This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Showing posts with label Ternak Alternatif. Show all posts
Showing posts with label Ternak Alternatif. Show all posts

Wednesday, April 25, 2018

Tips Merawat Tupai Terbang, Hewan Jinak, Imut dan Lucu

Mengenal Binatang Kecil Berkantung, Tupai Terbang (Sugar Glider), Bagaimana Cara Memeliharanya?
Merawat dan membiakkan sugar glider memang gampang-gampang susah. Sebab, meski memeliharanya tidak sulit, hewan ini gampang stres. Makanya, syarat pertama memelihara hewan ini adalah paling sedikit memiliki dua ekor, agar mereka bisa berteman. Jika dipelihara sendirian, biasanya hewan ini gampang stres.

Sugar Glider (Petaurus brevicep) atau yang lebih dikenal masyarakat dengan tupai terbang merupakan hewan kecil yang mirip tupai kecil tetapi memiliki kantung seperti kanguru dan koala. Julukan Sugar Glider karena hewan kecil tersebut merupakan penggemar makanan manis dan mempunyai membran peluncur pada kakinya sehingga bisa terbang. Habitat asli hewan ini berada di hutan belantara sehingga dapat ditemukan di Papua, Papua Nugini, Australia dan Tasmania. Namun kini penyebarannya sudah cukup luas di dunia karena banyak peminatnya, bahkan sudah dikembangbiakkan. Sekitar 90% Sugar Glider di dunia berasal dari Papua, Indonesia. Sebab Pemerintah Australia yang juga memiliki Sugar Glider melarang hewan mereka diperjualbelikan ke luar negeri.
Harga hewan ini tergantung dari asalnya. Anakan hasil pembiakan dihargai sampai Rp 750.000 per ekor. Sebab, sugar glider hasil pembiakan biasanya lebih jinak sehingga memudahkan dalam proses bonding atau menjalin ikatan dengan pemiliknya. Adapun sugar glider hasil tangkapan butuh waktu lama menjinakkan, harganya antara Rp 350.000 sampai Rp 450.000.
Jenis.
Karena mudah bersahabat, berwajah imut dan lucu, mudah dibawa, perawatan mudah dan minim biaya pemeliharaan tak heran Sugar Glider sangat digemari sebagai hewan peliharaan. Adapun jenis Sugar Glider hanya dibedakan berdasar warna bulu yang dimilikinya.

Lokasi.
Lokasi ternak Sugar Glider bisa di mana saja baik dataran rendah maupun tinggi. Khusus untuk joey Sugar Glider (anakan) jagalah lingkungan sekitar supaya jangan terlalu dingin. Tentu keadaan ini bisa disiasati dengan penggunaan tisu, kapas atau pouch supaya anakan tetap hangat.

Kandang.
 Jenis kandang yang digunakan bisa berupa kandang hamster setinggi 40 cm yang terbuat dari jeruji besi. Siapkan kelengkapan dalam kandang seperti alas kandang, misalnya pasir atau serbuk gergaji, pouch, hiding box dan ranting kayu. Jangan lupa siapkan tempat makan dan minum Sugar Glider. Sediakan hiding box dari bahan batok kelapa atau sarang burung, sebagai tempat Sugar Glider tidur atau pouch dari bahan kain, karena Sugar Glider terbiasa tidur di atas pohon.

Indukan.
 Sugar Glider dinyatakan dewasa jika umurnya sudah 10 bulan ke atas. Meski sebenarnya sudah matang/dewasa kelamin pada umur 8-9 bulan, tetapi Sugar Glider betina tidak boleh langsung dikawinkan karena pertumbuhannya belum maksimal, mudah stress bahkan bisa memakan anaknya sendiri. Pilih indukan yang bermata jernih tidak sayu, bulu bagus, tidak ada cacat, tidak ada luka, lincah, mau makan, hidung berwarna pink (jangan yang putih pucat).

Penjodohan.
Proses penjodohan sangat mudah dilakukan. Cukup dengan menggabungkan jantan betina dalam satu kandang. Dari sana si jantan akan segera mengetahui apakah si betina sedang masa subur atau tidak. Masa subur betina berlangsung selama 20 hari. Jika si betina sedang masa subur, maka si jantan akan mencium-cium si betina, kelenjar bau betina juga akan digesek-gesek si jantan, dan barulah mereka kawin. Tanda dewasa kelamin jantan adalah pitak (unyeng-unyeng) pada bagian kepala. Jika si jantan ingin kawin, maka ia akan merontokkan bulunya dengan menggesek-gesek bulu sampai rontok dengan tangan yang basah bekas liurnya.

Dari proses kawin sampai anakan lahir hanya memakan waktu sekitar 16 hari. Dalam setahun, betina Sugar Glider bisa 3 kali kawin. Dari satu ekor betina bisa melahirkan anakan 1-3 ekor sekali lahir. Anakan Sugar Glider lahir biasanya pada pagi dan siang hari. Jika mendekati waktu lahir, indukan betina biasanya akan menyendiri. Begitu anaknya keluar, maka indukan betina akan menjilati jalan keluar bayinya sampai kantung. Selanjutnya anakan akan merangkak naik menuju kantung. Ciri Sugar Glider yang telah melahirkan, yakni kantung basah dan terdapat benjolan. Anakan Sugar Glider tersebut akan berada dalam kantung indukan selama dua bulan.

Pemberian Pakan.
Sugar Glider merupakan hewan omnivora (pemakan tumbuhan dan hewan) dan penyuka makanan manis. Jenis makanannya bisa berupa sayur, buah, bunga, nectar dan serangga (jangkrik, ulat hongkong, ulat jerman). Bisa juga berupa bubur bayi, protein booster, yoghurt, Bee Polen, kalsium, tepung serangga dan susu khusus. Makanan berupa serangga bisa disubstitusi dengan ayam rebus.

Pemeliharaan.
Ingat, jangan hanya diberi pakan saja tanpa diajak berinteraksi. Pemilik harus sering mengajaknya main dan keluar kandang serta bertemu banyak orang, agar ketika bertemu dengan orang lain tidak takut sampai menimbulkan suara mendesis (crabbing). Selain itu, Sugar Glider bisa lebih mengenal sang pemilik dengan cara dekatkan baju yang pernah dipakai agar ia mengenali bau badan kita. Jika Sugar Glider sudah familiar, maka tidak akan galak dengan pemilik. Kemudian agar pemilik nyaman dan aman bermain dengan Sugar Glider, sebaiknya lakukan pemotongan kuku Sugar Glider setiap dua minggu sekali. Bersihkan kandang seminggu sekali agar kesehatan Sugar Glider tetap terjaga dengan baik. Sugar Glider juga tidak perlu dimandikan atau dijemur di bawah sinar matahari.

Sugar Glider yang baru keluar kantung, wujudnya masih seperti tikus yang baru lahir, belum memiliki bulu dan baru memiliki corak merah hitam. Seminggu kemudian sudah tumbuh bulu halus. Setelah umur 10-12 hari pasca-keluar kantung, barulah matanya terbuka (melek). Umur tiga minggu Sugar Glider mulai belajar makan dan pada umur sebulan sudah bisa makan. Ketika umur 1,5 bulan joey sudah bisa disapih. Selang seminggu barulah siap jual.
Tips Cara Menjinakkan Sugar Glider. Sugar Glider merupakan hewan yang bersifat sosial sehingga bisa dilatih untuk dekat dengan pemiliknya. Pada hari pertama sugar glider tiba di rumah, sebaiknya dibiarkan dulu selama 1-2 hari untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya sehingga dia tidak merasa asing lagi. Sugar glider juga bisa diletakkan di ruangan di mana kita bisa melakukan aktivitas sehari-hari . Setelah terbiasa, kita bisa mulai mencoba untuk menawarkan ‘treat’ berupa jangkrik atau ulat. Setelah terlihat lebih tenang perlahan masukkan tangan ke dalam kandang, dan makanan diletakkan di atas telapak tangan sampai SG mau menghampiri. Biasanya pada siang hari saat tidur, SG lebih tidak aktif. Perlahan masukkan tangan dan lihat reaksi SG. Jika tidak ada reaksi mengancam, perlahan2 sentuh bagian tubuh SG (dielus perlahan). Cara lain adalah dengan memberikan ?kantung? untuk SG, bisa dari kaos kaki. SG sangat suka bersembunyi di dalamnya. Setelah itu kita bisa membawa SG di dalam kantong tersebut melakukan aktivitas sehari2 kita. SG bisa diletakkan dalam kantong celana yang tidak terlalu ketat. Intinya dibiasakan agar SG kenal dengan bau kita, dan pada saat tidur itu dia merasa cukup tenang. Setelah terbiasa SG biasanya akan lebih ?jinak? dan bisa diajak bermain.
Perbedaan Sugar Glider Dengan Tupai Biasa
Hewan sugar glider dan tupai terbang merupakan jenis yang berbeda. Sekilas tampang hewan yang bernama latin Petaurus breviceps ini mirip tupai. Dengan membran kulit yang menghubungkan kaki-kakinya, banyak juga orang yang salah mengiranya sebagai tupai terbang. Membran sugar glider memang bisa dipakai untuk meluncur seperti layaknya tupai terbang.

Cuma, kedua hewan sebenarnya berada di dua kelas yang terpisah. Tupai terbang, dengan berbagai jenisnya, masuk kelas hewan pengerat (rodentia). Adapun sugar glider masuk kelas hewan berkantung (marsupialia) seperti kanguru.

Tubuhnya kecil, hanya sekepalan tangan orang dewasa. Matanya bulat hitam, hidungnya bulat merah. Ekor sepanjang badannya. Yang lebih unik, ada membran kulit di sisi tubuhnya yang menghubungkan kaki-kakinya.

Itulah sugar glider. Saat ini, ‘si peluncur gula’ tengah menjadi hewan peliharaan eksotis yang banyak diminati orang. Tampangnya yang unyu-unyu, serta karakternya yang setia, menarik banyak orang untuk memeliharanya.

