi telur, berat telur dan konversi pakan juga tetap normal. Ini bearti penggunaan azolla bisa menekan 15 persen biaya pembelian pakan itik. Tentu saja hal ini cukup menguntungkan peternak karena bisa mengurangi biaya pembelian pakan itik.

Sama seperti untuk itik, bila akan dimanfaatkan untuk pakan ikan, azolla bisa diberikan secara langsung dalam keadaan segar. Boleh juga dengan mengolahnya terlebih dulu menjadi tepung. Tepung azolla ini, selanjutnya digunakan sebagai bahan campuran untuk membuat pakan buatan (pelet) untuk ikan.


Berdasarkan kaji terap di lapangan, dalam keadaan segar azolla bisa diberikan untuk pakan ikan gurami, tawes, nila dan karper. Dengan pemberian pakan berupa azolla, terbukti ikan tetap bisa tumbuh pesat. Tak kalah dengan ikan lainnya yang diberi pakan buatan berupa pelet. Di saat harga pupuk, pakan ternak dan ikan mahal seperti belakangan ini, tak ada salahnya bila azolla ini menjadi salah satu alternatif pilihan yang secara finansial cukup menguntungkan


Catatan Penting Tentang Azolla
  • Semakin Dekat  Azolla Microphylla dengan media/kolam dangkal akan semakin baik karena unsur hara terpenting bagi Azolla microphylla adalah unsur P(hara utama tanaman yang penting untuk perkembangan akar,anakan, berbunga awal, dan pematangan) dan itu tidak bisa diperoleh di air. terdapat di tanah, bila terpaksa tinggi, caranya seperti disebut diatas, pakai pupuk p(sp36), kalau kesulitan nyari sp36 pakai Multi-KP (lg nyoba) atau pupuk kandang
  • Azolla microphilla sangat membutuhkan  sinar matahari dan kurang bagus dibawah naungan yang tidak terkena sinar matahari sama sekali  tetapi  yang perlu diwaspadai adalah sinar UV yang tinggi, bila Azolla daunnya seperti terbakar(kecoklatan), maka sinar uv terlalu banyak(terjadi pada saat posisi matahari dekat dengan bumi), jadi perlu diberi naungan (bisa paranet)
  • Jangan menggunakan Pupuk Urea (apabila kolam sudah terisi Azolla Microphylla, AZOLLA AKAN MATI !!! Pupuk urea hanya boleh di gunakan saat tahap awal pemupukan kolam/saat kolam belum diisi. setelah pemupukan dengan urea, kolam dibiarkan dulu selama kira2 2 minggu atau sampai kolam tidak berbau amonia, baru bisa diisi azolla
  • Saat penggunaan pupuk kandang pada media, PERHATIKAN BAU AIR. apabila air menjadi BAU, berarti pupUk belum terfermentasi sempurna, JANGAN DIPAKAI !! azolla bisa MATI.
  • Tempat terbaik untuk budidaya adalah KOLAM TANAH, bila tidak memakai kolam tanah, tambahkan tanah dalam tempat itu (karena azolla suka media yg berlumpur), campurkan kompos/ pupuk kandang/lumpur kurasan kolam ikan. Ketebalan media (-+)5cm sudah cukup
  • Perlakuan pertama saat barang tiba(dari paketan) letakkan azolla microphylla ditempat teduh(dalam bak/wadah berair + pupuk kandang) selama 2 hari atau lebih, sampai Azolla microphylla terlihat segar, baru dipindah ke tempat yang terkena matahari
  • (Pengiriman bisa membuat tanaman stress karena air dan udara minim). Seperti Makhluk Hidup yang lain, Azolla Microphylla memerlukan Adaptasi dilingkungan yang baru, jadi jangan kaget apabila Azolla yang awalnya segar tiba2 mati(jadi coklat, daun tenggelam). jangan Putus Asa dulu, perhatikan Poin2 di atas, apabila sudah semua, coba tambahkan Pupuk SP36 / Multi-KP / Atau pupuk lain yang unsur P nya tinggi, agar Azolla lebih kuat dan tidak terlalu STRESS (sumber:http://azollamagelang.blogspot.com)
Share:

Friday, April 20, 2018

Cara Meningkatkan Kandungan Nutrisi Jerami Agar Lebih Berkualitas

Bagaimana Cara Meningkatkan Mutu Jerami Agar Layak Sebagai Pakan Ternak Sapi Andalan?


Saat panen raya padi biasanya banyak jerami padi yang terbuang percuma, sebagian bahkan hanya menjadi abu karena dibakar oleh petani di persawahan. Jerami lebih sering dimanfaatkan sebagai pakan cadangan saat rumput segar/rumput hijau susah didapatkan. Hal ini karena peternak sudah sangat menyadari jika jerami merupakan salah satu bahan pakan ternak yang kurang bermutu. Zat-zat yang terkandung didalamnya seperti selulosa yang sebenarnya masih bisa dimanfaatkan oleh sapi terselubung oleh dinding keras, yakni silika dan lignin. Sehingga selulosa sulit diembusi oleh getah pencernaan ternak sapi. Atau dengan kata lain bahan pakan berupa jerami itu sulit dicerna. Nilai cernanya hanya sekitar 30%. Artinya, bila dihabiskan 10 kg jerami, maka hanya 3 kg saja yang bisa dicerna. Namun, dengan bertambahnya kemajuan di bidang ilmu pengetahuan, khususnya pakan ternak, maka nilai cerna jerami yang rendah tadi bisa ditingkatkan menjadi lebih dari 50%.

Meningkatkan Mutu Jerami Padi Kering Dengan Penggunaan Urea 

Cara dan Prosesnya:
Proses pencampuran jerami dengan urea dilakukan dengan cara sebagai berikut. Jerami yang akan dicampur harus ditimbang terlebih dahulu. Jerami bisa dalam keadaan kering ataupun basah (segar). Untuk jerami kering, urea yang digunakan harus dilarutkan ke dalam air terlebih dahulu. Setiap 100 kg jerami kering dibutuhkan 100 liter air sebagai pelarut urea.

Sedangkan untuk jerami segar, urea tak perlu dilarutkan ke dalam air. Kebutuhan urea untuk jerami basah (segar) adalah 10 % dari berat jerami kering.

Sebagai misal, berikut ini dikemukakan perhitungan pencampuran jerami basah, dengan urea yang berat jeraminya 500 kg dan kadar air jerami basah di ketahui 75 %. Jerami basah sebanyak 500 kg sama dengan jerami kering 500-(500x75%) = 125 kg. Hal ini berarti bahwa jerami basah sebanyak 500 kg di perlukan campuran urea 125x10/100=12,5kg.

Cara mencampur:
Jerami ditebarkan kurang lebih 10 cm. Selanjudnya urea yang akan dicampurkan ditebarkan sedikit demi sedikit. Kemudian lapisan jerami yang berada diatas lapisan pertama yang telah ditebari urea tadi ditebarkan jrami lagi, demikian seterusnya.

Cara Menaikkan Mutu Jerami Padi Kering Dengan Menggunakan Tetes 

Jerami padi olahan ini dibuat dengan cara difermentasikan selama 24 jam, yaitu jerami dipotong-potong, kemudian dicampur air dan tetes dengan perbandingan 2:1.
Untuk lebih jelasnya, berikut ini dikemukakan contoh olahan jerami padi untuk 2 ekor sapi selama sehari yakni jerami 10 kg, tetes tebu 1,5 kg, air 3 kg, super posfat 25 gram ( 1 sendok makan ), dan Ammonium sulfat 25 gram ( 1 sendok makan).

Cara Meningkatkan Mutu Jerami Padi Kering Dengan Larutan Naoh Teknis

Olahan jerami padi kering ini dilakukan dengan cara jerami padi dicuci dengan NaOH teknis. Jerami padi sebanyak 1 kg disiram secara merata sebanyak 1 liter air. Penyiraman jerami padi dengan NaOH teknis bertujuan untuk melarutkan silika yang terdapat pada jerami sehingga bisa meninggikan daya cerna jerami. Jerami yang telah disiram dengan larutan NaOH teknis tadi dibiarkan minimal selama 6 jam agar silika yang ada bisa tercuci.
Share:

Wednesday, April 18, 2018

Cara Menghilangkan Kandungan Formalin Pada Bahan Makanan

Tips Singkat Cara Mengurangi Kandungan Formalin Pada Bahan Makanan Tertentu Hingga Aman Dikonsumsi
Alasan Mengapa Formalin Tidak Boleh Digunakan Sebagai Bahan Pengawet Makanan. Dimasyarakat umum yang awam tentang formalin dan tanpa memikirkan bahayanya, bahan kimia formalin biasa digunakan untuk mengawetkan ikan, ayam, mie bahkan tahu dan masih banyak makanan lainnya yang mungkin mengandung bahan karsinogenik ini. Padahal seharusnya Formaldehida atau formalin lazimnya dipakai dalam bahan konstruksi seperti kayu lapis atau tripleks, karpet dan busa. Selain itu, formalin juga biasa digunakan sebagai disinfektan seperti pembersih lantai, kapal, gudang dan pakaian, serta biasa juga dipakai sebagai bahan pengawet bangkai atau mayat.
Memilih jenis makanan yang aman untuk dikonsumsi salah satunya adalah bahwa makanan tersebut bebas dari bahan pengawet berbahaya yang tidak direkomendasikan untuk digunakan sebagai pengawet makanan. Salah satu bahan pengawet tersebut adalah yang selama ini dikenal dengan nama formalin.

Apa Itu Formalin?
Formalin adalah bahan berbahaya yang tidak seharusnya masuk ke dalam tubuh kita melalui makanan yang kita konsumsi setiap hari.

Formalin
Mengkonsumsi bahan makanan mengandung formalin tentu merugikan kesehatan. Mulai dari gangguan mata, kulit, saluran pernapasan, paru-paru, ginjal, hati, organ reproduksi, pencernaan dan masih banyak lagi gangguan lainnya timbul jika formalin dikonsumsi dalam jangka panjang.
Jika Anda yakin bahwa bahan yang dibeli mengandung formalin, maka beberapa langkah berikut yang dikutip dari Arrahmah bersumber dari Bebeja.com  dapat dilakukan. Insyaa Allah upaya tersebut dapat menghilangkan atau setidaknya bisa mengeliminir atau mengurangi kadar formalin atau deformalinisasi pada makanan dan bahan lainnya dengan cara mudah dan efektif.
Karena formalin juga dipakai dalam bahan konstruksi, maka formaldehida merupakan salah satu polutan yang sering ditemukan dalam ruangan. Jika kadar formalin di udara lebih dari 0,1 mg/kg dan terhisap, akan mengakibatkan iritasi kepala dan membran mukosa yang menyebabkan keluar air mata, pusing, tenggorokan terasa terbakar dan kegerahan.
Riset Sukesi MSi, dosen kimia dari FMIPA dari ITS Surabaya mengungkapkan bahwa:
  • Perendaman bahan yang diduga mengandung formalin pada air garam selama 60 menit dapat membuang formalin hingga 89,53%
  • Perendaman dengan air biasa 61,25%.
  • Khusus ikan segar formalin dapat hilang mendekati 100% perendaman dalam larutan cuka 5% selama 15 menit
Cara Lebih Detailnya Sebagai Berikut:

Proses Deformalinisasi Ikan Asin
Proses deformalinisasi pada ikan asin dapat dilakukan dengan cara merendam ikan asin tersebut dalam tiga macam larutan yang berbeda. Larutan tersebut  adalah air, air garam dan air leri. Perendaman ikan asin dalam air selama 60 menit mampu menurunkan kadar formalin sampai 61,25 persen, dengan menggunakan air leri dapat menurunkan kadar formalin mencapai 66,03 persen, sedangkan pada perendaman air garam dapat menurunkan kadar formalin hingga 89,53 persen. Ini artinya hanya dengan perlakuan dan pengetahuan yang baik sebelum dikonsumsi, kadar formalin dapat diminimalkan.

Proses Deformalinisasi pada Tahu
Proses deformalinisasi pada tahu dapat dilakukan melalui beberapa cara. Beberap cara yang dapat dilakukan antara lain adalah dengan merendam tahu dalam air biasa, merendam tahu dalam air panas, merebus tahu dalam air yang mendidih, dan mengkukus tahu tersebut untuk kemudian direbus dalam air mendidih dan diikuti dengan proses penggorengan. Dari berbagai cara yang dapat dilakukan, akan mendapatkan hasil yang berbeda-beda. Cara terbaik yang didapatkan adalah dengan merebus tahu kedalam air mendidih untuk kemudian diikuti dengan proses penggorengan.

Proses Deformalinisasi pada Mie
Proses deformalinisasi terbaik pada mie adalah dengan cara merendam mie kedalam air panas selama 30 menit, dimana hasilnya dapat menghilangkan kadar formalin hingga mencapai 100 persen.

Proses Deformalinisasi pada Ikan Segar
Adapun pada ikan segar proses deformalinisasi dapat dilakukan dengan merendam ikan segar kedalam larutan cuka 5 persen selama 15 menit.
Sekilas Tentang Formalin
Secara umum, bahan kimia formalin biasa digunakan untuk mengawetkan ikan, ayam, mie bahkan tahu dan masih banyak makanan lainnya yang mungkin mengandung bahan karsinogenik ini. Formaldehida atau formalin lazimnya dipakai dalam bahan konstruksi seperti kayu lapis atau tripleks, karpet dan busa. Selain itu, formalin juga biasa digunakan sebagai disinfektan seperti pembersih lantai, kapal, gudang dan pakaian, serta biasa juga dipakai sebagai bahan pengawet bangkai atau mayat.

Karena formalin juga dipakai dalam bahan konstruksi, maka formaldehida merupakan salah satu polutan yang sering ditemukan dalam ruangan. Jika kadar formalin di udara lebih dari 0,1 mg/kg dan terhisap, akan mengakibatkan iritasi kepala dan membran mukosa yang menyebabkan keluar air mata, pusing, tenggorokan terasa terbakar dan kegerahan.
Jika kadar paparannya dalam jumlah banyak, misal terminum atau termakan, dapat mengakibatkan kematian. Formalin bersifat karsinogenik, dapat menyebabkan kanker. Selain itu, formalin juga dapat menimbulkan terikatnya DNA oleh protein sehingga akan mengganggu ekspresi genetik yang dapat menyebabkan mutasi DNA.
Semoga bermanfaat untuk dapat hidup lebih sehat.
Sumber arrahmah.com dan sumber lainnya.
Share:

Tuesday, April 17, 2018

Macam-macam Pakan Comboran dan Cara Membuatnya

Bagaimana Cara Membuat Pakan Comboran dan Bahan Pakan Apa Saja Yang Bisa Digunakan?

Sebenarnya membuat pakan comboran sangat mudah dan tergantung dengan kreatifitas peternak serta ketersediaan bahan baku pakan yang paling mudah diperoleh didaerah sekitar peternakan. Membuat pakan komboran juga harus dihitung nilai ekonomisnya agar biaya pakan tidak menjadi lebih mahal tetapi bahkan bisa diturunkan menjadi lebih efisien. Sedikit pengetahuan tentang kandungan gizi dan nutrisi bahan baku pakan yang akan digunakan serta kebutuhan gizi standar seekor ternak (sapi) akan menjadi nilai plus bagi peternak yang akan membuat pakan comboran yang bagus. Hal ini penting agar sapi bisa mendapatkan cukup pakan, baik dari jumlahnya maupun gizinya (kuantitas dan kualitas).

Istilah menyombor sapi sudah sangat dikenal dikalangan peternak sapi lokal. Definisi pakan comboran itu sendiri sebenarnya hanyalah mencampurkan beberapa bahan pakan tertentu yang kemudian ditambah dengan air secukupnya sehingga berbentuk mirip dengan bubur dan pakan model inilah yang diberikan pada sapi sebagai pakan comboran. Untuk membuat sapi suka dengan jenis pakan comboran sering oleh para peternak pakan combor tersebut ditambah dengan sedikit garam.

Memang untuk peternak di pedesaan yang sehari hari mengandalkan hijauan hasil "ngarit", memberikan pakan comboran untuk sapi sangat perlu dilakukan agar perkembangan sapinya lebih cepat dan lebih bagus. Komboran sangat penting di berikan pada sapi, karena banyak kandungan Nutrisi yang terdapat di dalamnya,itu tentunya di dukung dengan bahan dan cara pembuatannya.

Untuk meningkatkan nilai plus dari pakan comboran bisa ditambahkan starbio yang memiliki banyak manfaat. Diantara manfaat starbio adalah terkait dengan mikroba yg terdapat dalam starbio akan membantu pencernaan pakan dalam tubuh ternak, membantu penyerapan pakan lebih banyak sehingga pertumbuhan ternak lebih cepat dan produksi dapat meningkat. Hasilnya, FCR ( feed convertion ratio ) atau konversi pakan akan menurun sehingga biaya pakan menjadi lebih murah.

Cara Membuat Pakan Sapi Comboran Sederhana I
Siapkan ember besar,air sumur,dedak halus ¨katul¨,garam dan starbio. Starbio mudah di dapat, beli saja di toko peternakan atau pertanian. Star bio selain mengandung nutrisi yang cukup tinggi juga menambah nafsu makan pada sapi. Tapi yang lebih unik adalah berpengaruh pada kotorannya,setelah di kasih star bio kotoran sapi jadi tidak terlalu bau,tidak seperti kotoran sapi biasa.

Setelah ember besar,air sumur,dedak halus ¨katul¨,garam,dan star bio sudah tersiapkan semua,kita mulai langkah awal. Pertama siapkan ember besar lalu dedak halus ¨katul¨ di masukan,ukuran 25 liter ari,membutuhkan dedak halus ¨katul¨ 1 kg. Setelah dedak di masukan lalu garam,kurang lebih 2 sendok makan. Sesudah itu lalu star bio di masukan,ukurannya 2 sendok makan. Setelah dedak,garam,dan starbio di masukan kedalam ember besar baru di larutkan dengan air sumur yang sudah di sediakan. Aduk sampai rata dan siap di berikan pada sapi. Pemberian komboran pada sapi sebaiknya 1 hari 2 kali,yaitu pagi dan sore setelah sapi selesai makan.

Manfaat starbio :
1. lebih banyak zat nutrisi yang dapat diurai dan diserap (meningkatkan daya cerna pakan)
2. kotoran tidak berbau
3. dengan pakan yang sama akan dihasilkan produksi lebih banyak
4. kualitas produksi akan meningkat
5. Kumpulan mikroba yg terdapat dalam starbio akan membantu pencernaan pakan dalam tubuh ternak, membantu penyerapan pakan lebih banyak sehingga pertumbuhan ternak lebih cepat dan produksi dapat meningkat.Hasilnya , FCR ( feed convertion ratio ) atau konversi pakan akan menurun sehingga biaya pakan menjadi lebih murah

Contoh Ransum Comboran Pakan Sapi II
Komboran dibawah ini juga diberikan dua kali sehari, jam 8.00 dan 16.00, dengan komposisi:
  • Dedak 1 kg
  • Ampas bir 2 kg
  • Brand polar (dedak gandum) ½ kg
  • Ampas tahu basah 2kg
  • Ampas tempe ½ kg
  • Parutan telo afkir 3kg (400 rp/kg)
  • Air tempe 5 ltr.
  • Air 15 ltr. (kalau bisa dedak, brand polar, kulit kedelai dimasak)
Campurkan semua bahan diatas, pakan comboran siap diberikan pada sapi. Jika ada salah satu bahan yang tidak anda miliki bisa diganti dengan bahan lain yang agak mirip atau serupa kandungan nutrisinya. Jangan terpaku pada satu dua jenis pakan tertentu karena banyak bahan-bahan pakan sapi yang memiliki manfaat hampir sama baik sebagai sumber karbohidrat dan juga sumber protein.