Sugar glider memang hanya bisa ditemui di Australia, Papua Nugini, dan Papua. Disebut sugar glider karena ia suka meluncur atau gliding dengan membran kulitnya dari satu pohon ke pohon yang lain untuk mencari makanan yang manis. Di habitat aslinya, bajing gula sangat menggemari nektar atau serbuk sari bunga serta buah-buahan. “Ia kadang juga makan serangga. Sehingga dikategorikan sebagai hewan omnivora,’ ujar July Kadewi, breeder atau pembiak sugar glider.

Merawat dan membiakkan sugar glider memang gampang-gampang susah. Sebab, meski memeliharanya tidak sulit, hewan ini gampang stres. Makanya, syarat pertama memelihara hewan ini adalah paling sedikit memiliki dua ekor, agar mereka bisa berteman. Jika dipelihara sendirian, biasanya hewan ini gampang stres.

Anakan Laku
Harga hewan ini tergantung dari asalnya. Anakan hasil pembiakan dihargai sampai Rp 750.000 per ekor. Sebab, sugar glider hasil pembiakan biasanya lebih jinak sehingga memudahkan dalam proses bonding atau menjalin ikatan dengan pemiliknya. Adapun sugar glider hasil tangkapan butuh waktu lama menjinakkan, harganya antara Rp 350.000 sampai Rp 450.000.

Si peluncur gula harus dibiarkan dulu dalam kandang selama beberapa hari. Setelah terbiasa, pemilik bisa menawarkan makanan dengan tangannya. Kalau sudah terbiasa dengan bau pemilik, baru hewan menyusui ini bisa dipegang dan diangkat keluar dari kandang untuk diajak bermain dan jalan-jalan.
Pemilik bisa memasukkan sugar glider ke kantong baju atau celana yang tidak terlalu ketat. Kalau sudah akrab, hewan ini bahkan menganggap kantong pemiliknya sebagai shelter dan sangat senang diajak jalan-jalan. “Makanya,sugar glider disebut juga pocket pets,” ungkap July.

Sugar glider cukup bahagia diberi kandang hamster yang banyak tersedia. Harganya sekitar Rp 100.000-an. Cuma, pilih kandang yang tinggi atau memanjang ke atas. Sebab, sugar glider senang memanjang dan meluncur. “Kandang sebaiknya juga dipasangi dahan atau ranting,” katanya.

Di kandang juga harus ada sarang. Bahannya bisa dari pot keramik yang dilubangi, batok kelapa, kayu berlubang, dan pipa paralon. Sarang penting agar hewan ini bisa beristirahat di siang hari tanpa gangguan sinar matahari. Maklum, sebagai hewan nocturnal, sugar glider aktif di malam hari.

Makanan utama sugar glider adalah buah-buahan seperti pisang, apel, mangga, pepaya, melon, semangka, dan lainnya. Cuma, karena membutuhkan protein, hewan ini juga harus diberi serangga seperti ulat, jangkrik, dan belalang. Di alam liar, usia si bajing gula hanya sampai 6 tahun. Jika dipelihara dengan asupan nutrisi yang tepat, “Ia bisa hidup sampai15 tahun,” ujar July.

Setelah betina berumur setahun, sugar glider bisa dikawinkan. Betina mengandung selama 15 hari–17 hari. Setelah lahir, bayi yang disebut joey akan menyusu dan hidup di kantung ibunya selama 4 bulan. Setelah itu, joey baru bisa keluar.
Dalam setahun, betina sugar glider bisa melahirkan 2 kali atau lebih, tergantung perawatan. Tiap melahirkan hanya 1 atau 2 joey yang lahir. Harga joey hasil pembiakan sekitar Rp 600.000–Rp 750.000. 

Kandang Wajib Nyaman
Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk memelihara sugar glider antar lain:

1. Kandang
Prinsipnya, kandang yang digunakan semakin besar dan tinggi akan semakin bagus karena sugar glider sangat menyukai aktivitas memanjat dan melompat. Ukuran kandang bisa digunakan dengan ukuran jeruji yang cukup kecil (< 1,2cm) untuk mencegah sugar glider kabur dari kandang. Di dalam kandang sebaiknya diletakkan cabang/dahan-dahan pohon untuk sugar glider bisa memanjat dan bermain-main. Sebaiknya hindari dahan yang diambil dari tanaman yang menghasilkan getah karena bisa membahayakan kesehatan dari hewan ini. Selain itu bisa diletakkan kotak sarang untuk sugar glider bisa bersembunyi, bahannya bisa dar apa saja , antara lain pot keramik yang dilubangi, kayu berlubang, pipa paralon,dll. Selain itu kandang bisa dilengkapi dengan mainan seperti ‘wheel’untuk hamster dan mainan- mainan lainnya.

Kandang bisa diletakkan di dalam maupun di luar ruangan, hanya saja hindari penempatan kandang dalam ruang ber-ac. Jika diletakkan di dalam, kandang harus sering dibersihkan untuk menghindari bau yang tidak enak (biasanya dari teritorial marking jantan). Jika kandang yang digunakan tidak terlalu besar, biarkan sugar glider untuk bermain-main di luar kandang setiap hari selama beberapa menit (dalam hal ini sudah harus jinak dahulu) dan kalau bisa diletakkan di tempat yang cukup tiggi seperti di atas meja.

2. Makanan dan minuman
Sugar glider juga membutuhkan minuman. Air bersih harus disediakan sepanjang hari, bisa diletakkan dalam wadah kecil yang berat sehingga tidak mudah tumpah pada saat sugar glider bermain2. selain itu makanan yang diberikan bisa berupa buah-buahan dan serangga. Buah yang bisa diberikan seperti pepaya, pisang, anggur, melon, apel, pear, dll sangat disukai oleh sugar glider. Hindari buah yang berasal dari jenis jeruk, alpukat, dan bangsa bawang-bawangan karena bisa membahayak kesehatan sugar glider. Selain itu bisa juga diberikan umbi-umbian seperti bengkoang, wortel rebus, ubi rebus. Sugar glider setiap hari membutuhkan protein dalam jumlah yang cukup besar (mencapai 40%). Oleh karena itu jika memberikan buah2an bisa diberi tambahan berupa serangga (jangkrik, belalang) dan ulat untuk memenuhi kebutuhan proteiinnya. Jenis makanan yang diberikan sebaiknya bervariasi. Misalnya di lakukan rotasi setiap 3 hari, yaitu buah dengan serangga, sayur (wortel rebus) dengan ulat, dan cat food. Jenis ini selalu diberikan secara bergilir untuk memenuhi kebutuhannya. Jika mendapatkan diet yang benar sugar glider akan hidup dengan sehat. Hindari memberikan vitamin kepada sugar glider karena hal ini bisa mengakibatkan sugar glider menjadi bau.

3. Menjinakkan Sugar Glider
Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, SG merupakan hewan yang bersifat sosial sehingga bisa dilatih untuk dekat dengan pemiliknya. Pada hari pertama sugar glider tiba di rumah, sebaiknya dibiarkan dulu selama 1-2 hari untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya sehingga dia tidak merasa asing lagi. Sugar glider juga bisa diletakkan di ruangan di mana kita bisa melakukan aktivitas sehari-hari . Setelah terbiasa, kita bisa mulai mencoba untuk menawarkan ‘treat’ berupa jangkrik atau ulat. Setelah terlihat lebih tenang perlahan masukkan tangan ke dalam kandang, dan makanan diletakkan di atas telapak tangan sampai SG mau menghampiri. Biasanya pada siang hari saat tidur, SG lebih tidak aktif. Perlahan masukkan tangan dan lihat reaksi SG. Jika tidak ada reaksi mengancam, perlahan2 sentuh bagian tubuh SG (dielus perlahan). Cara lain adalah dengan memberikan ?kantung? untuk SG, bisa dari kaos kaki. SG sangat suka bersembunyi di dalamnya. Setelah itu kita bisa membawa SG di dalam kantong tersebut melakukan aktivitas sehari2 kita. SG bisa diletakkan dalam kantong celana yang tidak terlalu ketat. Intinya dibiasakan agar SG kenal dengan bau kita, dan pada saat tidur itu dia merasa cukup tenang. Setelah terbiasa SG biasanya akan lebih jinak dan bisa diajak bermain.

Sumber: @jitunews http://www.jitunews.com/ dan sumber lainnya
 
Apa Itu Tupai Terbang?



Nama: Glaucomys volans
Harapan hidup: 10-12 tahun
Panjang: 20-25 cm, termasuk ekor
Berat: 56–85 gram


Terdapat banyak spesies tupai terbang, salah satu yang cukup terkenal adalah Southern Flying Squirrel/Glaucomys volans. Nama Glaucomys volans sendiri berasal dari bahasa Yunani ( Glauko = abu-abu, mys = tikus, volans = terbang) yang jika diartikan adalah tikus abu-abu yang bisa terbang.

Meskipun demikian, tupai terbang sebenarnya tidak bisa terbang seperti burung. Hanya satu mamalia yang benar-benar dapat terbang, yaitu kelelawar. Tupai terbang hanya bisa melayang (glide) dari satu pohon ke pohon lainnya ataupun meluncur dari pohon ke tanah tanpa harus mengalami cedera. Kemampuan melayang mereka cukup mengagumkan, pernah tercatat mampu menempuh jarak hingga 90 meter jauhnya. Tupai terbang menggunakan pergelangan tangan mereka sebagai kemudi, sedangkan ekor berbulu mereka digunakan untuk keseimbangan dan rem sebelum pendaratan. VIDEO : Tupai Terbang


Tupai terbang memiliki bulu sangat tebal dengan mata gelap yang sangat besar, karena tupai terbang adalah hewan nokturnal (aktif saat malam). Di bagian sisi tubuh mereka di antara kaki depan dan kaki belakang terdapat membran tipis seperti kulit ditutupi bulu yang digunakan untuk melayang.