Penggunaan Starbio dan Manfaatnya Untuk Berbagai Jenis Ternak

Starbio utk Sapi Potong 
  • Starbio 0,3 - 0,5 kg / 100 kg Pakan konsentrat
  • Protein kasar ( CP ) diturunkan 1-2 %
  • Jika protein kasar ( CP )pakan tidak diturunkan : FCR ( konversi pakan ) akan turun, panen lebih cepat ( PBB meningkat )
  • Bau kotoran tereduksi , kotoran lebih kering
  • Jerami Fermentasi dengan starbio dapat menggantikan rumput 100%
Starbio untuk Sapi Perah
  • Starbio 0,5 kg / 100 kg Pakan konsentrat
  • Protein kasar diturunkan 1-2 %
  • Jika protein kasar pakan tidak diturunkan  * produksi meningkat  +/- 10% * Kualitas produksi meningkat ( total solid / fad )
  • Bau kotoran tereduksi
  • Jerami Fermentasi dengan starbio dapat menggantikan rumput 100%
Starbio untuk Kambing 
  • Starbio 0,25 kg / 100 kg Pakan
  • FCR akan turun, PBB meningkat
  • Kotoran lebih kering, bau tereduksi
Starbio untuk Ayam Pedaging
  • Starbio 0,25 kg / 100 kg pakan
  • Crude protein pakan di turunkan 1- 2% ( dengan jalan penambahan jagung dan bekatul )
  • Jika CP tidak diturunkan : FCR akan turun, panen lebih cepat
  • Mortalitas berkurang
  • kotoran lebih kering, bau tereduksi
Starbio untuk Bebek
  • Starbio 0,25 kg / 100 kg pakan
  • Crude protein pakan di turunkan 1- 2% ( dengan jalan penambahan jagung dan bekatul )
  • Jika CP tidak diturunkan : FCR akan turun, panen lebih cepat
  • Bobot bebek Afkir lebih berat
  • kotoran lebih kering, bau tereduksi
 Starbio untuk Ayam Petelur
  • Starbio 0,25 kg / 100 kg pakan
  • Crude protein pakan di turunkan 1- 2% ( dengan jalan penambahan jagung dan bekatul )
  • Jika CP tidak diturunkan : FCR akan turun, panen lebih cepat
  • Bobot ayam Afkir lebih berat
  • kotoran lebih kering, bau tereduksi
diolah dari berbagai sumber
Share:

Fermentasi Dedak Padi, Cara Cerdas Mengawetkan Bahan Pakan Yang Mudah Rusak

Cara Membuat Fermentasi Dedak Padi Menggunakan Ragi Tape
Fermentasi dalam pemrosesan bahan pangan adalah pengubahan karbohidrat menjadi alkohol dan karbon dioksida atau asam amino organik menggunakan ragi, bakteri, fungi atau kombinasi dari ketiganya di bawah kondisi anaerobik. Perilaku mikroorganisme terhadap makanan dapat menghasilkan dampak positif maupun negatif, dan fermentasi makanan biasanya mengacu pada dampak positifnya. Sains yang mempelajari fermentasi disebut dengan zimologi.
Pengertian Dedak Padi. Dedak merupakan hasil samping dari pemisahan beras dengan sekam (kulit gabah) pada gabah yang telah dikeringkan melalui proses pemisahan dengan digiling atau ditumbuk yang dapat digunakan sebagai pakan ternak.
Dedak padi merupakan komponen sampingan padi yang berasal dari pemisahan endosperma beras pada proses penggilingan padi. Dedak padi sebagai produk samping dari penggilingan padi dapat digunakan sebagai pakan ternak dan potensial digunakan untuk komposisi makanan dan sumber minyak (Mc Caskill dan Zhang, 1999). Oleh karena itu, harus stabil produksinya terutama kandungan lipase, enzim yang menghidrolisis dengan cepat lemak/minyak dalam bentuk FFA dan gliserol yang dapat menurunkan kualitas dedak padi secara drastis (Enochain et. al, 1981).
Proses pemisahan menjadi dedak ini akan mendapatkan 10% dedak padi, 50 % beras dan sisanya hasil ikutan seperti pecahan butir beras, sekam dan sebagainya, akan tetapi persentase ini tergantung pada umur dan varietas padi yang ditanam (Grist, 1972). Hal ini juga didukung oleh produksi padi yang terus meningkat yaitu mencapai 57 juta ton pada tahun 2007 sehingga perkiraan produksi hasil samping dedak mencapai lebih dari 5 juta ton dedak (BPS, 2008).

Hartadi dkk (1997) menyatakan bahwa dedak dengan kandungan serat kasar 6-12 % memiliki kandungan lemak 14,1%, protein kasar 13,8%, sedangkan menurut National Research Council (1994) dedak padi mengandung energi metabolis sebesar 2100 kkal/kg, protein kasar 12,9%, lemak 13%, serat kasar 11,4%, Ca 0,07%, P tersedia 0,21%, serta Mg 0,22%.

Teknologi Penyimpanan Dedak Padi

Penyimpanan dedak padi telah dilakukan dengan berbagai cara diantaranya dilaporkan oleh Imai (1998) pada penelitiannya dengan perlakuan panas pada dedak padi untuk mengurangi kerusakan. Pemanasan dilakukan dengan penguapan pada tekanan 3-4 kg/cm2 dan disimpan pada suhu 350C dapat mengurangi kadar air menjadi sebesar 8% dari kadar air dedak padi 12% yang berarti dapat menekan kerusakan oleh jamur akibat tingginya kadar air.

Hasil penelitian tersebut menyatakan aktivitas lipase menurun menjadi sebesar 1.8 mV/g dari pada dedak padi tanpa perlakuan (3.6 mV/g) yang berarti dengan pemanasan dapat mengurangi adanya pemecahan lemak/minyak oleh enzim lipase sehingga mencegah terjadinya ketengikan. Imai (1998) ini juga melaporkan perbandingan penyimpanan dedak padi pada pemanasan dan di bawah suhu refrigerator 30C. Penyimpanan di bawah suhu refrigerator tidak dilaporkan untuk kadar air dan aktivitas lipase. Namun pada kandungan asam (AV) menurun setelah penyimpanan beberapa minggu mencapai 27 dari 121 untuk dedak padi tanpa perlakuan. Pemanasan maupun refrigerator dilaporkan dapat menurunkan kandungan asam (AV).

Dedak padi merupakan komponen sampingan padi yang berasal dari pemisahan endosperma beras pada proses penggilingan padi. Dedak padi sebagai produk samping dari penggilingan padi dapat digunakan sebagai pakan ternak dan potensial digunakan untuk komposisi makanan dan sumber minyak (Mc Caskill dan Zhang, 1999). Oleh karena itu, harus stabil produksinya terutama kandungan lipase, enzim yang menghidrolisis dengan cepat lemak/minyak dalam bentuk FFA dan gliserol yang dapat menurunkan kualitas dedak padi secara drastis (Enochain et. al, 1981).

Kestabilan dedak padi dapat dilakukan dengan cara penonaktifan enzim melalui perlakuan panas seperti ekstruksi atau pemanasan menggunakan mikrowave (Randall et. al, 1985;Sayre et. al, 1985;Ramezanzadeh et. al, 2000). Penelitian yang dilaporkan Lakkakula et. al (2003) menyatakan bahwa penyimpanan dedak padi yang sebelumnya dilakukan pemanasan ohmik (pemanasan secara elektrik) dapat menurunkan kadar FFA cukup tinggi sedangkan dengan pemanasan mikrowave kadar FFA menurun lebih tinggi dalam hal ini juga dipengaruhi oleh kadar air pada awal perlakuan. Penyimpanan dilakukan dengan waktu yang sama antara kedua perlakuan sedangkan kestabilan dedak padi dapat terlihat setelah suhu mencapai 100 derajat Celcius.

Cara Fermentasi Dedak Padi Menggunakan Ragi Tape 

Dedak padi adalah hasil samping dari industri padi dan telah banyak digunakan sebagai pakan ternak. Jumlah penggunaan dedak padi sebagai pakan ternak kambing harus dibatasiter karena dedak padi memiliki serat kasar yang tinggi, kandungan protein kasar yang rendah dan mengandung anti nutrisi fitat yang mempengaruhi ketersediaan P dan Ca. Selain itu dedak padi juga memiliki sifat pencahar yang bisa menjadikan ternak kambing diare. Untuk meningkatkan kandungan gizi dedak padi, salah satu metode yang digunakan adalah fermentasi.

Fermentasi dalam pemrosesan bahan pangan adalah pengubahan karbohidrat menjadi alkohol dan karbon dioksida atau asam amino organik menggunakan ragi, bakteri, fungi atau kombinasi dari ketiganya di bawah kondisi anaerobik. Perilaku mikroorganisme terhadap makanan dapat menghasilkan dampak positif maupun negatif, dan fermentasi makanan biasanya mengacu pada dampak positifnya. Sains yang mempelajari fermentasi disebut dengan zimologi.

Beberapa manfaat fermentasi antara lain:
  • -Memperkaya variasi makanan dengan mengubah aroma, rasa, dan tekstur makanan
  • -Mengawetkan makanan dengan menghasilkan sejumlah asam laktat, alkohol, dan asam asetat dalam jumlah yang signifikan
  •  -Memperkaya nutrisi makanan dengan menambahkan sejumlah protein, asam amino, serta vitamin
  • -Mengeliminasi senyawa anti nutrisi
Metode pembuatan fermentasi dedak padi
Bahan-bahan:
  • -dedak padi (jumlah sesuai selera)
  • -bakteri starter aspergilus niger. Kalau kesulitan mendapatkan aspergilus niger, dapat diganti dengan ragi tape. 
  • Perbandingannya dedak padi 1 kg : ragi tape 2 butir.
  • -air bersih
  • - baki berpenutup atau plastik bag yang cukup besar
Cara Membuat:
  • Basahi dedak padi dengan air, perbandingannya 3:1 atau kira-kira sampai dedak padi menjadi pero. Dikepal tidak meneteskan air, kalau dilepas gumpalan dedak padi tidak hancur. Kemudian kukus dedak padi tersebut selama 15 atau 30 menit. Dinginkan, sampai benar - benar dingin, lalu campurkan dengan ragi tape sampai merata.
  • Ragi tapenya di haluskan terlebih dahulu. Kalau ragi dicampurkan dalam kondisi dedak padi masih panas, bisa membunuh bakteri starternya. Masukkan dedak padi kedalam wadah atau kantong plastik tertutup rapat selama 2 hari atau 24 jam.
  • Setelah dua hari buka dedak padi tersebut. Sebelum diberikan diangin-anginkan terlebih dahulu, atau dikeringkan untuk disimpan dalam jangka waktu yang lama. Dalam kondisi kering, dedak padi terfermentasi bisa tahan sampai 3 bulan tanpa bau tengik. Hal ini karena lemak kasar yang mudah ditumbuhi bakteri sudah terurai oleh proses fermentasi.
Share:

Saturday, April 14, 2018

Mengatasi Kembung dan Diare Pada Sapi dan Kambing Dengan Pengobatan Alternatif Alami

Cara Mengobati Penyakit Diare dan Kembung Pada Ternak Sapi dan Kambing Menggunakan  Obat Herbal
Penyakit kembung perut yang diderita sapi, dapat menyebabkan kematian karena struktur organ sapi yang unik. Dimana pada sapi, jantungnya terletak disebelah kanan perut, bukan dibagian dada seperti halnya manusia. Hal tersebut akhirnya menyebabkan jantung sapi terhimpit oleh angin dan asam lambung saat menderita kembung.
Diare Pada Sapi
Diare sering dianggap sebagai penyakit, sebenarnya hal ini tidak begitu tepat karena lebih sering yang terjadi adalah diare merupakan akibat dari suatu penyakit tertentu yang menyerang sapi biasanya yang terkait dengan organ pencernaan. Salah satunya bisa juga karena adanya serangan cacing usus atau juga karena luka di saluran pencernaan akibat benda tajam yang mengakibatkan usus terinfeksi.

Pada dasarnya diare adalah sebuah gejala klinis yang menunjukkan adanya perubahan fisiologis atau patologis di dalam tubuh terutama saluran pencernaan. Gejala yang bisa kita perhatikan dari mencret meliputi perubahan konsistensi (keras atau tidaknya) feses, warna feses, bau feses, dan keberadaan benda atau bahan yang terbawa di dalam feses pada waktu feses keluar. Untuk itu harus dibedakan gejala yang terjadi karena pengobatannya pun akan berbeda. 

Faktor Penyebab Diare
Penyebab timbulnya diare pada ternak sapi dapat dibedakan menjadi 2 yakni :

1. Faktor / Perubahan Fisiologis
Ciri-ciri :
  • Tubuh masih terlihat sehat (tidak pucat dan tidak lesu)
  • Masih mau makan
  • Feses lembek sampai cair tanpa disertai perubahan lainnya (tidak berbau, berlendir atau disertai bercak darah/segmen-segmen cacing)
Gejala yang terjadi diatas merupakan diare yang disebabkan oleh perubahan fisiologis seperti:
  • perubahan lingkungan ternak
  • perubahan pakan
  • perpindahan ternak
  • perubahan cuaca
  • pergantian pemeliharaan. 
Untuk itu cara penanganannya adalah dengan tidak melakukan perubahan yang mendadak dalam hal pakan, perpindahan lokasi kandang dan sebagainya agar ternak tidak stres. Selain itu untuk mengganti cairan tubuh yang hilang maka diberikan cairan elektrolit terutama air, bikarbonat, sodium dan potassium atau larutan garam agar tidak terjadi dehidrasi yang lebih lanjut. Berikut disajikan resep cairan elektrolit yang dapat digunakan sebagai pertolongan pertama untuk mengatasi diare :

• 3 kotak kecil kaldu sapi instan (bisa juga menggunakan 1 sachet kaldu sapi)
• 1 sachet agar agar bubuk
• 2 sendok garam
• 2 sendok soda kue/baking soda/sodium bicarbonate/NaHCO3 (Anonimusa, 2006)

Selain untuk mengembalikan keseimbangan cairan tubuh juga diperlukan pengobatan untuk mengurangi gejala yang terjadi agar tidak menjadi lebih parah.

2. Faktor Penyakit/Agen Infeksi
Diare dapat juga disebabkan oleh agen-agen infeksi, diantaranya bakteri, virus ataupun parasit. Gejala klinisnya pun berbeda dengan diare yang disebabkan oleh perubahan fisiologis, diantaranya adalah:
  • - Diare profus (terus-menerus)
  • - Feses lembek sampai cair, berwarna gelap/kehitaman, berbau busuk, kadang disertai lendir, bercak darah/segmen cacing yang keluar dari lubang anus
  • - Tubuh terlihat kurus, pucat, lemah dan lesu
  • - Dari mata dan hidung keluar eksudat / lendir
  • - Bulu kasar, kaku dan rontok
  • - Nafsu makan menurun
  • - Merejan/merintih
  • - Punggung melengkung
  • - Jalan sempoyongan atau bahkan sampai ambruk
Penanganan bagi ternak yang terkena diare dengan gejala klinis seperti di atas selain dengan cara penggantian cairan tubuh yang hilang sebagai pertolongan pertama juga dilakukan pengobatan untuk menghentikan gejala diare atau mengatasi penyebab diare. Berikut ada beberapa resep lain yang dipercaya masyarakat dapat digunakan untuk menangkal diare pada sapi, baik sapi pedet maupun sapi dewasa gejala diare yang masih dalam stadium awal :

a. Bahan : arang tempurung kelapa
Cara membuat :
- Tumbuk halus arang tempurung kelapa.
- Ayak, lalu tampung dalam wadah yang mudah disimpan.
Cara Pengobatan
Untuk mengobati sapi berikan sebanyak 50 gram per oral 

b. Bahan : Minyak kelapa 500 ml
Cara Pengobatan :
Minumkan untuk pengobatan seekor sapi 

c. Bahan : daun jambu biji 200-300 kg
Cara pengobatan : diberikan secara langsung maupun bisa ditumbuk, ditambahkan sedikit air lalu diminumkan ke ternak. Dosis untuk seekor sapi

d. Daun nangka maupun buah nangka yang masih muda dan baru tumbuh diberikan secara langsung maupun ditumbuk dan dicampur sedikit air lalu diminumkan ke ternak

e. Campur dan haluskan temu ireng, kunir, kencur, lempuyang dan tempe busuk masing-masing 200-300 gram, dimasukkan ke dalam plastik dan didiamkan selama 1 malam lalu diperas. Hasil perasan diminumkan 3 kali sehari selama 2 hari.

f. Campur dan haluskan lempuyang 3 biji, gula pasir 250 gram lalu tambahkan 10 liter air masak dan diminumkan ke ternak dengan dosis 1 liter/ekor 3 kali sehari (Anonimus, 1994) 

• Pisahkan sapi dara dan sapi yang lebih dewasa, tingkat imunitas dari pedet yang dilahirkan sapi dara secara umum lebih rendah daripada pedet yang dilahirkan sapi dewasa.
• Hindari tempat melahirkan yang basah dan lembab, proses kelahiran dapat dilakukan di padang penggembalaan apabila cuaca dan tempat memungkinkan. Lingkungan ideal untuk melahirkan adalah padang/lapangan rumput yang tidak terlalu curam, tersedia penahan angin (windbreak), cuaca hangat dan kering. Ingatlah bahwa penyebab diare adalah udara lembab, dingin, basah dan lingkungan yang kotor.
• Apabila melahirkan di tempat yang sempit, apabila kondisi memungkinkan, pindahkan induk dan anak ke lapangan rumput yang bersih segera setelah melahirkan. Lindungi pedet (dengan kandang portable) dari udara dingin, hujan atau serangan binatang buas
• Isolasi pedet yang diare secepat mungkin. Bersihkan dan desinfeksi lingkungan kandang. Isolasi sedini mungkin sangat kritis untuk menghindari penyebaran diare pada pedet lain.
• Pastikan induk dan anak dalam kondisi yang baik, terapkan program pakan dan nutrisi untuk memastikan ternak tumbuh sehat dan kuat.
• Berikan larutan iodine (betadine, atau minimal obat merah) pada ari ari pedet, sedini mungkin setelah dilahirkan.
• Minta saran dokter atau mantri hewan mengenai vaksinasi atau perawatan kesehatan yang dapat diberikan

Kembung (TYMPANI/BLOAT) Pada SAPI
Penyakit kembung perut yang diderita sapi, dapat menyebabkan kematian karena struktur organ sapi yang unik. Dimana pada sapi, jantungnya terletak disebelah kanan perut, bukan dibagian dada seperti halnya manusia. Hal tersebut akhirnya menyebabkan jantung sapi terhimpit oleh angin dan asam lambung saat menderita kembung. 

Karena kembung yang terjadi, mendesak dan mengakibatkan perut sapi membesar kesamping. Kematian pada sapi yang menderita kembung perut, biasanya rentan terjadi karena ketidaktahuan dan salah penanganan oleh peternak. Saat sapi mengalami kelumpuhan dengan perut yang kembung, banyak peternak yang memposisikan sapi mereka telentang. Hal itu menyebabkan, jantung sapi terhimpit dengan lebih cepat. 

Namun penyakit kembung perut tidak membahayakan atau menular kepada binatang lain atau manusia, daging sapi yang terserang penyakit inipun masih aman untuk dikonsumsi (Purnomo, C. 2010).