Keluarga tupai terbang memiliki banyak jenis yang tersebar di dunia. Diketahui terdapat 15 genus tupai terbang : Aeretes, Aeromys, Belomys, Biswamoyopterus, Eoglaucomys, Eupetaurus, Glaucomys, Hylopetes, Iomys, Petaurillus, Petaurista, Petinomys, Pteromys, Pteromyscus, dan Trogopterus. Yang terbesar adalah spesies tupai terbang berbulu (Eupetaurus cinereus).
Resume Perbedaan Tupai Terbang dan Sugar Glider

Saat ini, tupai terbang dan sugar glider banyak diperdagangkan sebagai hewan peliharaan. Meskipun memiliki tampilan fisik yang mirip: mata besar, bagian perut berwarna putih, dan membran di sisi tubuh yang dapat digunakan untuk melayang, tupai terbang dan sugar glider adalah berasal dari 2 subclass berbeda, mereka hanya berkerabat jauh bukan satu keluarga. Tupai terbang masuk dalam subclass hewan berplasenta, yaitu hewan yang semasa janin berkembang dalam plasenta di dalam tubuh induknya. Sedangkan sugar glider masuk dalam subclass marsupalia (hewan berkantung), sama halnya seperti kangguru dan koala, dimana janin dikeluarkan dari tubuh sang induk dengan ukuran sangat kecil untuk selanjutnya berkembang dan menyusui di dalam kantong induknya.


Sugar Glider
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Mamalia
Subclass: Marsupialia (hewan berkantung)
Ordo: Diprotodontia
Family: Petauridae
Genus: Petaurus
Spesies: breviceps


Tupai Terbang
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Mamalia
Subclass: Eutheria (hewan berplasenta)
Ordo: Rodentia (hewan pengerat)
Family: Sciuridae (tupai)
Subfamily: Pteromyinae (tupai terbang)
Genus: Glaucomys
Spesies: volans

Dari berbagai sumber

Share:

Monday, April 9, 2018

Jenis-Jenis Ternak Unta dan Keunggulannya

Ternak Unta, Binatang gurung yang tahan panas dan pandai menyimpan air
Onta atau Unta merupakan spesies dari genus Camelus. Onta sendiri ada 2 jenis yaitu Onta berpunuk satu (Camelus dromedarius), dan Onta berpunuk dua (Camelus bactrianus) dimana keduanya hidup di daerah beriklim kering dan gurun di Asia dan Afrika Utara. Unta digunakan dalam perang selama berabad-abad. Mereka digunakan dalam ribuan peperangan di Arab dan Kekaisaran Romawi. Unta juga dilatih untuk membawa perbekalan tentara selama Perang Dunia I
Meski memiliki telinga berukuran kecil, tetapi unta memiliki pendengaran yang sangat baik. Mereka juga terkenal dapat minum hingga 7 galon dalam sehari.
Onta berpunuk satu hidup di wilayah Afrika Utara dan Timur Tengah. Sedangkan ONta berpunuk dua hidup di wilayah Australia, Mongolia, dan wilayah Gurun Gobi Cina. Di Australia populasi Onta semakin menurun setelah adanya pembantaian onta yang dituduh sebagai penyumbang gas rumah kaca dan penyebab pemanasan global.
Unta atau Onta adalah dua spesies hewan berkuku belah dari genus Camelus yang hidup ditemukan di wilayah kering dan gurun di Asia dan Afrika Utara. Rata-rata umur harapan hidup unta adalah antara 30 sampai 50 tahun. Menurut Wikipedia, Nama ilmiah unta adalah: Camelus
Onta memiliki bentuk kaki yang unik yang cocok untuk berjalan di pasir tanpa tenggelam, meski tubuhnya besar dan membawa beban yang berat. Masing-masing kaki memiliki dua jari kaki besar untuk memperluas permukaan. Tinggi onta bisa mencapai 7 kaki dengan ebrat badan mencapai 750 kg.

Onta pertama kali dijinakkan oleh manusia sekitar 5000 tahun yang lalu untuk digunakan sebagai hewan pekerja, diperah susunya, atau dimakan dagingnya. Onta dapat hidup hingga usia 30 sampai 50 tahun.
Unta Arab (dromedaris) hidup di kawasan afrika utara dan timur tengah serta anak benua India. Jumlahnya saat ini sekitar 14 juta ekor. Di afrika utara, unta arab sangat berperan bagi sebagian negara, seperti Somalia dan Ethiopia. Di sana unta dimanfaatkan susunya.
Unta baktrian hidup dikawasan Gurun Gobi di Tiongkok, Mongolia dan Australia. Unta bactrian saat ini jumlahnya menurun sekitar 1.4 juta yang disebabkan berbagai faktor, salah satunya pembunuhan massal unta di Australia. Unta di dianggap menjadi penyumbang gas rumah kaca dan dianggap menjadi biang kerok terjadinya global warming.
Onta yang hidup di daerah keras dan kering memiliki beberapa kemampuan bertahan hidup yang luar biasa. Mereka dapat terus hidup meski tidak makan dan minum selama berhari-hari. Hal ini dikarenakan onta mampu menyimpan cadangan lemak khusus yang sangat banyak di punuknya. Lemak tersebut suatu saat bisa diubah menjadi air dengan bantuan oksigen. Satu gram air dapat dihasilkan dari sau gram lemak di punuk onta.

Kemampuan adaptasi lainnya yang luar biasa adalah, sistem respirasinya meninggalkan sedikit sekali jejak uap air. uap air yang keluar dari paru-paru diserap kembali oleh tubuhnya melalui sel khusus yang terdapat di hidung bagian dalam, membentuk kristal dan suatu saat dapat diambil.

Mereka juga mampu hidup di padang pasir yang sangat panas (hingga 41 derajat celcius) di siang hari dan dingin di malam hari. Pada suhu yang lebih dari 41 derajat celcius, onta akan mulai berkeringat. Namun proses berkeringat tersebut hanya terjadi pada kulitnya saja. Keunikan tersebut membuat mereka mampu menghemat cadangan air yang cukup banyak.

Kebanyakan makhluk hidup hanya mampu bertahan hidup hingga kehilangan massa 3%-4%, jika lebih dari itu maka darahnya akan mengental dan menyebabkan gagal jantung, dan mati. Namun lain dengan onta, mereka mampu bertahan hingga kehilangan massa sebanyak 20%-25% dari tubuhnya.

Sel darah onta berbentuk bulat tidak oval seperti makhluk hidup lainnya. Sehingga darah onta tidak akan mengental pada kondisi yang jika menimpa makhluk hidup lain maka darah mereka akan mengental. Berkat bentuk sel darah mereka yang berbeda ini pula, onta memiliki sistem kekebalan tubuh yang unik juga.

Onta memiliki usus dan ginjal yang sangat efisien dalam menyerap air dalam makanan. Sehingga urin mereka sangat kental, dan kotoran mereka snagat kering. Bahkan kotoran onta yang baru keluarpun akan menyala kalo dibakar.

Keistimewaan lain yang dimiliki oleh onta adalah, susu mereka jauh lebih bernutrisi dibandingkan dengan susu sapi.Onta adalah binatang herbivora. Makanan mereka adalah kurma, daun, gandum, daun, dan bahkan duri pun bisa dimakannya. Onta dapat membawa beban hingga seberat 500 kg.

Unta juga memiliki bulu mata yang tebal untuk melindungi mata mereka saat melintas gurun pasir, atau saat terjadi badai pasir. Onta juga dapat menutup lubang hidung dan bibirnya untuk mencegah agar pasir tidak masuk.

Fakta Menarik tentang Ternak Unta
  • Unta dewasa bisa mencapai tinggi 1,8-2 meter dengan berat 800 kg serta dapat hidup hingga 50 tahun.
  • Masa kehamilan berlangsung antara 11-12 bulan dengan unta yang baru lahir tidak memiliki punuk.
  • Unta memiliki dasar kaki lunak dan memiliki dua jari pada setiap kaki. Mereka adalah mamalia berkuku.
    Kaki unta memiliki bantalan kasar sehingga memungkinkan mereka untuk berjalan di atas pasir tanpa tenggelam.
    Untuk ukuran hewan sebesar ini, unta memiliki sepasang telinga yang kecil, tapi tetap punya pendengaran yang baik.
  • Mata unta dilengkapi dengan dua baris bulu mata lebat untuk melindungi mata dari pasir.
    Unta dapat menutup lubang hidung, telinga, dan mulut selama badai pasir untuk mencegah partikel pasir memasuki tubuh!
    Hidung unta memiliki kemampuan unik untuk menjebak uap air dan mengembalikan ke tubuh sehingga mencegah hilangnya air akibat respirasi.
    Unta adalah herbivora dengan makanan terdiri dari rumput, gandum, dan kurma.
  • Dilengkapi dengan mulut dan lidah yang kuat, unta dapat dengan mudah mengunyah tanaman gurun berduri.
    Bibir unta memiliki belahan unik yang membantunya saat merumput.
    Seekor unta dapat memakan tanaman hijau dan memanfaatkan kandungan airnya tanpa perlu minum air lagi.
    Tetapi pada saat yang sama, unta juga mampu mengonsumsi hingga 150 liter air sekali minum.
    Unta mengonsumsi makanan tinggi garam, dan bahkan dapat minum air yang sangat asin.
    Unta peliharaan kadang-kadang makan potongan garam sehingga tubuh mereka mendapatkan jumlah garam yang diperlukan.
  • Unta adalah ruminansia atau hewan memamah biak. Perut mereka dibagi menjadi empat ruang.
    Bulu unta yang memiliki warna krem ​​sampai coklat, memiliki kemampuan memantulkan sinar matahari sehingga melindunginya dari terik padang pasir.
    Unta adalah satu-satunya mamalia yang memiliki sel darah merah dengan bentuk berbeda.
    Dibandingkan dengan mamalia lain, unta memiliki sel berbentuk oval.
    Bentuk sel seperti ini memungkinkan unta bisa minum sejumlah besar air tanpa takut sel darah akan membelah karena kadar air berlebih.
  • Bentuk oval juga membantu sel-sel tetap bergerak dan mengalir saat mengalami dehidrasi.
    Meskipun unta dapat mengalami dehidrasi, darah mereka memiliki kemampuan menahan air dan tetap terhidrasi.
    Tidak seperti binatang lainnya di mana kehilangan 15% air dapat mengakibatkan kematian, unta dapat menahan hilangnya cairan melalui keringat sebanyak 25% -40%.
    Organ tubuh internal unta berkembang dengan baik untuk membantu mereka bertahan hidup di iklim panas dan tanpa air.
  • Ginjal dan usus unta dapat menahan sejumlah besar air. Urin unta amat kental seperti sirup dan kotoran mereka begitu kering sehingga digunakan sebagai bahan bakar oleh orang-orang yang tinggal di gurun.
    Unta memuntahkan sebagian makanan yang belum dicerna saat terancam atau merasa terganggu.
  • Hewan ini memiliki kaki yang sangat panjang yang membantu menjaga tubuh mereka tetap berada pada ketinggian di atas tanah.
  • Selama cuaca sangat panas, unta lebih memilih untuk berjalan daripada berdiri atau duduk.
    Unta bisa menendang semua kaki mereka dalam 4 arah. Jadi hati-hati saat mereka sedang marah.
    Suku nomaden yang hidup di padang pasir Afrika minum susu unta.
  • Susu unta juga dibuat menjadi yoghurt, mentega, dan keju. Daging unta dan bahkan darah dianggap sebagai hidangan lezat di beberapa negara di Timur Tengah.
  • Bulu unta juga merupakan komoditas berharga di negara-negara tersebut dan digunakan untuk membuat pakaian dan karpet.
Share:

Sunday, April 8, 2018

Teknis dan Cara Budidaya Cacing Tanah



Cara Memelihara Cacing Tanah, Media Pemeliharaan, Bibit Cacing Sampai Panen
Budidaya cacing tanah saat ini sudah mulai banyak dilakukan oleh para peternak sapi sebagai usaha sampingan yang cukup menjanjikan. Mengapa peternak? Karena peternak memiliki stok media pemeliharaan cacing yang tidak terbatas yang berupa kotoran sapi maupun kompos.

Ada sekitar 4500 spesies cacing di dunia, sekitar 2700 di antaranya adalah spesies cacing tanah. Ada dua tipe spesies cacing tanah berdasarkan perilaku hidupnya, yaitu earthmovers dan composters (pembuat kompos).

Earthmovers adalah spesies soliter (penyendiri) yang hidup di dalam tanah dengan membuat terowongan berongga di dalam tanah (rongga-rongga ini akan terisi udara dan oksigen yang baik untuk akar tanaman). Mereka hidup dari memakan bakteri, fungi, dan algae pada tanah dan memberikan nutrisi melalui kotoran mereka ke tanah pada level akar yang sangat dibutuhkan oleh tanaman.

Sedangkan Composters adalah spesies yang hidup secara massal dalam tumpukan organik di permukaan tanah. Mereka mengkonsumsi bakteri, fungi, dan algae yang ada pada dedaunan mati dan bahan organik lainnya dan mengubahnya menjadi humus.

Spesies cacing tanah yang biasa dikomersilkan antara lain Eisenia foetida, Lumbricus rubellus, Lumbricus hortensis, Lumbricus terristris, Eudrilus engeniae, Eisenia andrei, dan Perionyx excavatus. Cacing harimau (Eisenia foetida) dan cacing merah (Rubellus lumbricus) merupakan cacing tanah jenis Composters.

Jika anda tertarik untuk mencoba beternak cacing maka anda bisa mengikuti petunjuk praktis memelihara cacing dibawah ini.

Persiapan Pemeliharaan Cacing, Persyaratan Lokasi atau Media Cacing Tanah 


lahan cacing tanah vermicultureworms.com

Tanah sebagai media hidup cacing harus mengandung bahan organik dalam jumlah yang besar.
Bahan-bahan organik tanah dapat berasal dari serasah (daun yang gugur), kotoran ternak atau tanaman dan hewan yang mati. Cacing tanah menyukai bahan-bahan yang mudah membusuk karena lebih mudah dicerna oleh tubuhnya.

Untuk pertumbuhan yang baik, cacing tanah memerlukan tanah yang sedikit asam sampai netral atau ph sekitar 6-7,2. Dengan kondisi ini, bakteri dalam tubuh cacing tanah dapat bekerja optimal untuk mengadakan pembusukan atau fermentasi.

Kelembaban yang optimal untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan cacing tanah adalah antara 15-30 %.
Suhu yang diperlukan untuk pertumbuhan cacing tanah dan penetasan kokon adalah sekitar 15–25 derajat C atau suam-suam kuku. Suhu yang lebih tinggi dari 25 derajat C masih baik asal ada naungan yang cukup dan kelembaban optimal.

Lokasi pemeliharaan cacing tanah diusahakan agar mudah penanganan dan pengawasannya serta tidak terkena sinar matahari secara langsung, misalnya di bawah pohon rindang, di tepi rumah atau di ruangan khusus (permanen) yang atapnya terbuat dari bahan-bahan yang tidak meneruskan sinar dan tidak menyimpan panas.

Pedoman Teknis Budidaya Cacing Tanah

budidaya cacing kaskus.co.id

1) Penyiapan Sarana dan Peralatan
Pembuatan kandang sebaiknya menggunakan bahan-bahan yang murah dan mudah didapat seperti bambu, rumbia, papan bekas, ijuk dan genteng tanah liat.

Salah satu contoh kandang permanen untuk peternakan skala besar adalah yang berukuran 1,5 x 18 m dengan tinggi 0,45 m. Didalamnya dibuat rak-rak bertingkat sebagai tempat wadah-wadah pemeliharaan. Bangunan kandang dapat pula tanpa dinding (bangunan terbuka). Model-model sistem budidaya, antara lain rak berbaki, kotak bertumpuk, pancing bertingkat atau pancing berjajar.

2) Pembibitan

Persiapan yang diperlukan dalam pembudidayaan cacing tanah adalah meramu media tumbuh, menyediakan bibit unggul, mempersiapkan kandang cacing dan kandang pelindung.

Pemilihan Bibit Calon Induk

Sebaiknya dalam beternak cacing tanah secara komersial digunakan bibit yang sudah ada karena diperlukan dalam jumlah yang besar. Namun bila akan dimulai dari skala kecil dapat pula dipakai bibit cacing tanah dari alam, yaitu dari tumpukan sampah yang membusuk atau dari tempat pembuangan kotoran hewan.

Pemeliharaan Bibit Calon Induk

Pemeliharaan dapat dibagi menjadi beberapa cara:
  • Pemeliharaan cacing tanah sebanyak-banyaknya sesuai tempat yang digunakan. Cacing tanah dapat dipilih yang muda atau dewasa. Jika sarang berukuran tinggi sekitar 0,3 m, panjang 2,5 m dan lebar kurang lebih 1 m, dapat ditampung sekitar 10.000 ekor cacing tanah dewasa.
  • Pemeliharaan dimulai dengan jumlah kecil. Jika jumlahnya telah bertambah, sebagian cacing tanah dipindahkan ke bak lain.
  • Pemeliharaan kombinasi cara 1 dan 2.
  • Pemeliharaan khusus kokon sampai anak, setelah dewasa di pindah ke bak lain.
  • Pemeliharaan khusus cacing dewasa sebagai bibit.

Sistem Pemuliabiakan

Apabila media pemeliharaan telah siap dan bibit cacing tanah sudah ada, maka penanaman dapat segera dilaksanakan dalam wadah pemeliharaan. Bibit cacing tanah yang ada tidaklah sekaligus dimasukan ke dalam media, tetapi harus dicoba sedikit demi sedikit. Beberapa bibit cacing tanah diletakan di atas media, kemudian diamati apakah bibit cacing itu masuk ke dalam media atau tidak. Jika terlihat masuk, baru bibit cacing yang lain dimasukkan.

Setiap 3 jam sekali diamati, mungkin ada yang berkeliaran di atas media atau ada yang meninggalkan media (wadah). Apabila dalam waktu 12 jam tidak ada yang meninggalkan wadah berarti cacing tanah itu betah dan media sudah cocok. Sebaliknya bila media tidak cocok, cacing akan berkeliaran di permukaan media.

Untuk mengatasinya, media harus segera diganti dengan yang baru. Perbaikan dapat dilakukan dengan cara disiram dengan air, kemudian diperas hingga air perasannya terlihat berwarna bening (tidak berwarna hitam atau cokelat tua).

Reproduksi, Perkawinan

Cacing tanah termasuk hewan hermaprodit, yaitu memiliki alat kelamin jantan dan betina dalam satu tubuh. Namun demikian, untuk pembuahan, tidak dapat dilakukannya sendiri. Dari perkawinan sepasang cacing tanah, masing-masing akan dihasilkan satu kokon yang berisi telur-telur.

Kokon berbentuk lonjong dan berukuran sekitar 1/3 besar kepala korek api. Kokon ini diletakkan di tempat yang lembab. Dalam waktu 14-21 hari kokon akan menetas. Setiap kokon akan menghasilkan 2-20 ekor, rata-rata 4 ekor.
Diperkirakan 100 ekor cacing dapat menghasilkan 100.000 cacing dalam waktu 1 tahun. Cacing tanah mulai dewasa setelah berumur 2-3 bulan yang ditandai dengan adanya gelang (klitelum) pada tubuh bagian depan. Selama 7-10 hari setelah perkawinan cacing dewasa akan dihasilkan 1 kokon.

3) Pemeliharaan

Pemberian Pakan

Cacing tanah diberi pakan sekali dalam sehari semalam sebanyak berat cacing tanah yang ditanam. Apabila yang ditanam 1 Kg, maka pakan yang harus diberikan juga harus 1 Kg. Secara umum pakan cacing tanah adalah berupa semua kotoran hewan, kecuali kotoran yang hanya dipakai sebagai media.

Hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian pakan pada cacing tanah, antara lain :
  • Pakan yang diberikan harus dijadikan bubuk atau bubur dengan cara diblender.
  • Bubur pakan ditaburkan rata di atas media, tetapi tidak menutupi seluruh permukaan media, sekitar 2-3 dari peti wadah tidak ditaburi pakan.
  • Pakan ditutup dengan plastik, karung , atau bahan lain yang tidak tembus cahaya.
  • Pemberian pakan berikutnya, apabila masih tersisa pakan terdahulu, harus diaduk dan jumlah pakan yang diberikan dikurangi.
  • Bubur pakan yang akan diberikan pada cacing tanah mempunyai perbandingan air 1:1.
  • Cacing tanah akan makan apa saja yang bersifat organik yang dapat diuraikan dan harus lembab. Cacing tanah tidak bisa makan makanan kering. Makanan dicerna dalam ampela, yang bertindak seperti gigi untuk menggiling makanan. Usus memecahnya lebih lanjut dan keluar sebagai kotoran (castings) yang sangat bermanfaat bagi tanaman.

Berikut adalah beberapa jenis pakan atau makanan kesukaan cacing tanah:
  • Kardus atau koran yang sudah disobek-sobek dan dilembabkan
  • Dedaunan mati
  • Kulit telur hancur
  • Sabut kelapa
  • Potongan sayur
  • Sisa kupasan kulit kentang, apel, pisang dan kulit sayuran/buah lain
Sebelum diberikan ke cacing tanah, makanan dapat dipotong, diparut, atau diblender. Semakin kecil potongan makanan, akan semakin mudah dicerna oleh cacing. Pemberian makan sebaiknya paling sedikit tiga hari sekali.

Benda yang dilarang berada dalam media pemeliharaan cacing:
  • Benda yang tidak dapat diuraikan seperti plastik, kaca, karet, tulang dan juga bahan kimia seperti sabun dan obat-obatan.
  • Cacing tidak menyukai makanan asam seperti jeruk, lemon dan tomat.
  • Makanan berbau tajam seperti bawang merah, bawang putih, dan kulit jeruk membuat cacing tidak nyaman dan secara naluriah akan menjauhi sumber bau.
  • Makanan seperti sisa daging, makanan berminyak dan produk susu juga tidak sebaiknya diberikan ke cacing karena akan cepat bau dan dapat mengundang hewan lain seperti semut, tikus dan lalat yang dapat mengganggu perkembangan cacing.
  • Makanan lain yang membahayakan cacing antara lain cabai, garam, gula, dan kotoran hewan segar yang belum terfermentasi (mengandung bakteri berbahaya seperti staphylococcus dan streptococcus yang dapat membunuh cacing).
Penggantian Media

Media yang sudah menjadi tanah/kascing atau yang telah banyak telur (kokon) harus diganti. Supaya cacing cepat berkembang, maka telur, anak dan induk dipisahkan dan ditumbuhkan pada media baru. Rata-rata penggantian media dilakukan dalam jangka waktu 2 Minggu.

Proses Kelahiran

Bahan untuk media pembuatan sarang adalah: kotoran hewan, dedaunan/ Buah-buahan, batang pisang, limbah rumah tangga, limbah pasar, kertas koran/ kardus/ kayu lapuk/ bubur kayu.

Bahan yang tersedia terlebih dahulu dipotong sepanjang 2,5 Cm. Berbagai bahan, kecuali kotoran ternak, diaduk dan ditambah air kemudian diaduk kembali. Bahan campuran dan kotaran ternak dijadikan satu dengan persentase perbandingan 70:30 ditambah air secukupnya supaya tetap basah.

Hama dan Penyakit Cacing Tanah

Keberhasilan beternak cacing tanah tidak terlepas dari pengendalian terhadap hama dan musuh cacing tanah. Beberapa hama dan musuh cacing tanah antara lain: semut, kumbang, burung, kelabang, lipan, lalat, tikus, katak, tupai, ayam, itik, ular, angsa, lintah, kutu dan lain-lain.

Musuh yang juga ditakuti adalah semut merah yang memakan pakan cacing tanah yang mengandung karbohidrat dan lemak. Padahal kedua zat ini diperlukan untuk penggemukan cacing tanah. Pencegahan serangan semut merah dilakukan dengan cara disekitar wadah pemeliharaan (dirambang) diberi
air cukup.

Panen Cacing Tanah

panen cacing infousaha87.blogspot.com

Dalam beternak cacing tanah ada dua hasil terpenting (utama) yang dapat diharapkan, yaitu biomas (cacing tanah itu sendiri) dan kascing (bekas cacing). Panen cacing dapat dilakukan dengan berbagai cara salah satunya adalah dengan mengunakan alat penerangan seperti lampu petromaks, lampu neon atau bohlam. Cacing tanah sangat sensitif terhadap cahaya sehingga mereka akan berkumpul di bagian atas media. Kemudian kita tinggal memisahkan cacing tanah itu dengan medianya.

Ada cara panen yang lebih ekonomis dengan membalikan sarang. Dibalik sarang yang gelap ini cacing biasanya berkumpul dan cacing mudah terkumpul, kemudian sarang dibalik kembali dan pisahkan cacing yang tertinggal.

Jika pada saat panen sudah terlihat adanya kokon (kumpulan telur), maka sarang dikembalikan pada wadah semula dan diberi pakan hingga sekitar 30 hari. Dalam jangka waktu itu, telur akan menetas. Dan cacing tanah dapat diambil untuk dipindahkan ke wadah pemeliharaan yang baru dan kascingnya siap di panen.

Sumber: warintek.ristekdikti.go.id dan sumber lainnya
Share:

Jenis-Jenis Cacing Yang Bisa Dipelihara dan Dibudidayakan


Macam-macam Jenis Cacing Yang Cocok Untuk Usaha Peternakan
Cacing tanah adalah cacing berbentuk tabung dan tersegmentasi dalam filum Annelida. Mereka umumnya ditemukan hidup di tanah, memakan bahan organik hidup dan mati. Sistem pencernaan berjalan melalui panjang tubuhnya. Mengutip dari situs Wikipedia, nama ilmiah cacing tanah adalah: Lumbricina
Sepasang cacing tanah dewasa dapat berkembang biak hingga menghasilkan 1500 ekor cacing dalam satu tahun. Populasi cacing tanah mengalami peningkatan hingga 100% setiap 4-6 bulan. Cacing tanah akan membatasi perkembangbiakan mereka agar sesuai dengan makanan yang tersedia dan ukuran tempat hidup mereka.


Cacing tanah kawin

Cacing tanah adalah hewan hermafrodit (organ kelamin jantan & betina di dalam satu individu). Meskipun hermafrodit, cacing tanah tidak bisa melakukan reproduksi sendirian karena tidak bisa menyatukan organ kelamin jantan dan organ kelamin betina mereka sendiri. Cacing tanah akan aktif untuk bereproduksi pada keadaan hangat dan lembab. 


Kepompong cacing tanah

Cacing tanah dewasa dapat kawin kira-kira sekali setiap 10 hari, dan dari perkawinan itu, dapat menghasilkan satu atau dua kepompong. Satu kepompong dapat menampung hingga 10 telur, namun biasanya hanya 4 cacing muda yang akan menetas.

Telur cacing tanah dapat menetas setelah 3 minggu jika cuaca hangat, namun bisa mencapai 3 bulan jika cuaca dingin. Saat anak cacing tanah siap keluar, kepompong berubah warna menjadi kemerahan dan berukuran sebesar biji anggur. Anak cacing tanah yang baru menetas berukuran sekitar 1.2 cm, tanpa organ reproduksi, berwarna keputihan dengan semburat merah muda yang menunjukkan pembuluh darah mereka.

Cacing tanah akan mulai matang secara seksual saat clitellum terbentuk dengan sempurna (usia 10-55 minggu, tergantung spesies). Pertumbuhan berat tubuh cacing tanah akan melambat setelah melewati tahap ini.

Sebagian cacing tanah akan mati pada tahun yang sama saat mereka dilahirkan. Sementara yang lain dapat hidup hingga usia 5 tahun atau lebih. Cacing tua ditandai dengan bagian ekor agak pipih dan warna kuning pada ekor sudah mencapai punggung. Bila cacing tanah masih produktif, warna kuning masih ada di ujung ekor.

Berikut Beberapa Jenis Cacing Tanah Yang Bisa Diternak / Dibudidayakan

Jenis Cacing Tanah Eisenia fetida
Ukuran tubuh cacing ini berkisar antara 7-8 cm dan berwarna coklat kemerahan dengan segmen berwarna cerah sehingga biasa disebut cacing Tiger atau cacing merah. Tubuhnya berbentuk silindris dan gerakannya lamban. Cacing ini biasanya ditemukan pada tumpukan bahan organik, sampah rumah tangga, atau di bawah batang pisang yang membusuk. Cacing ini juga termasuk dalam cacing budidaya dari Eropa yang cukup terkenal karena ketahanannya hidup di temperatur 18 - 27°C.

Jenis Cacing Tanah Lumbricus rubellus
Lumbricus rubellus atau cacing ekor kuning merupakan jenis cacing asal Eropa yang paling banyak dibudidayakan dan biasa digunakan dalam industri farmasi, kosmetik, pakan hewan, serta konsumsi bagi manusia. Cacing yang biasa hidup di atas permukaan tanah ini memiliki ukuran tubuh yang kecil dengan panjang 8 - 14 cm. Warna tubuh pada bagian punggung berwarna cokelat cerah hingga ungu kemerahan, perut berwarna krem, serta ekor kekuningan. Bentuk tubuh membulat dengan panjang agak memipih. Gerakannya lamban dan memiliki kadar air dalam tubuh sekitar 70-78%.

Jenis Cacing Eudrilus eugeniae
Cacing yang disebut African Nightcrawler ini biasa dibudidayakan untuk diambil kascingnya. Cacing yang berwarna merah keunguan ini hanya dapat hidup di temperatur 24-30°C namun mempunyai kemampuan reproduksi yang tinggi. Cacing African Nightcrawler mempunyai ukuran tubuh lebih besar dari cacing ekor kuning dan bisa mencapai panjang 20 cm.

Jenis Cacing Tanah Perionyx exavatus
Cacing ini merupakan cacing lokal yang bentuknya seperti kalung sehingga biasa disebut cacing kalung. Ukuran tubuhnya relatif lebih besar dibandingka dengan jenis cacing tanah lainnya. Bentuk tubuhnya membulat, berwarna coklat keunguan, dan sedikit kelabu. Cacing ini biasa hidup di sekitar kotoran ternak dan di bawah batang pisang yang membusuk.