Gejala Klinis Kembung
• perut bagian kiri atas membesar dan cukup keras, bila ditepuk akan terasa ada udara dibaliknya, dan berbunyi seperti tong kosong
• ternak merasa tidak nyaman, menghentakkan kaki atau berusaha mengais-ais perutnya
• ternak sulit bernafas atau bernafas melalui mulut
• sering berkemih/kencing dan mengejan
• hidung kering
• nafsu makan turun/tidak mau makan sama sekali
• pada kasus yang berat akhirnya tidak dapat berdiri dan mati

Cara Pencegahan
1. Jangan memberikan hijauan atau leguminosae segar, apalagi yang berusia muda di pagi hari. Berikan sarapan pada sapi rumput kering atau hijauan yang telah dilayukan. Beberapa penelitian menyebutkan, pelayuan selama 2 – 3 jam sudah cukup menurunkan kandungan air. Suatu kebiasaan yang baik apabila peternak memberikan terlebih dahulu hijauan yang dipanen pada hari kemarin untuk diberikan pada pagi hari ini. Bila tidak tersedia hijauan kering, berikan konsentrat atau hijauan segar dalam kuantitas yang kecil dan perlahan-lahan.
2. Jangan lepaskan ternak di padang penggembalaan di pagi hari apalagi dalam keadaan perut kosong. Awali dengan rumput kering untuk meredakan nafsu makan atau tunggu ketika matahari mulai naik dan embun sudah menguap. Hal yang sama juga berlaku apabila rumput penggembalaan basah oleh air hujan.
3. Observasi ternak di padang penggembalaan minimal 2 jam setelah diumbar. Pada rentang waktu ini biasanya bloat terjadi. Bila terlihat ada gejala, jangan terburu-buru menariknya dari grazing area, seringkali bloat dapat sembuh dengan sendirinya. Apabila gejala berlanjut, segera beri tindakan.
4. Pastikan perut ternak terisi rumput kering/hay/serat sebelum digembalakan pada awal musim hujan. Hal ini akan mengurangi asupan rumput segar sehingga memungkinkan rumen lebih mudah beradaptasi dengan menu baru yang segar perlahan-lahan.
5. Berikan hijauan dalam bentuk kasar. Jangan potong kecil-kecil hijauan. Semakin kasar potongan hijauan (misalnya hijauan utuh) akan semakin lambat mikrobial rumen mencerna sehingga meminimalkan kemungkinan bloat.
6. Cara pemberian hijauan (dan konsentrat) sedikit demi sedikit tapi dengan frekuensi yang sering adalah paling baik, sayangnya ini akan merepotkan peternak sendiri.
7. Beberapa ternak seringkali mengalami bloat berulang yang kronis. Mungkin disebabkan oleh faktor genetis. Bisa dipertimbangkan untuk di afkir saja.
8. Karena sebagian besar penyebab bloat adalah proses pencernaan oleh mikroorganisme, pemberian probiotik terutama pada sapi muda dapat membantu memperbaiki fungsi rumen.

Cara Pengobatan
1. Ganti menu hijauan segar dengan daun kering/hay. Hal ini akan membantu pada bloat ringan. Membawa ternak berjalan-jalan juga dapat membantu.
2. Bila masih berlanjut, berikan anti foam. Secara tradisional berupa minyak nabati atau lemak. Minyak bertugas sebagai pengurai buih, dapat menggunakan minyak nabati atau minyak sayur atau minyak goreng pada dosis 150 – 300 ml segera setelah bloat terdeteksi. Susu murni sebanyak 1 liter juga dapat dijadikan alternatif untuk membuyarkan buih. Obat modern anti foam untuk mengobati timpani juga tersedia dalam berbagai merek, dapat diperoleh di toko-toko obat hewan.
3. Dengan menggunakan selang (ukuran ¾” sampai 1” diameter) sepanjang 2 – 3 meter yang dilumuri dengan minyak, dimasukkan melalui mulut melalui esophageal (tenggorokan) sampai mencapai rumen untuk membantu mengeluarkan gas dari dalam rumen. Selang ini sering disebut selang esophagus/stomach tube. Cara ini terkadang berhasil namun cukup berbahaya karena dapat menganggu bagian dalam ternak. Sebaiknya mintakan saran pada dokter hewan atau latihlah dahulu sebelum bloat terjadi.
4. Apabila cara diatas tidak terlihat manjur dan kondisi ternak sudah tidak bisa berdiri sementara dokter hewan belum datang, anda harus melepaskan tekanan gas dengan paksa dengan cara melubangi dinding perut sapi. Bisa dengan menggunakan trokar (semacam penusuk, mirip paku tapi lebih besar) yang ditusukkan pada perut kiri atas, di belakang tulang rusuk. Gas yang terjebak dapat keluar melalui lubang tersebut. Apabila trokar tidak tersedia, sembarang alat yang tajam sepeti jarum suntik, jarum besar atau paku dan pisau bisa juga digunakan untuk membuat lubang sedalam kira-kira 2.5cm. Setelah ditusukkan, pisau jangan dicabut, tapi diputar miring sehingga gas bisa keluar. Namun demikian tindakan ini sebaiknya dipandang sebagai cara terakhir, karena bila salah dapat merobek rumen. Apabila ini terjadi dokter harus melakukan jahitan dan memberikan antibiotik untuk menghindari infeksi.

Beberapa resep tradisional lain untuk mengobati bloat :
a. Daun kentut atau sembukan 3 genggam dan bawang merah 20 buah. Parut halus daun kentut dan haluskan bawang merah. Campur kedua bahan dan tambahkan garam. Campur air dalam botol dan minumkan. Dosis untuk satu ekor sapi dewasa.

b. Getah pepaya 2 sendok makan. Garam dapur 1 sendok makan. Campurkan secara merata dan tambah air dalam botol air mineral kemudian diminumkan. Dosis untuk satu ekor sapi pedet (Anonimus, 1994)

c. Campur 100 gr asam jawa dan 100 ml air putih, diremas-remas lalu disaring dan 3 sendok makan garam yang diberikan secara terpisah. Cara pemberian obat yakni ternak dalam posisi berdiri, kepala dikondisikan mendongak, mulut dibuka, kemudian dalam kondisi mulut menganga garam dilempar dengan sedikit sentakan dan usahakan mengenai faring agar menimbulkan rasa geli sehingga memacu saraf ternak untuk batuk atau mendehem, kemudian baru larutan asam garam tersebut diminumkan sehingga sisa-sisa garam ikut tertelan. Larutan asam ini nantinya akan mengeluarkan lendir yang mengandung gas beracun dengan cepat. Sehingga, reaksi batuk ini akan memacu lendir keluar dan akhirnya ternak bisa bernafas kembali. Dosis pemberiannya dapat bertahap, tergantung tingkat serangan, umur dan berat badan. Satu formulasi larutan 100 gr asam jawa ini untuk menyembuhkan stadium awal pada ternak dewasa. Kita ambil standar ternak dewasa dalam arti satu kali melahirkan (ternak betina). Pemberian obat 3 kali sehari, 1 kali minum adalah 1 sendok teh garam atau 2 kali sehari, 2 kali minum- 1,5 sendok teh garam (Anonimusb, 2006).
Share:

Friday, April 13, 2018

Cara Membuat Ransum Pakan Ternak Kambing dan Domba Sesuai Kebutuhan Proteinnya

Cara Mudah Menghitung Kebutuhan Protein Dalam Pakan Ternak Kambing dan Domba
Pengertian Pakan Berkualitas: Pakan merupakan sumber energi dan materi bagi pertumbuhan dan kehidupan makhluk hidup. Zat yang terpenting dalam pakan adalah protein. Pakan berkualitas adalah pakan yang kandungan protein, lemak, karbohidrat, mineral dan vitaminnya seimbang (Anonim, 2010). 
Konsentrat Kambing. Ternak memerlukan nutrisi untuk kebutuhan hidup pokok, pertumbuhan, reproduksi, laktasi, gerak dan kerja. Oleh karena itu pemberian hedaknya memperhitungkan semua kebutuhan tersebut, atau dengan kata lain , pemnberian pakan disesuaikan dengan kebutuhan ternak.
Arti Dan Definisi Konsentrat: Konsentrat adalah suatu bahan pakan yang dipergunakan bersama bahan pakan lain untuk meningkatkan keserasian gizi dari keseluruhan makanan dan dimaksudkan untuk disatukan dan dicampur sebagai pakan pelengkap (Hartadi et al., 1991).

Penambahan konsentrat pada kambing dan domba bertujuan untuk meningkatkan nilai pakan dan menambah energi. Tingginya pemberian pakan berenergi menyebabkan peningkatan konsumsi dan daya cerna dari rumput atau hijauan kualitas rendah. Selain itu penemberian konsentrat tertentu dapat menghasilkan asam amino essensial yang dibutuhkan oleh tubuh. Penambahan konsentrat tertentu dapat juga bertujuan agar zat makanan dapat langsung diserap di usus tanpa terfermentasi di rumen, mengingat fermentasi rumen membutuhkan energi lebih banyak.
Pengertian Kambing dan Domba. Kambing merupakan binatang memamah biak yang berukuran sedang. Kambing ternak (Capra aegagrus hircus) adalah subspesies kambing liar yang secara alami tersebar di Asia Barat Daya (daerah "Bulan sabit yang subur" dan Turki) dan Eropa. Sedangkan Domba adalah ruminansia dengan rambut tebal dan dikenal orang banyak karena dipelihara untuk dimanfaatkan rambut, daging, dan susunya. Namun, domba berbeda dengan Biri Biri.
Berdasarkan kandungan gizinya, konsentrat dibagi dua golongan yaitu konsentrat sebagai sumber energi dan sebagai sumber protein.

Konsentrat sebagai sumber protein

Apabila kandungan protein lebih dari 18%, Total Digestible Nutrision (TDN) 60%. Ada konsentrat yang berasal dari hewan dan tumbuhan. Berasal dari hewan mengandung protein lebih dari 47%. Mineral Ca lebih dari 1% dan P lebih dari 1,5% serta kandungan serat kasar dibawah 2,5%. Contohnya : tepung ikan, tepung susu, tepung daging, tepung darah, tepung bulu dan tepung cacing. Berasal dari tumbuhan, kandungan proteinnya dibawah 47%, mineral Ca dibawah 1% dan P dibawah 1,5% serat kasar lebih dari 2,5%. Contohnya : tepung kedelai, tepung biji kapuk, tepung bunga matahari, bungkil wijen, bungkil kedelai, bungkil kelapa, bungkil kelapa sawit dll.

Konsentrat sebagai sumber energi

Apabila kandungan protein dibawah 18%, TDN 60% dan serat kasarnya lebih dari 10%. Contohnya : dedak, jagung, empok, polar dll.

Konsentrat yang baik apabila terdiri dari bermacam macam bahan pakan supaya mendapatkan asam amino yang lengkap. Untuk pembuatan konsentrat harus diperhatikan bahan pakan yang digunakan sebagai penyusun ransum, baik dalam cara penyediaan maupun kandungan gizinya. Perlu diperhatikan pada pemberian jagung harus diimbangi dengan pemberian bahan yang berasal dari kedelai, pada pemberian bahan yang berasal dari kedelai sebaiknya dimasak terlebih dahulu,karena kedelai mengandung zat anti tripsin yang rusak bila kena panas.

Konsentrat pada Kambing dan Domba diberikan sesuai dengan tipenya. Kambing dan Domba perah yang berproduksi tinggi yang kadar lemak yang diinginkan tinggi maka membutuhkan protein tertinggi. Sedangkan protein sangat sedikit dibutuhkan pada Kambing dan Domba yang sedang masa kering. Program perhitungan pakan pada Kambing dan Domba biasanya dihitung berdasarkan bahan kering.

Tabel kebutuhan Zat zat gizi Untuk Hidup pokok dan produksi Kambing & Domba perah

BERAT BADAN
UNTUK HIDUP POKOK
KADAR LEMAK SUSU
UNTUK PRODUKSI 1 KG SUSU
PROTEIN (Gr)
ME
(M. Kal)
TDN (Kg)
LEMAK SUSU (%)
PROTEIN (Gr)
ME
(M.Kal)
TDN (Kg)
30
74
1,95
543
2,5
59
1,47
333
40
93
2,42
672
3,0
64
1,49
337
50
110
2,86
795
3,0
64
1,49
337
60
126
3,28
912
3,0
64
1,49
337
70
141
3,68
1023
3,0
64
1,49
337
80
156
4,06
1131
3,5
68
1,51
342
Sumber Sory Basya Siregar 1991
Pengertian protein - Protein adalah senyawa organik komplek berbobot molekul besar yang terdiri dari asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor.
Perhitungan Kebutuhan protein dan energi berdasarkan Berat badan Kambing dan Domba dan produksi susu serta kandungan lemak susu berdasarkan tabel :

Misalnya Berat badan Kambing dan Domba 30 Kg,produksi susu 1 liter dengan kandungan lemak 3% maka:

Kebutuhan protein : 74 + (1X59) =133 gram
Kebutuhan ME : 1,95 + (1X1,47) =3,44 M Kal
Kebutuhan TDN : 543 + (1 X 333) =876 Kg

Pembuatan ransum Kambing dan Domba perah untuk memenuhi kebutuhan protein berdasarkan metode bujur sangkar latin.

Contoh : Kambing dan Domba dengan berat badan 30 Kg berproduksi 1l/hari dengan kadar lemak 3%. Kambing dan Domba diberi pakan hijauan rumput 2 Kg dan gamal 1 Kg, konsentrat kandungan protein 16% yang terdiri bungkil kelapa dan dedak. Kandungan protein rumput 9,6% dengan BK 21% sedangkan gamal dengan kandungan protein 25,2% dan BK 13,1%. Dedak mengandung protein 13% dengan BK 85,7%, bungkil kelapa mengandung protein 21,2% dan BK 87,9%. Berapa bungkil kelapa dan dedak yang harus diberikan ?

Perhitungan :

Berdasarkan tabel, kebutuhan protein untuk Kambing & Domba tersbt =74+(1×59) = 131 gram.
Protein dari rumput = 2 × 21/100 × 9,6/100 × 1 kg = 0,04032 Kg.
Gamal = 1 × 13,1/100 × 25,2/100 × 1 kg =0,03301 Kg
Jumlah protein = 0,0403 kg + 0,0330kg = 0,07330 Kg 73,30 Gr
Kekurangan Protein = 131 gr – 73,30 gr = 30,70 gr
Dedak 4,8 X85,7/100X13,8/100X1kg = 0,56767 kg=567,67 gr = 58,07%
Bungkil Kelapa 2,2 X87,9/100X21,2/100X1kg = 0,40996 kg=409,96 gr = 41,93%
jumlah = 977,64 gr

Kesimpulan : Kekeurangan protein sejumlah 30,70 gr diambil dari konsentrat
dengan protein 16 % yang terdiri dari :

Dedak = 58,07% X 30,70 gr = 17,82 gr protein
Bungkil kelapa = 41,93% X 30,70 gr =12.88 gr protein
Berat bahan sebagai berikut;
Dedak = 100:85,7 X 567,67 gr = 662,39 gr
Bungkil Kelapa = 100: 87,9 X 409,96 gr= 446,39 gr

KAMBING DAN DOMBA POTONG

Tabel kebutuhan Zat zat gizi Untuk Hidup pokok & produksi Kambing & Domba potong

Kebutuhan Gizi
Sumber Sory Basya Siregar 1994

Contoh Kambing dan Domba dengan berat badan 20 Kg ingin dinaikkan berat badannya 150 g/hari.

Langkah pertama lihat tabel kebutuhan, ternyata Kambing dan Domba tersebut membutuhkan : BK 1 Kg ( 5%); Total protein 75 g. TDN 456 g, ME 6,9 Mcal, Calsium 0,029 kg; Fosfor 0,019 kg

Langkah kedua menentukan berapa rumput yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan Bahan Kering, dengan cara menghitung. Pada ransum ini digunakan 70% BK mengunakan rumput lapangan. Jadi BK rumput yang digunakan 70/100×1.000 = 700 g. Kekurangannya 300 g. Digunakan konsentrat yang dicampur dedak dengan tepung jagung dengan Proten 12 %.

Kandungan nutrisi;

Rumput Lapangan BK 21 %, PK 6,7,TDN 55%, Dedak BK 87,5%, PK 13,8 TDN 50 % dan Tepung Jagung BK 89,1% PK 10,8 % TDN 90%

Jumlah yang PK dapat disediakan Oleh Rumput = 6,7/100X 700 g = 46,9 g .

Kekurangan PK = 75 – 46,9 = 28,1 g = 28,1/300 X 100%= 9,37 % akan di sediakan oleh Tepung jagung dan Dedak




Dedak 1,43/5,86X 100% = 24,4 %
Tepung jagung 4,43/5,86X 100% = 75,6 %
Bahan yang diperlukan untuk meramu Pakan Kambing tersebut adalah sebagai berikut:
Rumput Lapangan = 700 g(BK)
= 100/21 X 700 g = 3333,33 g (BB)
Dedak = 24,4/100 X 300 g = 73,2 g (BK)
= 100/87,5 X 73,2 g = 83,6 g(BB)
Tepung Jagung = 75,6/100 X 300 g = 226,8 g (BK)
= 100//89,1X226,8 g = 254,5 g (BB)

Dihitung Kembali Protein Kasarnya :
PK Rumput Lapangan = 6,7/100 X 700 g = 46,9 g
PK Dedak = 13,8/100 X 73,2 g = 7,9 g
PK Tepung Jagung = 10,8/100 X 226,8 g = 21,29 g
76,08 g

Dihitung TDNnya
TDN Rumput Lapangan = 55/100 X 700 g = 330 g
TDN Dedak = 50/100 X 73,2 g = 36,6 g
TDN Tepung Jagung = 90/100 X 226,8 g = 204,12 g
570,72 g
( 570,72/1000 X 100 % = 93,6 5)

Protein dan TDN nya agak tinggi namun tidak masalah

Kesimpulannya Berat Bahan Ransumnya sebagaiberikut ;

Rumput = 3,3 kg
Dedak = 0,083 kg
Tepung Jagung = 0,254 kg

Dalam menyusun Konsentrat untuk kambing atau domba tentu perlu dipertimbangkan beberapa macam bahan baku konsentrat dengan memperhatikan nilai harga yang semurah-murahnya, namun kandungan nutrisinya yang memadai.

Kandungan Nutrisi Bahan Pakan dari Limbah Industri Pertanian

No. Jenis bahan               BK(%) PK(%) LK(%) SK(%) TDN(%)
1 Ampas tahu                  10,8 25,6 5,3 14,5 76,0
2 Ampas kecap                85,4 36,2 17,2 17,8 89,5
3 Ampas bir                     31,2 26,4 10,2 7,0 78,7
4 Ampas brem                 81,6 3,1 2,1 2,1 55,8
5 Ampas gula cair            34,3 5,1 6,2 8,0 54,9
6 Bungkil kopra               90.5 27.6 11.2 6.8 75.3
7 Ampas bir                     31,2 26,4 10,2 7,0 78,7
8 Bungkil kelapa               87,9 21,2 11,9 10,7 67,4
9 Bungkil kcg tanah           80,6 39,7 17,2 0,9 81,0
10 Bungkil klp sawit          88,6 16,5 11,9 10,7 67,4
11 Bungkil kedelai            89,4 52,1 1,0 25,5 40,3
12 Dedak padi                 87,5 9,9 2,3 18,5 55,5
13 Kedelai BS                 85,4 38,3 4,8 17,8 69,9
14 Onggok kering            88,7 1,2 0,7 8,3 85,0
15 Tumpi kedelai             91,4 21,1 3,0 23,2 69,4
16 Tumpi jagung              87.4 8.6 0,5 21.3 48,5
17 Tepung gaplek             87,0 2,4 0,7 8,9 73,5
18 Polard                         88,4 16,4 4,0 5,8 74,8
19 Molasses                    30,2 8,3 – – 63,0

Tabel 2. Bahan Pakan dari Pertanian

Nama Bahan Protein % TDN %

Klobot Jagung 5,1 49,5
Jerami Padi 4,9 45,0
Jerami Kedele 11,9 42,7
Jerami Kulit kedelai 8,0 58,9
Jerami Kacang Tanah 12,9 62,3
Jerami Kacang Panjang 12,9 62,3
Jerami Kacang Hijau 23,2 58,1
Kulit coklat 15,0 55,5
Kulit Kacang tanah 5,8 31,7
Kulit Klenteng 13,1 52,3
Tongkol Jagung 5,6 53,0
Pucuk Tebu 5,6 55,3
Daun Ketela Pohon 16,5 37,4
Batang Ketela pohon 5,9 48,1
Bhengok 14,2 49,4
Rumput lapang 6,7 55
Rumput Gajah 10,0 67,7
Setaria 18,8 58,0

Contoh Formula Pakan Kambig atau Domba;

1 Pertumbuhan atau pembesaran  2. Penggemukan

Dedak Padi = 50 %                     Dedak Padi = 42 %
Bungkil Kelapa = 25 %                Bungkil Kelapa = 15 %
Tepung Jagung = 15 %                 Tepung Jagung = 21 %
Bungkil Kacang Tanah = 8 %       Onggok = 20 %
Garam Dapur = 1 %                    Garam Dapur = 1 %