Jenis Cacing Tanah Pheretima sp.
Cacing lokal yang memiliki warna tubuh kuning kecoklatan, gerakannya lamban, dan melingkar jika tubuhnya disentuh ini biasa disebut cacing koot. Ukuran tubuh cacing ini sedikit lebih pendek dari cacing kalung. Cacing ini biasanya digunakan sebagai umpan pancing.

Jenis Metaphire Longa
Cacing ini memiliki warna tubuh berwarna hitam dan memiliki segmen nyata seperti sisik. Ukuran tubuhnya lebih besar jika dibandingkan dengan jenis cacing lokal lainnya dan bisa mencapai panjang 1,5 meter. Cacing yang biasa disebut cacing sondari ini seringkali terlihat menaiki batang pohon pada malam hari dan mengeluarkan suara lengkingan.

Jenis Cacing Tubifex sp.
Cacing sutera memiliki tubuh yang kecil, lunak, dan lembut seperti sutra. Cacing ini berukuran sekitar 1-2cm dan senang hidup berkelompok. Cacing sutera dapat ditemukan pada saluran air atau kubangan air berlumpur yang bergerak perlahan. Cacing sutera biasa digunakan untuk pakan ikan hias atau bibit ikan karena kandungan proteinnya yang tinggi.

Sekilas Tentang Cacing Tanah

Budidaya cacing tanah adalah salah satu cara yang dapat kita lakukan untuk membuat lingkungan menjadi lebih baik. Manfaat cacing tanah :
  • Cacing tanah dapat membantu mengolah sampah dapur menjadi kompos yang baik untuk tumbuhan. Cacing tanah mampu mengubah bahan organik yang dimakan menjadi kotoran (castings) dan urine (worm tea). Kandungan urea dalam urine cacing adalah pupuk alami yang baik. Terlebih kotoran cacing mengandung nitrogen, fosfor, magnesium, potasium, dan kalsium yang penting untuk pertumbuhan tanaman.
  • Tubuh cacing tanah yang terdiri atas 70% protein adalah sumber makanan bergizi tinggi bagi hewan ternak dan peliharaan seperti ayam, bebek, ikan, sidat, dan burung.
  • Kegiatan menggali yang dilakukan cacing tanah mampu menciptakan sistem drainase alami, meningkatkan jumlah udara dan air dalam tanah sehingga tanah menjadi lebih gembur dan baik untuk ditanami semua jenis tanaman.
Ada sekitar 4500 spesies cacing di dunia, sekitar 2700 di antaranya adalah spesies cacing tanah. Ada dua tipe spesies cacing tanah berdasarkan perilaku hidupnya, yaitu earthmovers dan composters (pembuat kompos).

Earthmovers adalah spesies soliter (penyendiri) yang hidup di dalam tanah dengan membuat terowongan berongga di dalam tanah (rongga-rongga ini akan terisi udara dan oksigen yang baik untuk akar tanaman). Mereka hidup dari memakan bakteri, fungi, dan algae pada tanah dan memberikan nutrisi melalui kotoran mereka ke tanah pada level akar yang sangat dibutuhkan oleh tanaman.

Sedangkan Composters adalah spesies yang hidup secara massal dalam tumpukan organik di permukaan tanah. Mereka mengkonsumsi bakteri, fungi, dan algae yang ada pada dedaunan mati dan bahan organik lainnya dan mengubahnya menjadi humus.

Spesies cacing tanah yang biasa dikomersilkan antara lain Eisenia foetida, Lumbricus rubellus, Lumbricus hortensis, Lumbricus terristris, Eudrilus engeniae, Eisenia andrei, dan Perionyx excavatus. Cacing harimau (Eisenia foetida) dan cacing merah (Rubellus lumbricus) merupakan cacing tanah jenis Composters.


Cacing harimau (Eisenia foetida)

Cacing harimau memiliki garis-garis merah dan kuning pada tubuhnya dan lebih sering menggeliat (meronta) keras ketika berada di tangan manusia.


Cacing merah (Lumbricus rubellus)

Cacing merah lebih memilih tinggal di atas permukaan tanah, di bawah kayu lapuk, dedaunan kering dan sampah organik lainnya.

Tubuh cacing tanah sebagian besar terdiri dari air dan tersusun atas segmen-segmen (sekitar 95 segmen) yang dapat menyusut dan meregang untuk membantu cacing bergerak di dalam tanah. Cacing tanah tidak memiliki tulang, gigi, mata, telinga atau kaki. Cacing tanah memiliki lima jantung.

Cacing tanah memiliki organ perasa yang sensitif terhadap cahaya dan sentuhan (reseptor sel) untuk membedakan perbedaan intensitas cahaya dan merasakan getaran di dalam tanah. Selain itu, mereka juga memiliki kemoreseptor khusus yang bereaksi terhadap rangsangan kimia. Organ-organ perasa pada cacing tanah terletak di bagian anterior (depan/muka).

Anatomi cacing tanah

Kepala cacing tanah terletak pada bagian yang paling dekat dengan clitellum. Mereka biasanya bergerak searah bagian kepala menghadap saat berpindah tempat.

Clitellum adalah segmen pada cacing tanah (mirip korset) tempat kelenjar sel. Fungsinya untuk membentuk kokon (kepompong) dari sekresi lendir dimana sel-sel telur akan diletakkan nantinya di dalam kokon ini. Selama periode kekeringan, beberapa spesies cacing tanah akan kehilangan ciri-ciri seksual sekunder untuk sementara, seperti hilangnya clitellum. Saat keadaan membaik, clitellum akan terbentuk kembali. Clitellum juga bisa menghilang pada usia tua.

Cacing tanah bernapas dengan kulit mereka yang tipis. Kulit cacing harus tetap lembab sepanjang waktu untuk memungkinkan untuk menghirup oksigen yang sangat dibutuhkan. Oksigen yang masuk lewat kulit akan diikat oleh hemoglobin dalam darah dan akan diedarkan ke seluruh tubuh. Jika kulit mereka mengering, cacing tanah akan mati lemas. Kulit cacing tanah sangat sensitif terhadap cahaya matahari langsung ataupun suhu panas yang dapat membuat kulit mereka kering.

Cacing tanah adalah hewan berdarah dingin (poikiloterm), mereka tidak mampu menghasilkan panas tubuh. Suhu tubuh mereka dipengaruhi oleh suhu lingkungan.

Dalam kondisi tepat, cacing tanah dapat makan sebanyak berat tubuh mereka per harinya. Sebagai contoh, 1 kg cacing tanah dapat makan 1 kg makanan setiap hari. Namun disarankan untuk memberikan makanan setengah dari berat tubuh cacing di awal pemeliharaan untuk selanjutnya disesuaikan dengan kemampuan makan cacing. Jika makanan terlalu banyak, tempat pemeliharaan akan menjadi bau karena cacing tidak dapat memproses semua makanan sebelum makanan membusuk. Terlalu sedikit, cacing akan kelaparan.

Kotoran cacing tanah

Cacing tanah akan makan apa saja yang bersifat organik yang dapat diuraikan dan harus lembab. Cacing tanah tidak bisa makan makanan kering. Makanan dicerna dalam ampela, yang bertindak seperti gigi untuk menggiling makanan. Usus memecahnya lebih lanjut dan keluar sebagai kotoran (castings) yang sangat bermanfaat bagi tanaman.

Berikut adalah makanan kesukaan cacing tanah:
  • Kardus atau koran yang sudah disobek-sobek dan dilembabkan
  • Dedaunan mati
  • Kulit telur hancur
  • Sabut kelapa
  • Potongan sayur
  • Sisa kupasan kulit kentang, apel, pisang dan kulit sayuran/buah lain
Sebelum diberikan ke cacing tanah, makanan dapat dipotong, diparut, atau diblender. Semakin kecil potongan makanan, akan semakin mudah dicerna oleh cacing. Pemberian makan sebaiknya paling sedikit tiga hari sekali.

Benda yang dilarang berada dalam media pemeliharaan cacing:
  • Benda yang tidak dapat diuraikan seperti plastik, kaca, karet, tulang dan juga bahan kimia seperti sabun dan obat-obatan.
  • Cacing tidak menyukai makanan asam seperti jeruk, lemon dan tomat.
  • Makanan berbau tajam seperti bawang merah, bawang putih, dan kulit jeruk membuat cacing tidak nyaman dan secara naluriah akan menjauhi sumber bau.
  • Makanan seperti sisa daging, makanan berminyak dan produk susu juga tidak sebaiknya diberikan ke cacing karena akan cepat bau dan dapat mengundang hewan lain seperti semut, tikus dan lalat yang dapat mengganggu perkembangan cacing.
  • Makanan lain yang membahayakan cacing antara lain cabai, garam, gula, dan kotoran hewan segar yang belum terfermentasi (mengandung bakteri berbahaya seperti staphylococcus dan streptococcus yang dapat membunuh cacing).
Share:

Sunday, February 25, 2018

Beternak Ulat Jerman: Cara Memelihara dan Budidaya Ulat Jerman Sebagai Pakan Ternak dan Ikan

ULAT JERMAN. Salah satu jenis Pakan Burung kicau yang berkualitas dan memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi adalah ulat jerman. Jenis ulat pakan burung ini memiliki ukuran yang sedikit lebih besar dan panjang jika dibandingkan dengan ulat hongkong yang sudah terlebih dahulu populer di kalangan kicau mania tanah air.

Bagaimana Cara Mengembangbiakkan Ulat Jerman Untuk Pakan Burung Kicau?
 
Cara Budidaya Ulat Jerman, Pakan Burung dan Pakan Lele / Ikan Bernutrisi Tinggi
Ulat jerman memiliki panjang tubuh sekitar 6 cm, atau lebih besar daripada ulat hongkong. Perilaku makannya juga jauh berbeda. Kalau ulat hongkong kurang aktif dalam menyantap pakan, dan cepat berubah menjadi kepompong, tidak demikian halnya dengan ulat jerman.