Tepung Tulang = 0,5 %                Tepung Tulang = 0,5 %
Kapur = 0,5%                             Kapur = 0,5 %
Jumlah = 100 %                          Jumlah = 100 %

Bahan Kering = 85,5 %              Bahan Kering = 86,4 %
Protein Kasar = 17,2 %              Protein Kasar = 11,7 %
TDN = 71,6 %                           TDN = 74,8 %

Sumber:
https://elbudiyanto.wordpress.com
Share:

Cara Beternak Sapi Potong dan Analisa Usahanya

Sapi Potong Kualitas Super Hasil Penggemukan
Cara Menghitung Laba/Rugi Dalam Usaha Penggemukan Sapi Potong, Berikut Analisanya!
Pengertian Sapi Potong. Sapi potong adalah jenis sapi yang diternakkan untuk dimanfaatkan dagingnya (berbeda dengan sapi perah yang dimanfaatkan susunya). Biasanya terdapat tiga tahapan utama dalam produksi daging sapi, yaitu tahap pengasuhan, penggembalaan dan pemberian pakan.
Contoh analisis ini  didasarkan pada harga-harga saat tulisan ini dibuat pertama kali (asumsi-asumsi yang juga akan ditampilkan di bawah) sehingga untuk keakuratannya kita perlu memasukkan angka-angka terbaru atau harga-harga terbaru baik dari harga ternaknya, biaya pakan (harga bahan pakan) dan biaya tenaga kerja terbaru. Jadi tinggal memasukkan angka/harga terbaru pada item-item yang ada pada contoh analisis usaha penggemukan sapi potong tersebut agar kita bisa mendapat gambaran yang lebih jelas prospek dari bisnis ini.
Pengertian Analisis Usaha. Analisis usaha merupakan sebuah cara untuk mengetahui tingkat kelayakan suatu jenis usaha yang akan kita lakukan, menilai kelangsungan usaha, stabilitas, profitabilitas dari suatu usaha, sub usaha atapun proyek.
Sebelum memulai usaha penggemukan sapi potong, ada baiknya kita melakukan beberapa tips dibawah ini sebagai bahan pertimbangan.

Kumpulkan informasi awal sebelum beternak sebanyak-banyaknya dari sumber yang terpercaya
Sebaiknya calon peternak memiliki pengetahuan mengenai teknik memelihara sapi. Pengetahuan akan pasar juga penting agar peternak tidak tertipu dalam memasarkan sapi yang berhasil digemuk-kan. Informasi ini dapat diperoleh dari buku maupun artikel-artikel di majalah dan internet. Berkonsultasi dengan ahli peternakan juga menjadi alternatif yang baik untuk menggali informasi. Selain itu, saat ini juga banyak seminar maupun pelatihan yang berkaitan dengan teknis beternak.

Mau memulai dari skala kecil, jangan malu untuk memulai dari skala rumah tangga meski hanya mencoba 1 - 2 ekor untuk mencari pengalaman
Tidak ada usaha yang langsung besar ketika baru dimulai. Setiap usaha dirintis dari skala kecil yang kemudian menjadi besar dengan ketekunan dan kerja keras. Modal yang besar di awal usaha bukanlah jaminan suatu usaha akan sukses. Usaha penggemukan sapi potong sendiri dapat dimulai dari kecil dengan jumlah sapi 2-4 ekor.

Memulai pada waktu yang tepat dengan memperhitungkan waktu panen sapi saat harga dipasaran sedang tinggi
Saat yang baik untuk membeli sapi bakalan adalah menjelang hari raya Idul Fitri. Pada saat itu banyak peternak menjual sapi mereka untuk biaya merayakan Lebaran. Sapi pun bisa didapat dengan harga yang lebih murah. Sekitar 4 bulan kemudian ketika hari raya Idul Adha tiba, sapi yang telah dewasa dapat dijual kembali dengan harga berlipat. Namun, sebenarnya untuk penggemukan sapi dapat dimulai kapan saja karena masyarakat akan selalu membutuhkan daging sapi.

Mengembangkan usaha dari keuntungan
Sisihkan sebagian keuntungan yang didapat untuk membeli sapi tambahan. Jika perlu, gunakan seluruh keuntungan yang didapat. Saat populasi sapi yang dimiliki sudah cukup besar, peternak dapat menikmati keuntungan yang diperolehnya. Meski memang dalam berbisnis, mental perlu dipersiapkan untuk menghadapi adanya kerugian. Terlebih lagi dalam usaha budidaya sapi, sapi bisa saja mati karena stres maupun penyakit.

Mencatat setiap kegiatan
Pencatatan yang dilakukan meliputi semua kegiatan di peternakan, seperti jumlah pakan sapi dan peningkatan bobot dari bulan ke bulan. Pertambahan populasi, penjualan sapi, jumlah sapi yang sakit maupun mati, serta obat dan suplemen yang diberikan juga perlu dicatat. Ini penting untuk mengetahui track record kesehatan ternak terutama ketika terjadi serangan penyakit. Selain itu, pencatatan keuangan juga penting dilakukan agar besarnya modal dan keuntungan dapat diketahui secara pasti. Dengan demikian, dapat diketahui dengan jelas berapa dana yang harus dialokasikan untuk periode berikutnya.

Bergabung dengan kelompok ternak sapi
Kelompok ternak dibentuk oleh peternak-peternak dengan bidang usaha sama. Dengan bergabung dalam kelompok ini, peternak dapat memperoleh banyak manfaat, seperti kemudahan mendapatkan modal berbunga rendah, memperoleh kredit dari bank, serta sarana berbagi pengetahuan dan pengalaman.

Jangan ragu memulai pembibitan
Banyak peternak yang enggan memulai usaha pembibitan sapi. Padahal permintaan yang tinggi akan sapi bakalan hingga saat ini belum dapat dipenuhi seluruhnya oleh usaha pembibitan sapi potong dalam negeri. Hal ini tercermin pada impor sapi bakalan yang semakin besar, serta harga sapi bakalan di dalam negeri yang semakin tinggi. Untuk itu, jangan ragu memulai usaha pembibitan sapi potong karena peluangnya juga sangat besar.

Untuk memberikan gambaran bagi calon peternak mengenai usaha penggemukan sapi potong, berikut kami tampilkan contoh analisis usahanya. 
 
Asumsi yang digunakan dalam analisis ini antara lain:
  • Lahan yang digunakan merupakan tanah pekarangan yang belum dimanfaatkan dan tidak diperhitungkan untuk sewa lahannya
  • Sapi bakalan yang dipelihara: 10 ekor sapi PO
  • Harga sapi bakalan: Rp 8.000.000,-/ekor
  • Bobot badan awal sapi bakalan: 250 kg/ekor
  • Sapi dipelihara selama 4 bulan dengan pertambahan bobot badan (PBB) sekitar 0,8 kg/ekor/hari, sehingga:
PBB selama 4 bulan = 0,8 kg x 120 hari
= 96 kg/ekor
Bobot akhir sapi = 250 kg + 96 kg
= 346 kg
Bobot seluruh sapi = 346 kg x 10 ekor
= 3.460 kg
Hasil penjualan sapi = 3.460 kg x Rp. 40.000/kg bobot hidup sapi
= Rp. 138.400.000
  • Luas kandang: 45 m2
  • Biaya pembuatan kandang: Rp 400.000/m2
  • Penyusutan kandang 20% per tahun (dengan demikian penyusutan untuk satu periode ± 7%)
  • Gaji tenaga kerja (2 orang): Rp 500.000,-/bulan
  • Biaya listrik: Rp. 180.000
  • Biaya air: Rp. 225.000
  • Biaya peralatan: Rp 500.000,-/tahun, sehingga untuk satu periode Rp 170.000
  • Kotoran yang dihasilkan selama 1 periode sebanyak 5.000 kg dengan harga Rp 300,-/kg
  • Biaya pakan untuk satu periode:
  • Hijauan : 40 kg x 10 ekor x 120 hari x Rp. 100
  • Konsentrat : 3 kg x 10 ekor x 120 hari x Rp. 1.500
  • Suplemen pakan : 3 kg x 10 ekor x 120 hari x Rp. 200
  • Biaya vitamin B kompleks (1 kali pemberian selama periode pemeliharaan untuk meningkatkan pertumbuhan dan daya tahan tubuh): Rp. 13.000 untuk 10 ekor sapi
  • Biaya obat cacing (1 kali pemberian selama periode pemeliharaan sebagai upaya mencegah cacingan): Rp. 50.000 untuk 10 ekor sapi
Dari hasil uraian perhitungan di atas, diperoleh nilai rasio pendapatan : biaya = 1,22. Ini artinya dalam satu periode penggemukan, dari setiap modal Rp. 100 yang dikeluarkan akan diperoleh pendapatan sebanyak Rp. 122. Selain itu, dari perhitungan di atas juga dapat diketahui nilai titik impas (Break Even Point/BEP) nya, yaitu:
1) BEP harga = total biaya : berat sapi total
= Rp. 114.898.000 : 3.460 kg
= Rp. 33.208/kg
2) BEP produksi = total biaya : harga jual sapi (per kg)
= Rp. 114.898.000 : Rp. 40.000
= 2.873 kg
Dari nilai BEP dapat disimpulkan bahwa usaha penggemukan sapi ini akan mencapai titik impas jika 10 ekor sapi mencapai bobot badan 2.873 kg atau harga jual Rp 33.208/kg.
(http://info.medion.co.id)

Istilah dan Perhitungan Profitabilitas
Perhitungan profitabilitas dengan mengunakan rumus (Munawir, 2004) :

Gross Profit Margin (GPM)
GPM = (Laba Kotor : Penjualan Bersih) x 100 %

Net Profit Margin
NPM = (Laba Bersih : Penjualan Bersih) x 100 %

Total Assets Turnover (TAT)
TAT = (Penjualan : Total Modal) x 100 %

Return on Investment (ROI)
ROI = (Laba Bersih : Total Modal) x 100 %

Return on Equity (ROE)
ROE = (Laba Bersih : Total Ekuitas) x 100 %


CONTOH LAIN: KONSEP USAHA PENGGEMUKAN SAPI BALI


Konsep Usaha dalam Penggemukan sapi bali ini dilakukan dalam skup kelompok, dimana pengelolaan kegiatan usaha dilakukan oleh kelompok itu sendiri dengan diawasi dan di manage oleh pengurus kelompok, mulai dari pemberian pakan, pemeliharaan dan pengolahan limbah ternak.
Pola pembagian hasil dalam penggemukan sapi bali ini yakni dengan pola 70% : 30% dimana dari Keuntungan bersih 70% adalah Hak Petani sebagai pengelola dan 30% akan menjadi hak kelompok sebagai pemilik modal.