Ulat Jerman
Ulat jerman terkenal sangat rakus. Ia bisa memakan pakan apapun yang disediakan. Selain itu, ulat jerman juga tak terlalu cepat berubah menjadi kepompong, sehingga bisa bertahan lebih lama saat Anda membelinya sebagai persediaan pakan burung.

Siklus hidunya memang lebih lama daripada ulat hongkong. Umurnya bisa mencapai 1 tahun, dan hanya akan menjadi kepompong jika dipisahkan dari larva lainnya. Bandingkan dengan siklus ulat hongkong yang segera menjadi kepompong dalam waktu 12 – 50 hari.


Berikut beberapa persiapan alat dan bahan serta langkah-langkah untuk memulai budidaya ulat Jerman yang diluar negeri bahakan sudah dijadikan semacam camilan untuk dimakan manusia karena kandungan nutrisi dan proteinnya yang diyakini sangat tinggi.

KOTAK ULAT / KUMBANG JERMAN
Kebutuhan kotak terdapat dua macam, yaitu kotak untuk wadah / tempat Kumbang Jerman dan kotak untuk wadah / tempat Ulat Jermannya. Adapun ukuran kotak untuk tempat Kumbang Jermannya memiliki selisih minimal 2 cm baik panjang maupun lebarnya dari kotak tempat Ulat Jermannya. Artinya jika kotak untuk Ulat Jerman berukuran misalnya 40 x 60 cm, maka ukuran kotak untuk Kumbang Jerman adalah 38 x 58 cm. Hal ini dimaksudkan agar kotak Kumbang dapat masuk kedalam kotak Ulat jermannya. Sedangkan tinggi kotak adalah minimal 12 cm.


Kotak Kumbang yang berukuran 38 x 58 cm dan tinggi 12 cm tersebut biasanya diisi dengan Kumbang Jerman sebanyak maksimal 500 ekor. Dengan demikian  kebutuhan kotak Kumbang Jerman disesuaikan dengan jumlah Kumbang Jerman yang akan diternak.


Adapun contoh Kotak Kumbang Jerman adalah sbb:




Sedangkan kotak Ulat Jerman biasanya berukuran 40 x 60 cm dengan tinggi 12 cm yang terbuat dari papan/ sirap, triplek untuk alasnya serta lakban. Kebutuhan kotak Ulat Jerman ini setiap kotak Kumbang jerman adalah 4 buah untuk setiap panen per 15 hari. Jika dibuat panenan per 15 hari, maka selama produksi 3 bulan ( 90 hari ) dibutuhkan 90/15 x 4 kotak = 24 buah kotak, setelah kotak ke 24 digunakan, panenan berikutnya sudah menggunakan kotak pertama karena kotak pertama sebanyak 4 kotak sudah harus dijual. Jadi jika peternak akan beternak Kumbang Jerman sebanyak 5 ratus ekor, maka kebutuhan kotak ulatnya adalah 500/500 ekor x 24 kotak = 24 kotak.

Adapun contoh kotak Ulat jermannya adalah :




Selanjutnya Kebutuhan kandang / rak untuk masing2 kotak ulat jerman bisa dibuat sesuai dengan kebutuhan dan kondisi ruangan yang akan digunakan. Pada rak kotak ini tinggi setiap ruangan minimal 16 cm, sehingga terdapat sirkulasi udara yang lebih baik. Bahan rak bisa dibuat dari bambu ataupun kayu.


Contoh rak adalah sebagai berikut :




PEMISAHAN TELUR KUMBANG JERMAN. 








Pemisahan telur kumbang jerman dari kumbang jerman dilakukan maksimal 15 hari produksi, untuk selanjutnya pemisahan telur yang sudah menjadi ulat jerman pada usia 1 bulan, dimana setiap kotak ukuran 40 x 60 cm dibagi menjadi dua kotak, dan pemisahan yang berikutnya ketika ulat jerman telah berusia 2 bulan setiap kotak ulat jerman dibagi menjadi dua kotak lagi.
Untuk setiap kali pemisahan sebaiknya menggunakan alat penyaring / ayakan dengan ukuran yang disesuaikan, dan sedapat mungkin ukuran ulatnya memiliki besar yang sama.

Adapun contoh ayakan yang digunakan untuk pemisahan ulat adalah :







PEMBERIAN MAKANAN.

Makanan yang diberikan kepada Kumbang Jerman maupun Ulat Jerman yang utama adalah Polard gandum dan bisa juga ditambahkan BR 5 ( pakan ayam ) dengan campuran antara polard gandum dengan BR 5 berbanding  2 : 1 .Sedangkan sebagai media minumnya diberikan antara lain irisan waluh kuning,wortel, pepaya mentah, ketela pohon, manisah, semangka, melon dan beberapa buah2an yang banyak mengandung air.


Pemberian pakan pada Kumbang jerman minimal diatas kawat ram 1 cm, sehingga kawat ram tertutup dan tidak menimbulkan gesekan dengan kumbang jermannya. Pemberian pakan tambahannya disesuaikan dengan kebutuhan dan tidak berlebihan. Sedangkan minuman yang terbaik untuk kesehatan Kumbang Jermannya adalah irisan waluh kuning, sedangkan lainnya sekali – kali saja. Untuk pakan ulat jerman yang telah dipisahkan dari Kumbang Jerman maksimal 3 cm dari alas kotak dan minuman yang diberikan tergantung bahan yang ada dengan irisan tipis dan setiap kotak diisi irisan maksimal 8 irisan saja untuk kebutuhan 2 hari, atau kalau dianggap kurang bisa diberikan tambahan secukupnya.



Makanan dianggap telah habis ketika warna makanan sudah terlihat berwarna kehitam-hitaman, berarti itu adalah kotoran ulat jerman, maka perlu ditambahkan makanan di masing-masing kotak dengan 2 ons makanan saja, karena lebih baik menambahkan pada waktu berikutnya daripada kelebihan. Jika dianggap kotoran sudah cukup banyak, maka sebaiknya segera dikurangi dengan cara mengayak kotoran terlebih dahulu dari ulatnya, dan mengembalikan kotoran kedalam kotak dengan maksimal kotoran 2 ons saja. Kotoran ini harus tetap ada pada masing-masing kotak, karena ulat jerman akan merasakan bahwa tempat / kotak yang ditempati ulat adalah habibatnya.

Mengenai kotoran yang sudah tidak digunakan lagi sebaiknya dikumpulkan dalam zak atau media apapun karena pada dasarnya kotoran ulat jerman ini dapat dimanfaatkan untuk media pupuk organik, sehingga bisa dimanfaatkan untuk tanaman yang dimiliki seperti jeruk, padi, cengkeh, bunga dan sebagainya. 

Adapun gambar pemberian pakan dan minum kumbang jerman maupun ulat jerman adalah sbb :




 

PENGAMANAN KUMBANG DAN ULAT JERMAN.

A.    Rak Kotak Kumbang & Ulat Jerman.

Rak kotak harus diamankan dari semut dengan cara setiap tiang penyangga rak diberikan wadah dibawahnya yang berisikan oli dengan harapan semut tidak naik kedalam kotak kumbang maupun ulat jerman. Binatang lain seperti misalnya tikus harus diwaspadai, sebaiknya gunakan jebakan tikus setiap saat pada tempat-tempat tertentu sehingga sampai tidak ada lagi tikus di lokasi kumbang dan ulat jerman.


B.    Kotak Kumbang & Ulat Jerman.

Kotak Kumbang dan kotak Ulat jerman sebaiknya diberikan penutup berupa kassa plastik dengan harapan cecak tidak masuk, karena cecak juga akan memakan kumbang maupun ulat jerman, dan bahkan cenderung akibat ulah si cecak kumbang banyak yang mati karena dibunuh oleh cecak. Disamping itu perlu juga disetiap kotak kumbang maupun ulat jerman diberikan pelepah / debok pisang gajih disetiap sisi ( kiri dan kanan di dalam kotak )  yang memanjang dengan ukuran 5 s/d. 7 cm panjang 50 cm dalam rangka menjaga kelembaban dan penyerapan panas didalam kotak.


C.    Minuman Kumbang & Ulat Jerman.

Yang perlu diwaspadai adalah kebersihan dari minuman baik kumbang maupun ulat jerman yang berupa buah2an yang diperkirakan mengandung insektisida, oleh karena itu sebaiknya sebelum diberikan kepada kumbang dan ulat jerman harus dicuci bersih terlebih dahulu baru di iris dan diberikan sebagai minuman. Dengan demikian akan dapat mencegah terjadinya kematian pada kumbang maupun ulat jerman.


D.    Sirkulasi Udara.

Sirkulasi udara dalam ruangan tempat beternak seyogyanya cukup bebas, sehingga dapat memberikan temperatur yang jauh lebih normal. Namun demikian perubahan cuaca yang ekstrem saat ini harus pula disikapi dengan kewaspadaan yang tinggi, misalnya dengan menempatkan alat temperatur untuk mengetahui suhu udara di lokasi dan perlu pula disiapkan alat penggerak udara ( kipas angin ).


E.    Lokasi Kumbang dan Pembesaran Ulat Jerman.

Jika memungkinkan sebaiknya lokasi bertelurnya Kumbang terpisah dengan lokasi pembesaran ulat Jermannya, hal ini sebagai antisipasi jika terdapat virus pada ulat jermannya tidak sampai mengganggu aktivitas kumbang jerman untuk bertelur. Dan pada awal beternak sebaiknya lokasi, rak, kotak kumbang maupun kotak ulat jerman harus steril dari berbagai kemungkinan virus, kuman dan semacamnya dengan cara menyemprot dengan bahan pembunuh kuman yang dianggap baik dan dilakukan sebulan sekali.


ANALISA USAHA BETERNAK KUMBANG JERMAN.
 Sebagaimana dijelaskan dimuka bahwa kapasitas produksi kumbang jerman setiap 10 hari adalah sebesar 1%  s/d. 1,05 % atau jika 15 hari adalah sebesar 1,5 % - 1,6 % dari jumlah kumbang jerman yang diternak, artinya jika dalam perhitungan  analisa usaha ini dianggap beternak 5.000 ekor kumbang dengan masa hidup 2 tahun

Video Tentang Ulat Jerman:
Referensi:http://ulatjermanblitar.blogspot.com
Share:

Cara Budidaya Luwak Untuk Seleksi Kopi Berkualitas

Kopi Luwak dan Binatang Pintar Yang Jago Menyeleksi Kopi Berkualitas Yang Berharga Super Mahal

Tahukan kopi Luwak? yang harga perkilonya jauh di atas kopi biasa, yang katanya dari segi rasa dan aromanya benar-benar tiada duanya. Kenapa disebut kopi Luwak? Karena memang kopi nikmat ini diproduksi melalui Luwak sebagai selektornya. Luwak kalau di daerah-daerah di pulau Jawa awalnya hanya dikenal sebagai hama dan diburu karena sering memangsa ayam penduduk. Seiring bertambahnya permintaan terhadap kopi Luwak maka pandangan terhadap luwak semakin bergeser menjadi hewan yang bermanfaat sebagai pemilih kopi berkualitas tinggi.
Populasi hewan luwak semakin hari semakin bertambah, sehingga masyarakat mengingkatkan kewaspadaan terhadap binatang ini agar tidak lagi memangsa ternak unggas maupun buah tanaman. Binatang luwak ini disatu sisi merugikan, tapi di sisi lain sangat menguntungkan. Walupun menjadi hama, tapi hewan ini memiliki nilai jual yang tinggi.
Luwak, Ahli Seleksi Kopi

Luwak merupakan hewan karnivora termasuk dalam suku musang. Nama ilmiah luwak adalah Paradoxurus hermaphroditus. Hewan ini menyukai hutan-hutan sekunder yang berdekatan dengan perkebunan dan permukiman manusia. Luwak banyak ditemukan masuk ke daerah permukiman.

Luwak mempunyai kebiasaan membuang kotoran di tempat-tempat yang sering dilewatinya. Kotoran yang ditinggalkannya biasanya masih mengandung biji-bijian utuh. Pencernaan luwak terlalu bisa mencerna biji-bijian dengan sempurna.

Salah satu biji-bijian yang kerap dimakan luwak adalah buah kopi. Luwak dipercaya hanya memilih buah kopi yang berkualitas prima untuk dimakan. Buah tersebut mengalami fermentasi dalam saluran pencernaannya. Kulitnya habis dicerna sedangkan bijinya tetap utuh dan dikeluarkan bersama feses.
Seiring meningkatnya permintaan pasar, kopi luwak yang dihasilkan luwak liar semakin sulit didapat. Hal ini mendorong para pelaku usaha untuk membudidayakan luwak secara khusus agar bisa diambil biji kopinya.
Bertambahnya populasi luwak yang ada disebabkan beberapa pengusaha kopi sengaja melepasliarkan hewan tersebut, sehingga populasinya semakin bertambah di alam liar, selain itu, betambahnya populasi luwak tentu akan membawa kekhawatiran sekaligus keuntungan, meskipun begitu luwak tetap menjadi primadona petani, sebab memiliki nilai jual yang tinggi.

Luwak "musang" menjadi salah satu hewan yang cukup dicari, pasalnya jenis ini, mampu menghasilkan produk kopi dednngan nilai yang tinggi. Luwak akan menjadi hama, bila pasokan kopi di area perkebunan berkurang, sehingga hewan tersebut kerap memakan unggas, maupun buah diarea pertanian maupun perkebunan.

Meskipun menjadi hama, hewan ini kerap dicari, sebab jenis hama ini memiliki harga yang tinggi, karena dipakai sebagai media untuk menghasilkan produk perkebunan bernilai ekonomis tinggi.

Bertambahnya populasi luwak, akan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan produksi kopi luwak di tahun yang akan datang, sebab pengusaha dapat menangkap hewan ini dengan jumlah banyak, sehingga mampu menghasilkan produk kopi luwak berlimpah.

Untuk mencegah agar hewan ini tidak memangsa ternak unggas, sebagian besar masyarakat yang berada dekat diarea perkebunan memasang perangkap, masyarakat dalam memburu luwak menghindari dengan menggunakan senapan ataupun senjata tajam lain, sebab bila hewan ini terluka, maka luwak tidak akan bertahan lama. Tujuan masyarakat memasang perangkap, agar hewan tersebut tertangkap tidak akan cidera, dan dapat dijual kepada pengusaha kopi luwak, bila musim panen kopi tiba.

Seiring meningkatnya permintaan pasar, kopi luwak yang dihasilkan luwak liar semakin sulit didapat. Hal ini mendorong para pelaku usaha untuk membudidayakan luwak secara khusus agar bisa diambil biji kopinya. Mereka memproduksi kopi luwak dengan langkah-langkah sebagai berikut:

Menyeleksi buah kopi yang berkualitas baik untuk diberikan pada luwak. Kemudian buah tersebut dicuci dan dibersihkan.

Setelah itu buah kopi diberikan pada luwak. Hewan ini masih akan memilihnya lagi. Luwak mempunyai indera penciuman yang tajam. Dia tahu buah kopi terbaik yang layak dimakan.

Setelah itu tunggu hingga luwak mengeluarkan feses atau kotorannya. Pengambilan feses biasanya dilakukan pagi hari.

Feses yang mengandung biji kopi dikumpulkan dan dibersihkan dalam air mengalir. Kemudian jemur biji kopi dijemur hingga kering. Biji kopi dari kotoran luwak masih memiliki lapisan tanduk yang harus diolah lebih lanjut.

Biji kopi yang telah dicuci dan dikeringkan diolah lebih lanjut dengan proses basah.

Beberapa waktu lalu, sejumlah supermarket di Inggris memboikot kopi luwak. Kejadian ini dipicu protes kalangan pecinta satwa. Mereka menganggap proses produksi kopi luwak di Indonesia mengabaikan kesejahteraan hewan. Luwak dipaksa memakan kopi hanya untuk diambil kotorannya. Hal ini dianggap mengeksploitasi dan menyiksa hewan.

Namun pemerintah menepis anggapan itu, mereka menganggap tidak ada bedanya dengan sapi yang diperah susunya. Toh, meskipun diberi pakan buah kopi para penangkar pun tetap memberikan pakan lain. Pasalnya apabila luwaknya dieksploitasi kemudian mati, produsen juga yang merugi.

Demikian serba-serbi luwak, sang pemilih kopi terbaik dan terhandal. Meskipun tergolong hama tetapi jika dikelola dengan benar maka hewan ini bisa bermanfaat, salah satunya ya sebagai selektor buah kopi berkualitas eksport tersebut.
Share:

Hewan Marmut: Cara Memelihara dan Merawat Marmut, Lucu dan Imut

Panduan Singkat Budidaya Ternak Marmut Skala Kecil Yang Mengasyikkan
 
Marmut adalah binatang imut yang sebenarnya mirip dengan tikus hanya saja bentuk badannya bulat dan tidak mengganggu atau menjadi hama seperti tikus. Marmut bahkan memiliki penampilan yang sangat lucu dan imut.

Marmut mudah berkembang biak, seperti umumnya binatang kelinci yang bisa beranak hingga beberspa ekor dalam sekali kelahiran.

Anda tertarik untuk merawat, memelihara atau bahkan mengembangbiakkan Marmut? Simak caranya yang paling sederhana dibawah ini.


Buat kandang sebelum beli Marmut

Pilih bahan kandang yang aman bagi marmut, tidak ada bagian yang tajam dan tidak beracun. Jangan menempatkan marmut dalam akuarium yang tidak ada ventilasi udaranya maupun dalam kandang kawat karena bisa menyakiti mereka. Tempatkan kandang yang tidak bisa dijangkau oleh musuh marmut seperti tikus got besar, kucing dan anjing.

Perlengkapan Kandang Yang Bebas Racun

Hanya gunakan bahan-bahan yang tidak beracun untuk alas kandang karena kebiasaan Marmut yang suka mengunyah dan akan mengunyah benda apapun yang ada di dalam kandang. Oleh karena itu, semua benda dalam kandang tidak boleh ada yang beracun untuk mencegah marmut sakit atau keracunan.

Persiapkan Pakan Yang Aman

Beri makan marmut setiap hari. Tersedia makanan marmut yang bisa dibeli di toko, namun penting untuk melengkapi makanan ini dengan sayuran hijau seperti kangkung dan selada. Anda juga bisa memberikan buah segar seperti irisan apel atau anggur sebagai makanan selingan untuk marmut. Sediakan juga jerami di kandang marmut. Jerami tersebut biasanya digunakan untuk membuat sarang dan dijadikan camilan oleh marmut.

Persediaan Air Minum

Sediakan selalu air segar untuk marmut Anda. Cara terbaik adalah dengan menyediakan wadah air yang menempel pada kandang.

Selalu Jaga Kebersihan Kandang

Jagalah kebersihan kandang marmut. Meskipun marmut juga berusaha menjaga kebersihan kandang, tetapi mereka tetap membutuhkan bantuan Anda.

Perawatan Bulu Marmut

Sikat atau sisir bulu marmut dengan sisir kecil. Bulu marmut relatif pendek sehingga tidak memerlukan penyisiran yang rumit seperti hewan yang berbulu lebat dan panjang (mis: kucing Persia).



Yang Terpenting, Pilih Bibit atau Bakalan Marmut Yang Sehat

Hal ini sangat penting karena untuk mengembangbiakkan marmut perlu bibit yang sehat sehingga tidak mudah mati. Salah satu ciri bibit marmut yang sehat adalah gerakannya lincah, bulu mengkilat tidak kusam, mata cerah dan bersinar, bulu tidak mudah rontok dan doyan makan alias makannya lahap.

Jika dirasa perlu berikan marmut tambahan vitamin C untuk menjaga daya tahan marmut. Hindari makanan yang berbahaya seperti misalnya, marmut bisa makan selada tapi makan selada dapat membuat mereka sakit.

Semoga bermanfaat.
Share:

Definition List

Unordered List

Support