ASUMSI-ASUMSI USAHA PENGGEMUKAN SAPI BALI
Asumsi-Asumsi dalam Usaha Penggemukan Sapi Bali Adalah :
1. Lahan yang digunakan merupakan tanah pekarangan yang belum dimanfaatkan dan tidak diperhitungkan untuk sewa lahannya.
2. Sapi bakalan yang dipelihara sebanyak 10 Ekor jenis Pejantan Sapi Bali dengan harga awal Rp. 5.000.000/ekor dan berat badan lebih dari 300 kg/ekor.
3. Sapi dipelihara selama 6 bulan atau 180 Hari dengan penambahan berat badan sekitar 0,8 kg/ekor/hari.
4. Biaya Pembangunan Kandang Sebesar Rp. 10.000.000,-
5. Penyusustan kandang 20% Per tahun dengan demikian penyusutan untuk satu periode 10% dengan taksiran usia ekonomis 5 tahun
6. Sapi membutuhkan Vitamin dan obat-obatan sebesar Rp. 5.000/ekor/bulan
7. Peralatan kandang dibutuhkan sebesar Rp 500.000/tahun, dengan demikian untuk satu periode Rp. 250.000
8. Kotoran yang dihasilkan selama 1 periode sebanyak 20.917 kg kering dengan harga Rp. 1.000/kg
9. Bio Urine yang dihasilkan selama 1 periode sebanyak 27.000 Liter dengan harga Rp. 1.000/Liter
10. Pakan yang diperlukan untuk satu periode : HMT 40 kg x 30 x 180 x Rp.250 dan Konsentrat 3 kg x 30 x 180 x Rp. 4.000

ASPEK TEKSIS USAHA PENGGEMUKAN SAPI BALI
Dari Asumsi-asumsi diatas maka dapat kita tuangkan kedalam aspek teknis dalam usaha penggemukan sapi bali dalam kurun waktu 1 periode penggemukan, yakni 6 bulan atau 180 hari sebagai dasar analisis usaha penggemukan sapi bali.


ASPEK TEKNIS
USAHA PENGGEMUKAN SAPI BALI
( DALAM 1 PERIODE PENGGEMUKAN )
NO
KETERANGAN
JUMLAH
SATUAN
1
Pengadaan Sapi Bakalan :
A. Populasi Awal Penggemukan
10
Ekor
B. Harga Sapi Bali Bakalan
5.000.000
Rp/Ekor
C. Taksiran Bobot Awal Bakalan
300
Kg/Ekor
2
Periode Penggemukan :
A. Jumlah Bulan Penggemukan
6
Bulan
B. Jumlah Hari Penggemukan
180
Hari
3
Produksi Sapi Penggemukan :
A. Penambahan Bobot Ternak
0,8
Kg/Ekor/Hari
B. Bobot Tercapai dalam 1 periode
144
kg/Ekor
D. Bobot Akhir Ternak
444
Kg/Ekor
E. Harga Jual Sapi Penggemukan
20.000
Rp/Kg/ST
4
Pakan :
A. HMT (10% X Bobot Sapi)
40
Kg/Ekor/Hari
B. Konsentrat (1% X Bobot Sapi)
3
Kg/Ekor/Hari
C. Harga HMT
250
Rp/Kg
D. Harga Konsentrat
4.000
Rp/Kg
5
Obat-Obatan & Vitamin :
A. Biaya Obat-obatan dan Vitamin
5.000
Rp/ST/Bln
6
Biaya Lain-Lain :
A. Kebutuhan Listrik
1
Kwh/Hari
B. Biaya Listrik
1.000
Rp/Kwh
C. Kebutuhan Air
15
M3/Bln
D. Biaya Air
2.500
Rp/M3
7
Biaya Tenaga Kerja
30.000
Rp/HOK
8
Peralatan Kandang
500.000
Rp/Th
Penyusutan Peralatan (50%)
250.000
Rp/Periode
9
Produksi Pupuk :
A. Kotoran Basah (60% Tercerna)
16
Kg/Ekor/Hari
B. Produksi Kompos (Kadar Air = 24,21%)
5
Kg/Ekor/Hari
C. Harga Pupuk Kompos
1.000
Rp/Kg
E. Produksi Bio Urine Sapi
5
Liter/Ekor/Hari
F. Harga Bio Urine Sapi
1.000
Rp/Liter

ANALISIS KEUANGAN USAHA PENGGEMUKAN SAPI BALI
Dari Aspek teknis diatas maka dapat kami gambarkan aspek analisis keuangan dari penggemukan sapi bali dalam Periode I (6 Bulan) adalah sebagai berikut :

ANALISIS PENGGEMUKAN SAPI BALI
( Dalam 2 Periode)
NO
URAIAN
JML
SAT
HARGA (Rp)
JML. BIAYA (Rp)
A. BIAYA-BIAYA
1.
BIAYA INVESTASI
1. Bangunan Kandang (Kapasitas 10)
1
Unit
10.000.000
10.000.000
2. Bangunan Gudang Pakan
1
Unit
0
0
3. Peralatan Kandang
1
Paket
500.000
500.000
TOTAL BIAYA INVESTASI
10.500.000
2.
BIAYA VARIABEL
1. Pembelian Bibit Bakalan Sapi Bali
10
Ekor
5.000.000
50.000.000
2. Hijauan Makanan Ternak (HMT)
72.000
Kg
250
18.000.000
3. Konsentrat
5.400
Kg
4.000
21.600.000
5. Vitamin dan Obat-obatan
6
Bulan
300.000
1.800.000
6. Biaya Listrik
180
Kwh
1.000
180.000
7. Biaya Air
90
M3
2.500
225.000
TOTAL BIAYA VARIABEL
91.805.000
3.
BIAYA TETAP
Ongkos Tenaga kerja
24
HOK
30.000
720.000
Penyusutan Kandang 10%
10
%
10.000.000
1.000.000
Penyusutan Gudang Pakan 10%
10
%
0
0
Penyusutan Peralatan Kandang 50%
50
%
500.000
250.000
TOTAL BIAYA TETAP
1.970.000
TOTAL BIAYA-BIAYA ( B. VARIABEL+B. INVESTASI+B.TETAP)
104.275.000
B. PENERIMAAN
1. Penjualan Sapi (Target 400 Kg/Ekor)
4.440
Kg
20.000
88.800.000
2. Penjualan Pupuk Kompos
9.000
Kg
1.000
9.000.000
3. Penjualan Bio Urine
9.000
Liter
1.000
9.000.000
C. TOTAL PENERIMAAN
106.800.000
D. KEUNTUNGAN
2.525.000
E. B/C RASIO
1,024214817
Keterangan :
Pada Periode Pertama Dengan Keuntungan yang sangat sedikit, mengingat adanya pembangunan aset kelompok yang cukup besar yakni pembangunan kandang koloni, namun untuk mengetahui cash flow analisi pada tahun selanjutnya dapat dilihat pada tabel cash flow dibawah

ANALISIS CASHFLOW PENGGEMUKAN SAPI BALI
Analisis Cashflow merupakan gambaran sebuah investasi yang berjalan selama periode penggemukan berlangsung.

No
URAIAN
Tahun Ke
I
II
Periode I
Periode II
Periode I
Periode II
I
PENDAPATAN
1
Penjualan Sapi Potong
88.800.000
88.800.000
88.800.000
88.800.000
2
Penjualan Pupuk Kompos
9.000.000
9.000.000
9.000.000
9.000.000
4
Penjualan BIO-Urine
9.000.000
9.000.000
9.000.000
9.000.000
TOTAL PENDAPATAN
106.800.000
106.800.000
106.800.000
106.800.000
II
PENGELUARAN
A
BIAYA INVESTASI
1
Bangunan Kandang Koloni
10.000.000
0
0
0
2
Bangunan Gudang Pakan
0
0
0
0
3
Peralatan Kandangan
500.000
0
0
0
B
BIAYA TETAP
1
Pembelian Bibit Bakalan
50.000.000
50.000.000
50.000.000
50.000.000
2
Ongkos Tenaga kerja
720.000
720.000
720.000
720.000
3
Penyusutan Kandang (10%)
0
1.000.000
1.000.000
1.000.000
4
Penyusutan Peralatan (50%)
250.000
250.000
250.000
250.000
C
BIAYA VARIABEL
1
Biaya HMT
18.000.000
18.000.000
18.000.000
18.000.000
2
Konsentrat
21.600.000
21.600.000
21.600.000
21.600.000
4
Vitamin dan Obat-obatan
1.800.000
1.800.000
1.800.000
1.800.000
5
Biaya Listrik
180.000
180.000
180.000
180.000
6
Biaya Air
225.000
225.000
225.000
225.000
TOTAL PENGELUARAN
103.275.000
93.775.000
93.775.000
93.775.000
III
BENEFIT PER PERIODE
3.525.000
13.025.000
13.025.000
13.025.000
IV
BENEFIT PER TAHUN
16.550.000
26.050.000
V
ANALISIS-ANALISIS
1
DF = (P/F,12%,5)
0,8928
0,7971
2
Nilai Sekarang (PV)
14.775.840
20.764.455
3
(B/C) Ratio
1,08
1,14
4
NPV
85.422.277
Keterangan :
Mengingat Keterbatasan halaman maka kami bisa tampilkan Analisis Cashflow hanya pada periode yang ke IV pada tahun ke II, sedangkan pada tahun ke berikutnya hasilnya akan sama dengan tahun ke II, dan pada tahun ke IV maka kelompok sudah bisa melakukan pengembangan usaha berupa pembangunan kembali kandang koloni.

Sumber:https://kelompokternakpucakmanik.blogspot.co.id dan sumber-sumber lainnya
Share:

Definition List

Unordered List

Support